... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ombudsman Desak Negara Tak Lepas Tangan Soal Kasus First Travel

Foto: Ketua Ombudsman RI, Amzulian Rifai

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Ombudsman RI, Amzulian Rifai menegaskan bahwa negara tidak bisa lepas tangan begitu saja terhadap korban-korban First Travel, dan harus memberikan kepastian.

“Negara tidak bisa begitu saja lepas tangan. Harus ada jalan keluar, jangan sampai 58 ribu yang hendak berangkat dan sudah bayar ini tidak ada kepastian,” ujarnya di Gedung Ombudsman, Kuningan, Jakarta pada Rabu (04/10).

Rifai menegaskan bahwa salah satu langkah yang bisa diambil pemerintah adalah dengan menjual aset aset milik First Travel yang ada. Ia juga mencontohkan, banyak perusahan kecil yang bangkrut, namun untuk memenuhi pembayaran perusahan, maka asetnya dijual.

“Tapi menurut saya aset-aset yang ada dijual, dan prioritasnya untuk pengembalian kepada korban,” terangnya.

Selain itu, Rifai juga mengungkapkan bahwa jangan sampai para korban first travel diam saja dengan kejadian ini. Sebab, jika kasus seperti yang dilakukan biro umrah yang menggunakan skema ponzi itu dianggap bisa, maka akan muncul first travel lain.

“Kalau ditanya 58 ribu orang ini, jangan-jangan mayoritasnya ikhlas. Saya sudah mengambil sampel 15 orang. Tapi kan tidak seperti itu, nanti kalau semuanya ikhlas, muncul First Travel yang lain,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Pakistan

PBB Didesak Tangani Krisis Kashmir

Konflik Kashmir mungkin adalah konflik paling berbahaya di dunia karena perlombaan nuklir dan rudal spiral antara India dan Pakistan ditambah dengan permusuhan historis yang menyebabkan perang antara dua rival.

Kamis, 05/10/2017 15:05 1

Eropa

PBB: Kejahatan HAM di Myanmar Tidak Bisa Ditolerir 

PBB menyatakan bahwa kekerasan yang dilancarkan pemerintah Myanmar terhadap etnis Muslim Rohingya merupakan bentuk kejahatan terhadap HAM.

Kamis, 05/10/2017 14:14 0

Turki

Berencana Bunuh Erdogan, 34 Orang Divonis Seumur Hidup

Pengadilan Turki memutuskan hukuman seumur hidup kepada 34 orang karena merencanakan pembunuhan terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan di sebuah hotel mewah Aegean selama kudeta yang gagal tahun lalu.

Kamis, 05/10/2017 13:40 0

Afghanistan

Begini Strategi Baru AS Hadapi Taliban di Afghanistan

Pejabat AS menilai bahwa pasukan Afghanistan tidak terbukti bisa menghentikan Taliban dalam operasi defensif. "Mereka harus mencoba menyerang sebagai gantinya," kata Mattis.

Kamis, 05/10/2017 13:13 0

Eropa

Uni Eropa Adakan Dialog Khusus terkait Referendum Catalonia

Menghadapi debat darurat di Parlemen Eropa terkait kemerdekaan Catalan, Wakil Presiden Komisi Eropa Frans Timmermans mendesak semua pemimpin Eropa untuk mengadakan pembicaraan.

Kamis, 05/10/2017 10:53 0

Afrika

Serangan Mematikan Sergap Patroli Pasukan Khusus AS di Niger

Sedikitnya tiga anggota pasukan khusus AS dan lima tentara Niger tewas akibat disergap oleh pasukan bersenjata di barat daya Niger pada Rabu (04/10). Belum diketahui kelompok yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Kamis, 05/10/2017 09:41 0

Asia

India Hapus Taj Mahal dari Tujuan Wisata, Alasannya Karena Agama

Pemerintah India dilaporkan menghapus Taj Mahal, salah satu dari tujuh keajabian dunia, dari destinasi wisata negaranya. Alasannya diduga karena bangunan tersebut didirikan oleh umat Islam

Kamis, 05/10/2017 08:55 0

Rusia

Raja Salman Gelar Kunjungan Bersejarah ke Rusia

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz tiba di Moskow pada Rabu (04/10) sebagai delegasi negara tingkat tinggi. Ini merupakan kunjungan pertama Raja Saudi ke Rusia dalam sejarah hubungan kedua negara.

Kamis, 05/10/2017 07:57 0

Myanmar

Gelombang Baru Pengungsi Rohingya Jejali Perbatasan Bangladesh

Di tengah semakin meredupnya isu kemanusiaan minoritas Muslim Rohingya, militer Myanmar kembali mengusir puluhan ribu etnis yang disebut PBB paling tertindas di dunia itu dari kampung halaman mereka. Dilaporkan warga satu desa harus mengungsi ke Bangladesh setelah militer menyerbu kampung mereka.

Kamis, 05/10/2017 07:25 0

Iran

Jumpa Pers di Iran, Erdogan: Mossad di Balik Referendum Kurdistan Iraq

Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan menduga ada peran intelijen Israel, Mossad, dalam referendum Kurdistan Irak.

Kamis, 05/10/2017 06:33 0

Close