... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

‘Pelaku Teror Las Vegas Bukan Muslim, Mengapa Tidak Disebut Teroris?’

Foto: Polisi Amerika Serikat melakukan pengamanan usai penembakan yang dilakukan Stephen Paddock di konser musik Las Vegas

KIBLAT.NET, Las Vegas – Masyarakat dunia mengutuk penembakan brutal kepada penonton konser musik di Las Vegas oleh Stephen Paddock. Presiden Amerika, Donald Trump bahkan mengatakan ini adalah ‘setan sejati’. Menurut polisi pun Paddock adalah seorang ‘lone wolf’ atau melakukan serangan berdasarkan prakarsa sendiri, tanpa ada sebutan teroris ataupun radikal.

Pernyataan Trump dan polisi AS tersebut ramai diperbincangkan tokoh, artis dan warganet di dunia maya. Mereka mempertanyakan mengapa pelaku tidak dicap sebagai teroris atau radikal.

Salah satu tanggapan datang dari Yasir Qadhi, warga negara muslim AS yang cukup dikenal. Status Facebook Yasir yang menyinggung soal tak disematkannya status teroris kepada pelaku penembakan Las Vegas itu menjadi viral, dibagikan lebih dari 48 ribu kali, 25 ribu komentar dan sudah menuai lebih dari 142 ribu reaksi.

“Membunuh lebih dari 50 orang dan melukai 450, hanya untuk memiliki klaim otoritas, dalam beberapa menit dan tanpa verifikasi, bahwa anda bukan teroris,” ujar Yasir Qadhi dekan Institut Almaghrib dalam akun FB nya dilansir Kiblat.net, Kamis (5/10).

Tokoh Indonesia, Din Syamsuddin turut mempertanyakan mengapa aksi brutal yang dilakukan oleh non muslim tidak dicap sebagai teroris. Ia juga mempertanyakan media yang justru malah mengkaitkannya dengan ISIS padahal polisi AS telah membantah keikutsertaan pelaku atas ISIS.

“Pelaku teror Las Vegas bukan muslim, mengapa tidak disebut teroris?” twettnya melalui akunnya @OpiniDin.

BACA JUGA  Kemenag: Calon ASN Terpapar Radikalisme Pasti Tak Lulus Seleksi

Tidak hanya tokoh, kritikan juga dilontarkan oleh sutradara film Selma, Ava DuVernay yang mengatakan, “Lone wolf. Penembak lokal. Pria bersenjata. Apapun dan semuanya, Namun bukan teroris. Entah kenapa.” Cuitan Ava DuVernay tersebut di-retweet sampai 50.000 kali.

Anggota kelompok musik pop Fifth Harmony, Lauren Jauregui, juga mempertanyakan hal yang sama, namun menyampaikannya dengan lebih gamblang. Cuitannya tersebut di-retweet sampai 19.000 kali. “Kenapa dia bukan ‘teroris’ kenapa ‘lone wolf'” dia sudah membunuh lebih dari 50 orang dan melukai hampir 500… ohhh! Karena dia bukan orang berkulit cokelat kan? Saya paham.”

Lalu apa definisi terorist yang telah didefinisikan oleh global. Definisi terorisme domestik, menurut Patriot Act atau undang-undang terorisme AS, terorisme domestik adalah upaya untuk “mengintimidasi atau memaksa warga sipil; mempengaruhi kebijakan pemerintah dengan intimidasi atau tekanan; atau untuk mempengaruhi tindakan pemerintah dengan melakukan penghancuran massal, pembunuhan atau penculikan.”

Dan agar bisa dikenai tuduhan terorisme, seseorang harus bertindak mewakili satu dari sekitar 60 kelompok yang digolongkan sebagai organisasi teror oleh Kementerian Luar Negeri AS, dan ini termasuk kelompok-kelompok seperti ISIS dan Al-Qaida.

Reporter : Hafidz Salman
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

TNI-Polri Sering Beda Pendapat, Dahnil: Bisa Jadi Presiden Tidak Memimpin

Beda Pendapat antara TNI dan Polri terlihat dalam isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI)

Kamis, 05/10/2017 17:31 0

Indonesia

Menteri Agama Mengaku Sulit Hadapi Penyelenggara Umrah Ilegal

Ibadah umrah bisa ditumpangi oleh orang yang ingin mengeruk keuntungan dari praktik yang tidak terpuji

Kamis, 05/10/2017 16:29 0

Indonesia

Muncul Aturan Wajah Wajib Terlihat di Tata Tertib Berpakaian Fakultas Pertanian UNS

Frasa wajah wajib terlihat dalam Surat edaran Tata Tertib Berpakaian di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) dicetak dengan huruf tebal dan digaris bawah

Kamis, 05/10/2017 15:55 0

Indonesia

Ombudsman Desak Negara Tak Lepas Tangan Soal Kasus First Travel

Ombudsman mendesak agr ada kepastian bagi 58 ribu calon jemaah umroh dari First Travel yang hendak berangkat

Kamis, 05/10/2017 15:34 0

Indonesia

Dirjen Pendis: Izin Pendirian Pesantren kepada Kemenag Pusat

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag menyatakan akan menerapkan standarisasi terhadap pondok pesantren di Indonesia.

Kamis, 05/10/2017 14:37 0

Indonesia

Hamzah Bin Laden Jadi Target Pengejaran Pasukan Khusus Inggris

Hamzah yang diperkirakan berusia 28 tahun saat ini dipandang cukup berbahaya bagi negara-negara barat, terkhususnya Inggris dan Amerika Serikat.

Kamis, 05/10/2017 12:49 0

Indonesia

‘Prajurit TNI Profesional Tak Sempat Mikir Masalah Politik’

“Kalau semua prajurit menuju ke sana (profesional) maka tidak ada lagi, tidak sempat lagi mikir masalah politik,"t

Kamis, 05/10/2017 12:12 0

Indonesia

Dahnil Anzar: Umat Islam Jangan Mudah Terprovokasi oleh Musuh

Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menyayangkan sikap umat Islam yang mudah terprovokasi oleh musuh. Menurutnya, mudah terprovokasi hanya akan memberi manfaat kepada musuh serta merusak citra Islam.

Kamis, 05/10/2017 11:47 0

Indonesia

Tim Advokasi Alfian Tanjung Yakin Kalahkan Dakwaan JPU dalam Persidangan

Abdullah Al Katiri, Ketua Koordinator Tim Advokasi Alfian Tanjung (TAAT) mengaku sudah siap atas dakwaan yang dibacakan JPU.

Kamis, 05/10/2017 11:14 0

Indonesia

Moeldoko Ingin Istilah Mayoritas Minoritas Hilang dari Indonesia

Jika kata mayoritas dan minoritas masih bergaung, masih dipelihara dan dijaga, ungkap Moeldoko, bangsa Indonesia tidak akan pernah utuh.

Kamis, 05/10/2017 10:38 0

Close