... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Minta Doa dan Nasehat, PKS Kunjungi Cucu Pendiri NU

Foto: Silaturahmi Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini ke Gus Sholah.

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini, melakukan kunjungan silaturahim kepada Pemimpin Pondok Pesantren Tebuireng, KH. Salahuddin Wahid atau yang akrab dipanggil Gus Sholah di Jakarta, Rabu (04/10/2017) lalu.

Jazuli mengaku kehadirannya menemui Gus Sholah dalam rangka silaturahim, memohon doa, dan meminta nasehat bagi peningkatan kinerja dan maslahat Fraksi PKS.

“Saya datang menemui beliau sebagai seorang murid untuk meminta nasehat sekaligus doa bagi peningkatan kinerja Fraksi PKS DPR yang saat ini sedang Milad ke-13,” terang Jazuli kepada Kiblat.net melalui keterangan tertulis pada sehari setelahnya.

Anggota Komisi I ini menerangkan bahwa hubungan PKS dengan cucu dari Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari ini sangat baik.

“Beliau sering menjadi tempat meminta nasehat bagi PKS dan kader-kadernya atas berbagai permasalahan keumatan dan kebangsaan. Alhamdulillah beliau selalu terbuka dan antusias menerima kami,” katanya.

Bahkan, lanjut Jazuli, belum lama Gus Sholah menghubungi kami untuk menitipkan infaq bagi saudara-saudara kita di Rohingya melalui Crisis Center yang didirikan oleh PKS. Tentu kami sangat senang dan takzim atas inisiatif beliau ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan bahwa Gus Sholah memberikan dua amanat kepada PKS. Pertama, jaga persatuan, kedua jaga toleransi.

“Ada dua poin nasehat yang disampaikan beliau. Pertama, jaga persatuan umat. Kedua, jaga toleransi dengan tetap menjaga kebanggaan terhadap keyakinan,” jelas Jazuli.

BACA JUGA  FPI, GNPF Ulama dan PA 212 Minta Pilkada 2020 Ditunda

Jazuli menegaskan bahwa Fraksi PKS akan benar-benar memperhatikan dan mengamalkan nasihat Gus Sholah ini dalam segenap langkah, program, dan kegiatan fraksi ke depan.

“Fraksi PKS akan semakin kokoh dalam membangun silaturahim dan toleransi dengan sesama elemen bangsa untuk kemaslahatan umat, bangsa dan negara,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Eropa

Spanyol Tolak Mediasi Internasional soal Referendum Catalonia

Madrid bersikeras bahwa tidak ada yang perlu dinegosiasikan. Bahkan pemerintah pusat bekas negara kolonial ini menuntut para pemimpin Catalan untuk menghormati hukum dengan tidak menindaklanjuti referendum.

Kamis, 05/10/2017 19:10 0

News

Selain First Travel, Kemenag Cabut Izin 23 Penyelenggara Umroh Bermasalah

Sekretaris Direktorat Penyelenggara ibadah Haji dan Umroh, Muhajirin Yanis, mengungkapkan saat ini ada dua puluh empat PPIU yang sudah dicabut izinnya. Termasuk diantaranya First Travel.

Kamis, 05/10/2017 18:45 0

Amerika

‘Pelaku Teror Las Vegas Bukan Muslim, Mengapa Tidak Disebut Teroris?’

Aksi penembakan di Las Vegas yang dilakukan Stephen Paddock tak disebut teroris mengundang reaksi luas

Kamis, 05/10/2017 18:14 0

Rusia

Raja Arab Saudi ke Rusia, Ini yang Akan Dibahas

Raja Salman disambut di bandara Vnukovo oleh pejabat senior Rusia yang diiringi parade band militer. Ia akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Kamis dan Perdana Menteri Dmitry Medvedev pada hari Jumat.

Kamis, 05/10/2017 16:00 0

Pakistan

PBB Didesak Tangani Krisis Kashmir

Konflik Kashmir mungkin adalah konflik paling berbahaya di dunia karena perlombaan nuklir dan rudal spiral antara India dan Pakistan ditambah dengan permusuhan historis yang menyebabkan perang antara dua rival.

Kamis, 05/10/2017 15:05 1

Eropa

PBB: Kejahatan HAM di Myanmar Tidak Bisa Ditolerir 

PBB menyatakan bahwa kekerasan yang dilancarkan pemerintah Myanmar terhadap etnis Muslim Rohingya merupakan bentuk kejahatan terhadap HAM.

Kamis, 05/10/2017 14:14 0

Turki

Berencana Bunuh Erdogan, 34 Orang Divonis Seumur Hidup

Pengadilan Turki memutuskan hukuman seumur hidup kepada 34 orang karena merencanakan pembunuhan terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan di sebuah hotel mewah Aegean selama kudeta yang gagal tahun lalu.

Kamis, 05/10/2017 13:40 0

Afghanistan

Begini Strategi Baru AS Hadapi Taliban di Afghanistan

Pejabat AS menilai bahwa pasukan Afghanistan tidak terbukti bisa menghentikan Taliban dalam operasi defensif. "Mereka harus mencoba menyerang sebagai gantinya," kata Mattis.

Kamis, 05/10/2017 13:13 0

Eropa

Uni Eropa Adakan Dialog Khusus terkait Referendum Catalonia

Menghadapi debat darurat di Parlemen Eropa terkait kemerdekaan Catalan, Wakil Presiden Komisi Eropa Frans Timmermans mendesak semua pemimpin Eropa untuk mengadakan pembicaraan.

Kamis, 05/10/2017 10:53 0

Afrika

Serangan Mematikan Sergap Patroli Pasukan Khusus AS di Niger

Sedikitnya tiga anggota pasukan khusus AS dan lima tentara Niger tewas akibat disergap oleh pasukan bersenjata di barat daya Niger pada Rabu (04/10). Belum diketahui kelompok yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Kamis, 05/10/2017 09:41 0

Close
CLOSE
CLOSE