... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Imparsial: Sebaiknya Polisi Gunakan Senjata Maksimal Peluru Karet

Foto: Polisi Lalu Lintas (Polantas)

KIBLAT.NET, Jakarta – Imparsial menyoroti adanya wacana Polantas yang akan dipersenjatai. Menurut pengamat Imparsial, Nicollo Altar menegaskan bahwa polisi yang keseharianya brsinggungan dengan masyarakat umum berbahaya jika diberi senjata.

“Adanya impor senjata ini, saya belum melihat arah Polri untuk menggunakan senjata secara berlebihan seperti Brimob, Gegana. Memang sangat berbahaya jika polisi di garis depan menggunakan senjata,” katanya kepada Kiblat.net di kantor Imparsial, Jakarta pada Rabu (04/10/2017).

Ia juga menegaskan bahwa Polisi hanya boleh menggunakan senjata berat jika bertemu dengan kelompok kriminal bersenjata. Selainnya, sebaiknya menggunakan peluru karet.

“Sebaiknya memang ketika polisi mengunakan senjata ya paling maksimal peluru karet. Memang senjatanya berat, tapi isinya peluru karet,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nicollo mengatakan bahwa jika polisi berhadapan dengan kelompok kriminal bersenjata, memang perlu menggunakan senjata api. “Tidak mungkin menggunakan peluru karet,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, Polri berencana mempersenjatai Polisi Lalu Lintas (Polantas) dengan senjata api. Menurut Kapolri Tito Karnavian, senjata tersebut digunakan untuk melawan teroris. Namun, tak lepas dari kritik karena dikhawatirkan justru menimbulkan korban masyarakat sipil.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Eropa

Spanyol Tolak Mediasi Internasional soal Referendum Catalonia

Madrid bersikeras bahwa tidak ada yang perlu dinegosiasikan. Bahkan pemerintah pusat bekas negara kolonial ini menuntut para pemimpin Catalan untuk menghormati hukum dengan tidak menindaklanjuti referendum.

Kamis, 05/10/2017 19:10 0

News

Selain First Travel, Kemenag Cabut Izin 23 Penyelenggara Umroh Bermasalah

Sekretaris Direktorat Penyelenggara ibadah Haji dan Umroh, Muhajirin Yanis, mengungkapkan saat ini ada dua puluh empat PPIU yang sudah dicabut izinnya. Termasuk diantaranya First Travel.

Kamis, 05/10/2017 18:45 0

Amerika

‘Pelaku Teror Las Vegas Bukan Muslim, Mengapa Tidak Disebut Teroris?’

Aksi penembakan di Las Vegas yang dilakukan Stephen Paddock tak disebut teroris mengundang reaksi luas

Kamis, 05/10/2017 18:14 0

Rusia

Raja Arab Saudi ke Rusia, Ini yang Akan Dibahas

Raja Salman disambut di bandara Vnukovo oleh pejabat senior Rusia yang diiringi parade band militer. Ia akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Kamis dan Perdana Menteri Dmitry Medvedev pada hari Jumat.

Kamis, 05/10/2017 16:00 0

Pakistan

PBB Didesak Tangani Krisis Kashmir

Konflik Kashmir mungkin adalah konflik paling berbahaya di dunia karena perlombaan nuklir dan rudal spiral antara India dan Pakistan ditambah dengan permusuhan historis yang menyebabkan perang antara dua rival.

Kamis, 05/10/2017 15:05 1

Eropa

PBB: Kejahatan HAM di Myanmar Tidak Bisa Ditolerir 

PBB menyatakan bahwa kekerasan yang dilancarkan pemerintah Myanmar terhadap etnis Muslim Rohingya merupakan bentuk kejahatan terhadap HAM.

Kamis, 05/10/2017 14:14 0

Turki

Berencana Bunuh Erdogan, 34 Orang Divonis Seumur Hidup

Pengadilan Turki memutuskan hukuman seumur hidup kepada 34 orang karena merencanakan pembunuhan terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan di sebuah hotel mewah Aegean selama kudeta yang gagal tahun lalu.

Kamis, 05/10/2017 13:40 0

Afghanistan

Begini Strategi Baru AS Hadapi Taliban di Afghanistan

Pejabat AS menilai bahwa pasukan Afghanistan tidak terbukti bisa menghentikan Taliban dalam operasi defensif. "Mereka harus mencoba menyerang sebagai gantinya," kata Mattis.

Kamis, 05/10/2017 13:13 0

Eropa

Uni Eropa Adakan Dialog Khusus terkait Referendum Catalonia

Menghadapi debat darurat di Parlemen Eropa terkait kemerdekaan Catalan, Wakil Presiden Komisi Eropa Frans Timmermans mendesak semua pemimpin Eropa untuk mengadakan pembicaraan.

Kamis, 05/10/2017 10:53 0

Afrika

Serangan Mematikan Sergap Patroli Pasukan Khusus AS di Niger

Sedikitnya tiga anggota pasukan khusus AS dan lima tentara Niger tewas akibat disergap oleh pasukan bersenjata di barat daya Niger pada Rabu (04/10). Belum diketahui kelompok yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Kamis, 05/10/2017 09:41 0

Close