... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

PBB: Kejahatan HAM di Myanmar Tidak Bisa Ditolerir 

Foto: Warga Muslim Rohingya/Ilustrasi

KIBLAT.NET, Jenewa – Pakar Hak Asasi Manusia PBB menyatakan bahwa kekerasan yang dilancarkan pemerintah Myanmar terhadap etnis Muslim Rohingya merupakan bentuk kejahatan terhadap HAM.

Dalam hal ini, Komite Penghapusan Diskriminasi Perempuan (CEDAW) dan Komite Rights of Child (CRC) pun meminta pihak Myanmar untuk menghentikan kekerasan yang ada.

“Kami sangat khawatir tentang nasib perempuan dan anak-anak Rohingya yang tunduk pada pelanggaran serius terhadap hak asasi mereka, termasuk pembunuhan, pemerkosaan dan pemindahan paksa,” katanya pada Rabu (04/10/2017).

Selain itu, CEDAW dan CRC juga menyebut pelanggaran yang dilakukan pemerintah Naypyidaw merupakan bentuk kejahatan HAM yang tidak bisa ditolerir.

“Pelanggaran semacam itu mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kami sangat prihatin atas kegagalan negara untuk menghentikan pelanggaran HAM yang mengejutkan ini,” paparnya dalam sebuah pernyataan.

Pada 30 September, lebih dari setengah juta Muslim Rohingya meninggalkan kampung halaman mereka setelah militer Myanmar dan ekstremis Buddha meluncurkan kampanye pembersihan etnis Muslim Rohingya.

Di tengah jumlah mereka yang terus meningkat, pemerintahan Bangladesh mengumumkan pihaknya sudah menampung antara 4.000 dan 5.000 pengungsi dari Arakan.

Sumber: Anadolu
Reporter: Dio Alifullah


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Hamzah Bin Laden Jadi Target Pengejaran Pasukan Khusus Inggris

Hamzah yang diperkirakan berusia 28 tahun saat ini dipandang cukup berbahaya bagi negara-negara barat, terkhususnya Inggris dan Amerika Serikat.

Kamis, 05/10/2017 12:49 0

Indonesia

‘Prajurit TNI Profesional Tak Sempat Mikir Masalah Politik’

“Kalau semua prajurit menuju ke sana (profesional) maka tidak ada lagi, tidak sempat lagi mikir masalah politik,"t

Kamis, 05/10/2017 12:12 0

Indonesia

Dahnil Anzar: Umat Islam Jangan Mudah Terprovokasi oleh Musuh

Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menyayangkan sikap umat Islam yang mudah terprovokasi oleh musuh. Menurutnya, mudah terprovokasi hanya akan memberi manfaat kepada musuh serta merusak citra Islam.

Kamis, 05/10/2017 11:47 0

Indonesia

Tim Advokasi Alfian Tanjung Yakin Kalahkan Dakwaan JPU dalam Persidangan

Abdullah Al Katiri, Ketua Koordinator Tim Advokasi Alfian Tanjung (TAAT) mengaku sudah siap atas dakwaan yang dibacakan JPU.

Kamis, 05/10/2017 11:14 0

Indonesia

Moeldoko Ingin Istilah Mayoritas Minoritas Hilang dari Indonesia

Jika kata mayoritas dan minoritas masih bergaung, masih dipelihara dan dijaga, ungkap Moeldoko, bangsa Indonesia tidak akan pernah utuh.

Kamis, 05/10/2017 10:38 0

Indonesia

Wapres Jusuf Kalla Usulkan Amnesti Zakat

"Strategi zakat pun semestinya bisa sama seperti wajib pajak. Mungkin bisa seperti di adakan amnesti zakat atau penghapusan hutang pajak melalui zakat,"

Rabu, 04/10/2017 22:03 0

Indonesia

Kesadaran Bayar Rendah, Baznas Hanya Target Kumpulkan 10 Persen Potensi Zakat

Potensi pengumpulan zakat individu tahun ini sebesar Rp 138 triliun

Rabu, 04/10/2017 21:22 0

Indonesia

Polisi Percepat Proses Hukum Jonru Ginting

Setelah berkas kasus Jonru selesai, polisi ingin segera melimpahkan ke Kejaksaan

Rabu, 04/10/2017 20:51 1

Indonesia

‘Impor Senjata Polri Perlu Diaudit’

Nasir Djamil mengatakan bahwa Polri bukan pertama kali saja mengimpor senjata api. Maka, ia menegaskan bahwa harus ada audit perihal kasus tersebut.

Rabu, 04/10/2017 20:14 0

Indonesia

Serba Impor, Indonesia Diibaratkan Seperti Memakai Infus

"Sama seperti infus yang dipasangkan pada orang sakit, kalau dicopot ya bisa mati"

Rabu, 04/10/2017 19:37 0

Close