... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Di Hadapan Putin, Apa Kata Raja Salman soal Iran?

Foto: Vladimir Putin dan Raja Salman.

KIBLAT.NET, Moskow – Arab Saudi telah sepakat untuk membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia. Arab Saudi juga telah menandatangani sebuah nota kesepahaman dengan Rusia untuk membantu Kerajaan dalam upaya pengembangan industri militer.

Rincian penjualan tersebut terjadi setelah Raja Salman mengatakan kepada presiden Rusia, Vladimir Putin, bahwa Iran harus berhenti mencampuri urusan di Timur Tengah.

“Kami menekankan bahwa keamanan dan stabilitas kawasan Teluk dan Timur Tengah merupakan kebutuhan mendesak untuk mencapai stabilitas dan keamanan di Yaman,” ujarnya dalam sebuah pertemuan di Kremlin pada Kamis (05/10/2017) seperti dikutip kantor berita Rusia Interfax.

“Ini menekankan agar Iran tidak mencampuri urusan dalam negeri, untuk menghentikan tindakan yang mendestabilisasi situasi di wilayah ini,” imbuhnya.

Raja Salman juga mengatakan bahwa integritas teritorial Iraq harus dipelihara, dan bahwa solusi politik untuk konflik di Suriah harus ditemukan yang menjaga negara itu tetap dalam satu kesatuan.

Ia ingin melihat pembentukan sebuah pusat internasional untuk memerangi terorisme di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia juga ingin melihat sebuah negara Palestina merdeka dengan ibukotanya di Yerusalem Timur.

Sementara itu, kebijakan luar negeri Moskow dan Riyadh berada di sisi berlawanan dalam perang di Suriah meskipun keduanya bermitra dalam perdagangan minyak. Rusia mendukung Presiden Bashar Assad dengan Arab Saudi mendukung oposisi.

Salman dan Putin diharapkan akan membahas kontrak pertahanan dan energi utama, serta memperpanjang pemotongan produksi minyak menjelang pertemuan kartel minyak OPEC pada bulan November. Arab Saudi dan Rusia sangat bergantung pada ekspor minyak dan penurunan global harga minyak mentah yang dimulai pada tahun 2014 yang mengecam kedua ekonomi mereka.

BACA JUGA  Ribuan Anggota IJABI dan ABI Rayakan Hari Asyuro di Gelora Bung Karno

Anggota OPEC, yang merupakan produsen terbesar Arab Saudi, telah bergabung dengan negara-negara non-anggota Rusia dan negara-negara lain untuk mengurangi produksi minyak mentah dalam sebuah perjanjian. Pada hari Rabu Putin mengatakan perpanjangan kesepakatan OPEC dimungkinkan dan bisa bertahan. Setidaknya sampai akhir 2018.

“Kontak Rusia-Saudi penting dan potensinya agak besar,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan. “Keinginan politik Moskow dan Riyadh untuk kerja sama yang lebih dalam pada isu-isu terluas sudah jelas,” tambahnya.

Sumber: Middle East Eye
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

MER-C Jelaskan Kondisi Terkini Ustadz ABB

Jose mengatakan masalah kesehatan Ustadz ABB adanya pembengkakan yang berada di bagian kaki. Ia menduga pembengkakan terjadi diduga berasal dari Vena Insuficiency atau insufisiensi vena kronis.

Jum'at, 06/10/2017 17:05 0

Video Kajian

Khutbah Jumat : Sebab Mundurnya Umat ( Ust. Nur Ahmad, S.Pd.I )

KIBLAT.NET- Banyak sekali umat muslim yang terjangkit penyakit kemunduran. Kemunduran di segala hal. Banyak dari...

Jum'at, 06/10/2017 17:01 0

Indonesia

SMAN 3 Cimahi Bentuk Akhlak Guru dan Siswa dengan Tilawah Al-Qur’an

Salah satu SMA Negeri di Kota Cimahi membudayakan tilawah Al-Qur'an sebelum memulai proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar). Menariknya, kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh para siswa, para guru dan seluruh staf juga melakukannya.

Jum'at, 06/10/2017 15:53 0

Indonesia

TPM: Fasilitas Kesehatan Lapas Ustadz ABB Buruk Sekali

Tim Pembela Muslim (TPM) mengungkapkan bahwa kesehatan ustadz Abu Bakar Baasyir semakin menurun dalam tahanan Lapas Gunung Sindur, Bogor.

Jum'at, 06/10/2017 14:47 0

Indonesia

Komnas HAM Tindaklanjuti Laporan Pengacara Alfian Tanjung

Komnas HAM berjanji akan mengkaji hak-hak yang seharusnya diperoleh Alfian Tanjung sesuai undang-undang kemudian mengeluarkan rekomendasi.

Jum'at, 06/10/2017 14:15 0

Indonesia

Ustadz ABB Kembali Sakit, Izin Berobat Sulit Didapat

Pengacara dari Tim Pembela Muslim (TPM), Farid Ghozali mengungkapkan ustadz Abu Bakar Baasyir kembali jatuh sakit. Terjadi pembengkakan di kedua kakinya seperti sebelumnya, namun kali ini lebih besar.

Jum'at, 06/10/2017 13:54 0

Indonesia

Maksimalkan Muzakki, Baznas Dorong Perpres tentang Wajib Zakat

Baznas juga mendorong Ketua Umum Korps Pegawai Republik Indonesia atau KORPRI agar menginstruksikan pembina KORPRI sesuai dengan tingkatannya untuk membayar zakat ke Baznas melalui pemotongan langsung dari daftar gaji.

Jum'at, 06/10/2017 13:45 0

Indonesia

Baznas Salurkan Rp3,5 Miliar untuk Muslim Rohingya

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) turut berperan dalam tanggap bencana. Kali ini Baznas telah berhasil mengumpulkan donasi peduli warga Rohingya dari para dermawan. Nantinya dana yang terkumpul akan disalurkan kepada pengungsi di Myanmar dan perbatasan Bangladesh.

Jum'at, 06/10/2017 11:15 0

Indonesia

Bekali Metode MASTER, Askar Kauny Akan Sebar 100 Guru Tahfizh ke Nusantara

Askar Kauny menggelar acara pelatihan MASTER (Menghafal Al-Qur'an Semudah Tersenyum) untuk para guru.

Jum'at, 06/10/2017 10:58 0

Khazanah

Mengangkat Kedua Tangan Saat Doa Khutbah Jumat, Bolehkah?

KIBLAT.NET - Para ulama sepakat bahwa di antara salah satu adab yang dianjurkan dalam berdoa adalah mengangkat kedua tangan. Namun perlu dipahami bahwa dalam berdoa tidak selamanya harus demikian. Sebab, dalam beberapa kondisi Rasulullah mencontohkan hal yang berbeda, yakni dalam doanya beliau tidak mengangkat kedua, tapi hanya mengisyaratkan dengan dengan jari telunjuknya saja. Contohnya ketika beliau berdoa di penghujung Khutbah Jumat.

Jum'at, 06/10/2017 10:47 1

Close