... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Gelombang Baru Pengungsi Rohingya Jejali Perbatasan Bangladesh

KIBLAT.NET, Arakan – Di tengah semakin meredupnya isu kemanusiaan minoritas Muslim Rohingya, militer Myanmar kembali mengusir puluhan ribu etnis yang disebut PBB paling tertindas di dunia itu dari kampung halaman mereka. Dilaporkan warga satu desa harus mengungsi ke Bangladesh setelah militer menyerbu kampung mereka.

Seperti dilaporkan Al-Jazeera, Rabu (04/10), militer Myanmar mengosongkan satu desa penuh yang dihuni Muslim Rohingya di provinsi Arakan. Hal itu bertujuan mengeluarkan sisa-sisa warga Muslim yang tinggal di negara yang sebelumnya bernama Burma.

Menurut saksi mata, warga yang mayoritas anak-anak dan wanita itu dipaksa menempuh perjalanan jauh tanpa kendaraan menuju perbatasan Bangladesh. Selama perjalanan mereka dalam keadaan kemanusiaan yang sangat sulit.

Jumlah mereka sekitar 10.000 orang. Saat ini sudah berkumpul di salah satu titik di dekat pintu perlintasan ke Bangladesh untuk bergabung dengan ratusan ribu pengungsi Rohingya di kamp-kamp di pinggiran negara tetangga itu.

Salah satu dari mereka, Rachida Bhagum (30), menceritakan sedikit perjuangannya bersama keluarganya, termasuk putri kecilnya, dan ribuan Muslim Rohingya lainnya. Setelah jalan kaki yang sangat jauh ke perbatasan Bangladesh, para pengungsi berkumpul di pinggiran Sungai. Kemudian kami menyeberangi Sungai Naf, yang memisahkan Myanmar dari Bangladesh.

Bhagum menuturkan, kampanye militer terbaru ini terjadi di saat pemerintah Myanmar mengatakan bahwa warga Rohingya akan aman jika mereka tetap berada di desa-desa mereka.

“Tentara mendatangi setiap rumah dan memerintahkan kami untuk pergi,” katanya kepada AFP.

“Mereka bilang mereka tidak akan menyerang kita, tapi akhirnya mereka mengusir kita dan membakar rumah kita,” imbuhnya.

Pengungsi lainnya yang merupakan wanita muda, Sumaya Bibi, menggambarkan bagaimana lebih dari 1.000 warga sipil bersembunyi di tepi sungai Senin malam untuk menghindari pantauan militer Bangladesh.

Bibi menjelaskan bahwa mereka telah tiba di Bangladesh menggunakan sepuluh kapal kayu untuk melintasi Sungai Naf ke pantai terpencil di Bangladesh.

Militer menyerang kampung halaman mereka pada Jumat lalu. Mereka harus berjalan kaki selama beberapa hari menembus ribunnya hutan di perbatasan.

Pada 30 September, lebih dari setengah juta Muslim Rohingya tercatat meninggalkan kampung halaman mereka setelah militer Myanmar dan ekstremis Budha meluncurkan kampanye pembersihan etnis Muslim Rohingya. Di tengah jumlah mereka yang terus meningkat, Bangladesh mengumumkan pihaknya sudah menampung antara 4.000 dan 5.000 pengungsi dari Arakan.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Wapres Jusuf Kalla Usulkan Amnesti Zakat

"Strategi zakat pun semestinya bisa sama seperti wajib pajak. Mungkin bisa seperti di adakan amnesti zakat atau penghapusan hutang pajak melalui zakat,"

Rabu, 04/10/2017 22:03 0

Indonesia

Kesadaran Bayar Rendah, Baznas Hanya Target Kumpulkan 10 Persen Potensi Zakat

Potensi pengumpulan zakat individu tahun ini sebesar Rp 138 triliun

Rabu, 04/10/2017 21:22 0

Indonesia

Polisi Percepat Proses Hukum Jonru Ginting

Setelah berkas kasus Jonru selesai, polisi ingin segera melimpahkan ke Kejaksaan

Rabu, 04/10/2017 20:51 1

Indonesia

‘Impor Senjata Polri Perlu Diaudit’

Nasir Djamil mengatakan bahwa Polri bukan pertama kali saja mengimpor senjata api. Maka, ia menegaskan bahwa harus ada audit perihal kasus tersebut.

Rabu, 04/10/2017 20:14 0

Indonesia

Serba Impor, Indonesia Diibaratkan Seperti Memakai Infus

"Sama seperti infus yang dipasangkan pada orang sakit, kalau dicopot ya bisa mati"

Rabu, 04/10/2017 19:37 0

Indonesia

Begini Komentar Mantan Panglima TNI Soal Gaduh Impor Senjata Polri

Menurut Jenderal Purn. Moeldoko Ya mungkin saja terjadi kurang koordinasi

Rabu, 04/10/2017 18:35 0

Indonesia

Imparsial: BNPT Tak Boleh Punya Kewenangan Penindakan Terorisme

"Jangan sampai BNPT memiliki kewenangan penindakan operasional dalam penanganan terorisme"

Rabu, 04/10/2017 18:03 0

Indonesia

Komisi III DPR: Ada Ruang Gelap dalam Impor Senjata Polri

"Jangan sampai kemudian ada kesan ada pihak yang kemudian memanfaatkan senjata ini. Tapi difasilitasi institusi resmi seperti Kepolisian,"

Rabu, 04/10/2017 17:12 1

Indonesia

Soal Penembakan di Las Vegas, Felix Siauw: Jika Pelakunya Muslim, Dunia Sibuk

Dai remaja, Felix Siauw turut mengomentari peristiwa penembakan yang terjadi di Las Vegas dengan sedikitnya 58 korban tewas beberapa waktu lalu. Ia menilai media-media tidak menyebutnya sebagai serangan terorisme, karena pelakunya adalah Muslim.

Rabu, 04/10/2017 15:41 4

Tarbiyah Jihadiyah

Berbagi Peran dalam Memperjuangkan Islam

Para sahabat berbagi peran dalam khidmah terhadap Islam. Ada yang bertugas untuk azan, ada yang jadi Imam, ada yang berfatwa, ada yang mengajar, ada yang berdakwah da nada yang berjihad. Mereka tidak berteori, tapi langsung mebuktikan dengan amal nyata.”

Rabu, 04/10/2017 14:46 0

Close
CLOSE
CLOSE