... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Uni Eropa Adakan Dialog Khusus terkait Referendum Catalonia

Foto: Uni Eropa

KIBLAT.NET, Paris – Seorang pejabat tinggi Uni Eropa mendesak diadakannya dialog untuk menanggapi referendum Catalan.

Menghadapi debat darurat di Parlemen Eropa terkait kemerdekaan Catalan, Wakil Presiden Komisi Eropa Frans Timmermans mendesak semua pemimpin Eropa untuk mengadakan pembicaraan.

“Ini saatnya untuk berbicara, menemukan jalan keluar dari kebuntuan, bekerja sesuai tatanan konstitusional Spanyol,” katanya pada Rabu (04/10/2017).

Selanjutnya, Timmermans menyatakan bahwa ada konsensus umum apabila pihak berwenang Catalan memilih untuk mengabaikan hukum.

“Tak satu pun dari kita ingin melihat kekerasan di masyarakat kita. Namun ini adalah tugas bagi pemerintah manapun untuk menegakkan hukum,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Hal ini terkadang memang memerlukan penggunaan kekuatan secara proporsional untuk menekan,” tambahnya.

Selain itu, dia juga tetap bersikeras bahwa pemungutan suara yang diadakan di Catalan tidak sah dan satu-satunya cara adalah dengan berdialog.

“Sebuah pemungutan suara yang dilakukan pemerintah Catalan itu tidak sah dan langkah selanjutnya adalah dialog,” paparnya.

Beberapa saat sebelumnya, Raja Spanyol Felipe VI pun berpidato yang isinya mendukung kesatuan pemerintah Spanyol.

Akan tetapi, pemimpin pro-kemerdekaan Catalan tetap bersikukuh bahwa wilayah timur laut Spanyol itu kemungkinan akan mendeklarasikan kemerdekaan dalam waktu sepekan.

“Kami mungkin akan melakukan ini saat kami mendapat suara dari luar negeri, pada akhir minggu ini atau sekitar itu, jadi kami akan bertindak pada akhir minggu ini atau awal minggu depan,” kata Carles Puigdemont.

BACA JUGA  Gambia Gugat Myanmar ke Pengadilan Internasional Atas Genosida Rohingya

Sumber: Anadolu
Reporter: Dio Alifullah

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Moeldoko Ingin Istilah Mayoritas Minoritas Hilang dari Indonesia

Jika kata mayoritas dan minoritas masih bergaung, masih dipelihara dan dijaga, ungkap Moeldoko, bangsa Indonesia tidak akan pernah utuh.

Kamis, 05/10/2017 10:38 0

Indonesia

Wapres Jusuf Kalla Usulkan Amnesti Zakat

"Strategi zakat pun semestinya bisa sama seperti wajib pajak. Mungkin bisa seperti di adakan amnesti zakat atau penghapusan hutang pajak melalui zakat,"

Rabu, 04/10/2017 22:03 0

Indonesia

Kesadaran Bayar Rendah, Baznas Hanya Target Kumpulkan 10 Persen Potensi Zakat

Potensi pengumpulan zakat individu tahun ini sebesar Rp 138 triliun

Rabu, 04/10/2017 21:22 0

Indonesia

Polisi Percepat Proses Hukum Jonru Ginting

Setelah berkas kasus Jonru selesai, polisi ingin segera melimpahkan ke Kejaksaan

Rabu, 04/10/2017 20:51 1

Indonesia

‘Impor Senjata Polri Perlu Diaudit’

Nasir Djamil mengatakan bahwa Polri bukan pertama kali saja mengimpor senjata api. Maka, ia menegaskan bahwa harus ada audit perihal kasus tersebut.

Rabu, 04/10/2017 20:14 0

Indonesia

Serba Impor, Indonesia Diibaratkan Seperti Memakai Infus

"Sama seperti infus yang dipasangkan pada orang sakit, kalau dicopot ya bisa mati"

Rabu, 04/10/2017 19:37 0

Indonesia

Begini Komentar Mantan Panglima TNI Soal Gaduh Impor Senjata Polri

Menurut Jenderal Purn. Moeldoko Ya mungkin saja terjadi kurang koordinasi

Rabu, 04/10/2017 18:35 0

Indonesia

Imparsial: BNPT Tak Boleh Punya Kewenangan Penindakan Terorisme

"Jangan sampai BNPT memiliki kewenangan penindakan operasional dalam penanganan terorisme"

Rabu, 04/10/2017 18:03 0

Indonesia

Komisi III DPR: Ada Ruang Gelap dalam Impor Senjata Polri

"Jangan sampai kemudian ada kesan ada pihak yang kemudian memanfaatkan senjata ini. Tapi difasilitasi institusi resmi seperti Kepolisian,"

Rabu, 04/10/2017 17:12 1

Indonesia

Soal Penembakan di Las Vegas, Felix Siauw: Jika Pelakunya Muslim, Dunia Sibuk

Dai remaja, Felix Siauw turut mengomentari peristiwa penembakan yang terjadi di Las Vegas dengan sedikitnya 58 korban tewas beberapa waktu lalu. Ia menilai media-media tidak menyebutnya sebagai serangan terorisme, karena pelakunya adalah Muslim.

Rabu, 04/10/2017 15:41 4

Close