... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Mengangkat Kedua Tangan Saat Doa Khutbah Jumat, Bolehkah?

Foto: Khatib Jumat

KIBLAT.NET – Para ulama sepakat bahwa di antara salah satu adab yang dianjurkan dalam berdoa adalah mengangkat kedua tangan. Namun perlu dipahami bahwa dalam berdoa tidak selamanya harus demikian. Sebab, dalam beberapa kondisi Rasulullah mencontohkan hal yang berbeda, yakni dalam doanya beliau tidak mengangkat kedua, tapi hanya mengisyaratkan dengan dengan jari telunjuknya saja. Contohnya ketika beliau berdoa di penghujung Khutbah Jumat.

Diriwayatkan dari Ammarah bin Ru`bah, ia melihat Bisyr bin Marwan berdoa seraya mengangkat kedua tangannya di atas mimbar, lalu Ammarah bilang:

قَبَّحَ اللَّهُ هَاتَيْنِ الْيَدَيْنِ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَا يَزِيدُ عَلَى أَنْ يَقُولَ بِيَدِهِ هَكَذَا. وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ الْمُسَبِّحَةِ.

Semoga Allah memburukkan kedua tangannya itu. Sungguh, aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak lebih dari berisyarat seperti ini,’ ia berisyarat dengan jari telunjuk,” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan:

مَا زَادَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى هَذَا وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ السَّبَّابَةِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah menambah lebih dari itu dan beliau berisyarat dengan jari telunjuknya.” (HR. An Nasai no. 1412)

An-Nawawi menjelaskan,

هَذَا فِيهِ أَنَّ السُّنَّةَ أَنْ لَا يَرْفَعَ الْيَدَ فِي الْخُطْبَةِ وَهُوَ قَوْلُ مَالِكٍ وَأَصْحَابِنَا وَغَيْرِهِمْ . وَحَكَى الْقَاضِي عَنْ بَعْضِ السَّلَفِ وَبَعْضِ الْمَالِكِيَّةِ إِبَاحَتَهُ لِأَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – رَفَعَ يَدَيْهِ فِي خُطْبَةِ الْجُمُعَةِ حِينَ اسْتَسْقَى وَأَجَابَ الْأَوَّلُونَ بِأَنَّ هَذَا الرَّفْعَ كَانَ لِعَارِضٍ .

“Hadits ini menjelaskan, sunah saat berdoa dalam khotbah adalah tidak mengangkat kedua tangan. Demikian pendapat Malik, shahabat-sahabatnya, dan juga yang lain. Qadhi Iyadh meriwayatkan dari sebagian salaf dan sebagian fuqaha Malikiyah, boleh mengangkat tangan saat berdoa dalam khotbah Jumat, karena Nabi mengangkat kedua tangan dalam khotbah Jumat, saat meminta hujan. Kalangan sebelumnya menanggapi hadits ini bahwa beliau mengangkat tangan karena suatu hal terjadi.” (Syarh Shahîh Muslim, Nawawi, V/411)

Asy-Syaukani menuturkan, “Hadits ini menunjukkan, makruh mengangkat kedua tangan di atas mimbar saat berdoa. Itu bid’ah.” (Nailul Awthâr, III/308)

Abu Syamah menyebutkan terkait sejumlah bid’ah pada hari Jumat, “Mengangkat kedua tangan saat berdoa—dalam khotbah—adalah bid’ah lama.” As-Suyuthi juga menyatakan hal yang sama dalam kitabnya, Al-Amr bil Ittibâ’ wan Nahyu ‘anil Ibtidâ’. (Al-Bâ’its,  hal: 80, Al-Amr bil Ittibâ’ wan Nahyuanil Ibtidâ’, hal: 247)

Disebutkan dalam Ikhtiyârât, Ibnu Taimiyah menuturkan, “Makruh bagi imam mengangkat kedua tangan saat berdoa dalam khotbah. Inilah salah satu dari dua pendapat paling sahih di kalangan para shahabat kami, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat berdoa dalam khotbah hanya berisyarat dengan satu jari. Adapun saat meminta hujan, beliau mengangkat kedua tangan kala berada di mimbar.” (Ikhtiyârât, Ibnu Taimiyah, hal: 80, Fathul Bâry, II/412)

Jadi, pendapat yang kuat dalam hal ini adalah seorang khatib tidak perlu mengangkat kedua tangannya ketika berdoa di penghujung khutbah. Namun cukup baginya mengisyaratkan dengan jari telunjuknya saja. Sebab, demikianlah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkannya. Wallahu a’lam bis shawab!

