... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tim Advokasi Alfian Tanjung Yakin Kalahkan Dakwaan JPU dalam Persidangan

Foto: Koordinator Tim Advokasi Alfian Tanjung (TAAT)

KIBLAT.NET, Surabaya- Alfian Tanjung, pengamat komunisme Indonesia kembali disidang di Pengadilan Negeri Kelas 1A Surabaya, Rabu (04/10). Setelah sebelumnya, pada bulan lalu, ia dinyatakan bebas atas dakwaan JPU yang kalah dalam putusan sela.

Kemarin, Alfian Tanjung kembali menjalani sidang perdana berupa pembacaan dakwaan oleh JPU dengan nomor dakwaan: PDM-321/Tg.Perak/07/2017 dan nomor perkara: 2664/Pid.Sus/2017/PN.Sby di Pengadilan Negeri Surabaya.

Abdullah Al Katiri, Ketua Koordinator Tim Advokasi Alfian Tanjung (TAAT) mengaku sudah siap atas dakwaan yang dibacakan JPU. Pasalnya, TAAT telah diberi kopian dakwaan JPU sejak dua minggu lalu.

“Kesiapan TAAT dalam menghadapi persidangan dengan dakwaan yang cacat hukum ini, dilanjutkan dengan pembacaan nota keberatan oleh TAAT pada hari ini juga,” ujar Al Katiri melalui rilis yang diterima Kiblat.net, Rabu (04/10) malam.

Afian Tanjung

Dalam eksepsinya, TAAT mengajukan 5 keberatan. Pertama, dakwaan dinilai ‘ne bis int idem’ berarti dakwaan sudah disidangkan dan dinyatakan tidak bersalah. Jadi, seseorang tidak dapat dituntut atas kesalahan yang sama apabila telah diputuskan hakim sebagai keputusan akhir. Dakwaan ini menurut pengacara harus batal demi hukum.

“Kedua, dakwaan tidak cermat, tidak lengkap, tidak jelas ( _obscuur lilbel_) karena tidak menguraikan perbuatan pidana. Ketiga, dakwaan salah menerapkan pasal. Keempat, dakwaan tidak menguraikan unsur-unsur delik melainkan hanya menerjemahkan dari audio visual ke dalam tulisan,” jelas Al Katiri.

BACA JUGA  Muhammadiyah Nilai PMA Majelis Taklim Diskriminatif

Terakhir, Al Katiri mengungkapkan bahwa dakwaan yang diterapkan tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis harus melalui evaluasi dan justifikasi Komnas HAM, tidak dapat dilaporkan oleh perorangan atau individual.

TAAT berkeyakinan bahwa secara argumen yuridis dan fakta hukum yang disampaikan, dakwaan JPU akan diputus oleh Majelis Hakim dengan amar putusan dakwaan batal demi hukum. Tentunya, setelah Majelis Hakim mempertimbangkan tanggapan eksepsi dari JPU pada sidang selanjutnya hari Senin (09/10).

Diketahui, dalam agenda pembacaan dakwaan tersebut seluruh tim JPU yang berjumlah 6 orang terdiri dari Kejaksaan Agung RI dan Kejari Tanjung Perak, menariknya, diungkapkan Al Katiri, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjung Perak pun turut hadir turun tangan secara langsung mendakwa Alfian Tanjung.

“Kehadiran Kajari ini mungkin agar tidak mengulang kekalahan sebelumnya karena dakwaan telah dibatalkan demi hukum oleh Majelis Hakim pada agenda putusan sela (6/9),” tukas Al Katiri.

 

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Eropa

Uni Eropa Adakan Dialog Khusus terkait Referendum Catalonia

Menghadapi debat darurat di Parlemen Eropa terkait kemerdekaan Catalan, Wakil Presiden Komisi Eropa Frans Timmermans mendesak semua pemimpin Eropa untuk mengadakan pembicaraan.

Kamis, 05/10/2017 10:53 0

Afrika

Serangan Mematikan Sergap Patroli Pasukan Khusus AS di Niger

Sedikitnya tiga anggota pasukan khusus AS dan lima tentara Niger tewas akibat disergap oleh pasukan bersenjata di barat daya Niger pada Rabu (04/10). Belum diketahui kelompok yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Kamis, 05/10/2017 09:41 0

Asia

India Hapus Taj Mahal dari Tujuan Wisata, Alasannya Karena Agama

Pemerintah India dilaporkan menghapus Taj Mahal, salah satu dari tujuh keajabian dunia, dari destinasi wisata negaranya. Alasannya diduga karena bangunan tersebut didirikan oleh umat Islam

Kamis, 05/10/2017 08:55 0

Rusia

Raja Salman Gelar Kunjungan Bersejarah ke Rusia

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz tiba di Moskow pada Rabu (04/10) sebagai delegasi negara tingkat tinggi. Ini merupakan kunjungan pertama Raja Saudi ke Rusia dalam sejarah hubungan kedua negara.

Kamis, 05/10/2017 07:57 0

Myanmar

Gelombang Baru Pengungsi Rohingya Jejali Perbatasan Bangladesh

Di tengah semakin meredupnya isu kemanusiaan minoritas Muslim Rohingya, militer Myanmar kembali mengusir puluhan ribu etnis yang disebut PBB paling tertindas di dunia itu dari kampung halaman mereka. Dilaporkan warga satu desa harus mengungsi ke Bangladesh setelah militer menyerbu kampung mereka.

Kamis, 05/10/2017 07:25 0

Iran

Jumpa Pers di Iran, Erdogan: Mossad di Balik Referendum Kurdistan Iraq

Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan menduga ada peran intelijen Israel, Mossad, dalam referendum Kurdistan Irak.

Kamis, 05/10/2017 06:33 0

News

Ingin Terhindar dari Biro Umroh Palsu? Ini Himbauan Kemenag

Lukman Hakim Syaifuddin menjelaskan langkah-langkah yang harus diambil masyarakat agar tidak mudah tertipu dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Umroh (PPIU).

Rabu, 04/10/2017 19:12 0

Amerika

Kebijakan Pengetatan Ekonomi AS Pengaruhi Lemahnya Mata Uang Global

Usaha AS untuk memperbaiki ekonominya dengan adanya kebijakan ketat terkait suku bunga dan pajak global baru-baru ini, berimbas pada naiknya nilai tukar dollar

Rabu, 04/10/2017 17:46 0

Suriah

Sumber Lokal Suriah Nafikan Kabar Al-Jaulani Terluka

Radio Provinsi Idlib menafikan kabar usaha pembunuhan Al-Jaulani dan luka parah yang diderita pimpinan HTS tersebut. 

Rabu, 04/10/2017 16:03 0

Myanmar

ARSA Ucapkan Terima Kasih kepada Masyarakat Dunia

ARSA mengucapkan terima kasih kepada semua negara, organisasi dan orang-orang yang terlibat membantu mengakhiri krisis kemanusiaan di Rohingya.

Rabu, 04/10/2017 15:13 0

Close