... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Muncul Aturan Wajah Wajib Terlihat di Tata Tertib Berpakaian Fakultas Pertanian UNS

Foto: Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta

KIBLAT.NET, Surakarta –  Surat edaran soal Tata Tertib Berpakaian di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta beredar di media sosial. Surat tersebut salah satunya menyatakan wajah wajib terlihat bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Surat edaran dekan tentang Tata Tertib Berpakaian di Fakultas Pertanian UNS beredar di media sosial WhatsAap. Tertanggal 20 September 2017, surat tersebut ditanda tangani oleh Dekan Prof. Dr. Ir. Bambang Pujiasmanto, MS.

Ada dua poin dalam tata tertib berpakaina tersebut. Poin pertama menyebutkan, Dilarang memakai kaos oblong, sandal, celana jean yang tidak pantas, potongan rambut/asesoris punky, dan pakaian ketat yang menyebabkan bentuk tubuh terlihat jelas pada semua kegiatan yang terkait proses belajar mengajar.

Poin kedua, supaya tidak mengganggu kinerja Tri Dharma Perguruan Tinggi dan demi kejelasan identitas dan kelancaran komunikasi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa di kampus wajah wajib terlihat ketika berkomunikasi dengan teman sejawat maupun unsur civitas akademika yang lain. Frasa wajah wajib terlihat dalam poin kedua ini dicetak dengan huruf tebal dan digaris bawah.

Untuk mengkonfirmasi perihal surat edaran tersebut, Kiblat.net mendatangi rektoran Universitas Sebelas Maret (UNS). Pihak sekretariat rektorat membenarkan soal adanya surat edaran tersebut. “Iya, surat edaran itu emang ada,” ungkapnya seorang sumber di Sekretariat Rektor UNS yang tak mau disebutkan namanya kepada kiblat.net, pada Kamis (05/10).

BACA JUGA  Pengamanan Reuni 212 Tahun Ini Lebih Ketat, Ada Metal Detector di Setiap Pintu Masuk Monas

Surat tersebut menjadi perhatian kalangan mahasiswa UNS. Mereka mengakui mengetahui perihal surat edarantentang  tata tertib berpakai itu.

“Iya tahu soal surat edaran itu, tapi cuma lewat grup WA,” ujar Lukman, mahasiswa Fakultas Pertanian.

Saat berita ini disusun, pihak rekorata Universitas Sebelas Maret (UNS) diinformasikan akan memberikan  keterangan terkait surat edaran tersebut.

Reporter: Reno
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Pakistan

PBB Didesak Tangani Krisis Kashmir

Konflik Kashmir mungkin adalah konflik paling berbahaya di dunia karena perlombaan nuklir dan rudal spiral antara India dan Pakistan ditambah dengan permusuhan historis yang menyebabkan perang antara dua rival.

Kamis, 05/10/2017 15:05 1

Eropa

PBB: Kejahatan HAM di Myanmar Tidak Bisa Ditolerir 

PBB menyatakan bahwa kekerasan yang dilancarkan pemerintah Myanmar terhadap etnis Muslim Rohingya merupakan bentuk kejahatan terhadap HAM.

Kamis, 05/10/2017 14:14 0

Turki

Berencana Bunuh Erdogan, 34 Orang Divonis Seumur Hidup

Pengadilan Turki memutuskan hukuman seumur hidup kepada 34 orang karena merencanakan pembunuhan terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan di sebuah hotel mewah Aegean selama kudeta yang gagal tahun lalu.

Kamis, 05/10/2017 13:40 0

Afghanistan

Begini Strategi Baru AS Hadapi Taliban di Afghanistan

Pejabat AS menilai bahwa pasukan Afghanistan tidak terbukti bisa menghentikan Taliban dalam operasi defensif. "Mereka harus mencoba menyerang sebagai gantinya," kata Mattis.

Kamis, 05/10/2017 13:13 0

Eropa

Uni Eropa Adakan Dialog Khusus terkait Referendum Catalonia

Menghadapi debat darurat di Parlemen Eropa terkait kemerdekaan Catalan, Wakil Presiden Komisi Eropa Frans Timmermans mendesak semua pemimpin Eropa untuk mengadakan pembicaraan.

Kamis, 05/10/2017 10:53 0

Afrika

Serangan Mematikan Sergap Patroli Pasukan Khusus AS di Niger

Sedikitnya tiga anggota pasukan khusus AS dan lima tentara Niger tewas akibat disergap oleh pasukan bersenjata di barat daya Niger pada Rabu (04/10). Belum diketahui kelompok yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Kamis, 05/10/2017 09:41 0

Asia

India Hapus Taj Mahal dari Tujuan Wisata, Alasannya Karena Agama

Pemerintah India dilaporkan menghapus Taj Mahal, salah satu dari tujuh keajabian dunia, dari destinasi wisata negaranya. Alasannya diduga karena bangunan tersebut didirikan oleh umat Islam

Kamis, 05/10/2017 08:55 0

Rusia

Raja Salman Gelar Kunjungan Bersejarah ke Rusia

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz tiba di Moskow pada Rabu (04/10) sebagai delegasi negara tingkat tinggi. Ini merupakan kunjungan pertama Raja Saudi ke Rusia dalam sejarah hubungan kedua negara.

Kamis, 05/10/2017 07:57 0

Myanmar

Gelombang Baru Pengungsi Rohingya Jejali Perbatasan Bangladesh

Di tengah semakin meredupnya isu kemanusiaan minoritas Muslim Rohingya, militer Myanmar kembali mengusir puluhan ribu etnis yang disebut PBB paling tertindas di dunia itu dari kampung halaman mereka. Dilaporkan warga satu desa harus mengungsi ke Bangladesh setelah militer menyerbu kampung mereka.

Kamis, 05/10/2017 07:25 0

Iran

Jumpa Pers di Iran, Erdogan: Mossad di Balik Referendum Kurdistan Iraq

Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan menduga ada peran intelijen Israel, Mossad, dalam referendum Kurdistan Irak.

Kamis, 05/10/2017 06:33 0

Close