 

Fakhruddin

Sumber: Kitab Al-Jâmi’ Li Ahkâmish Shalâh Wa Shifatu Shalâtin Nabiy Shalallâhu ‘Alaihi Wa Sallam, karya Abu Abdirrahman Adil bin Sa’ad

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Mengangkat Kedua Tangan Saat Doa Khutbah Jumat, Bolehkah?”

  1. ucok

    bagaimana dengan jamaahnya?apakah boleh mengangkat kedua tangan dan mengaimini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Minta Doa dan Nasehat, PKS Kunjungi Cucu Pendiri NU

Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini, melakukan kunjungan silaturahim kepada Pemimpin Pondok Pesantren Tebuireng, KH. Salahuddin Wahid atau yang akrab dipanggil Gus Sholah di Jakarta, Rabu (04/10/2017) lalu.

Jum'at, 06/10/2017 10:30 0

Indonesia

Terdakwa Penista Agama di Klaten Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara

JPU menyampaikan jika Rozaq tidak sanggup membayar denda sebesar 50 juta, maka hukuman kurungan akan ditambah selama dua bulan.

Jum'at, 06/10/2017 10:14 0

Indonesia

Industri Keuangan Syariah dituntut Bersaing dengan Konvensional

Pangsa pasar perbankan syariah masih jauh dibanding perbankan konvensional. Faktor minimnya edukasi kepada masyarakat akan pentingnya mensyariahkan perbankan, sehingga menuntut perbankan syariah memiliki produk yang menarik.

Jum'at, 06/10/2017 08:54 0

Indonesia

Imparsial: Mempersenjatai Polisi Berlebihan Berbahaya

"Adanya impor senjata ini, saya belum melihat arah Polri untuk menggunakan senjata secara berlebihan seperti Brimob, Gegana. Memang sangat berbahaya jika polisi di garis depan menggunakan senjata," kata pengamat Imparsial, Nicollo Altar, saat berbincang dengan Kiblat.net di kantor Imparsial, Jakarta pada Rabu lalu (04/10)

Jum'at, 06/10/2017 08:33 0

Indonesia

Netizen Permasalahkan Pidato Jokowi di HUT TNI, Ini Alasannya

"Loyalitas negara itu kesetiaan kepada pemerintah yang sah," ujar Jokowi di hadapan ribuan prajurit TNI yang hadir seperti yang dikutip dari salah satu media online nasional.

Jum'at, 06/10/2017 08:02 0

Indonesia

Dahnil: Sebut PKI Tak Berbahaya Berarti Buta Sejarah

"Kalau tidak mengatakan berbahaya ya padahal sudah terbukti dalam sejarah ya kan, PKI sudah berontak di tahun 48, sudah berkhianat di 65 terbukti kok," ungkapnya di Masjid Baitul Makmur, Solobaru, Surakarta, pada Rabu malam (04/10).

Jum'at, 06/10/2017 07:42 0

Indonesia

Innalillahi, Di Tahanan Alfian Tanjung Tak Boleh Shalat

Ada pelangggaran hak-hak Alfian Tanjung seperti tidak boleh shalat, kemudian tidak boleh didampingi oleh pengacara, juga tidak boleh dikunjungi oleh keluarga

Kamis, 05/10/2017 21:48 1

Indonesia

Rektor UNS: Tata Tertib Berpakaian ‘Wajah Wajib Terlihat’ Dibuat Tergesa-gesa

Karena dibuat tergesa-gesa, surat edaran Dekan Fakultas Pertanian itu belum maksimal

Kamis, 05/10/2017 21:08 0

Indonesia

Imparsial: Sebaiknya Polisi Gunakan Senjata Maksimal Peluru Karet

"Memang sangat berbahaya jika polisi di garis depan menggunakan senjata,"

Kamis, 05/10/2017 20:30 0

Indonesia

Dievaluasi, Rektor UNS Umumkan Surat Edaran Tata Tertib Berpakaian Tak Berlaku

"Surat edaran Dekan mengenai Tata Tertib Berpakaian di Fakultas Pertanian UNS akan kami evaluasi,"

Kamis, 05/10/2017 19:21 0