... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Berbagi Peran dalam Memperjuangkan Islam

Foto: Berbagi peran dalam perjuangan (Ilustrasi)

KIBLAT.NET  Perjuangan mengembalikan kejayaan Islam ini tentu membutuhkan proses yang panjang. Juga membutuhkan kesolidan dari kaum muslimin itu sendiri. Umat Nabi Muhammad ini diharapkan bisa bekerja sama dalam perjuangan di setiap lini.

Rasulullah pun telah mencontohkan bagaimana cara membangun masyarakat dari awal mula dakwah Islam. Masyarakat Mekkah yang dulu diacuhkan oleh Romawi dan Persia, berhasil melibas habis dua imperium adikuasa ini. Orang arab yang dulu dikenal “kampungan” dan jauh dari peradaban, pada akhirnya muncul menjadi pemenang karena ada cahaya Islam di hati mereka.

Banyak faktor yang patut dijadikan pelajaran dalam hal ini. Namun, dalam kesempatan ini kita hanya akan menitikberatkan dalam masalah kolaborasi setiap muslim dalam perjuangan. Bagaimana para sahabat Rasulullah menggunakan potensi yang dimilikinya untuk kejayaan Islam. Andil Rasulullah pun sangat besar karena beliau selalu menempatkan dan menugaskan para sahabat sesuai dengan kelebihannya.

Kolaborasi Sahabat Rasulullah dalam Perjuangan

Syaikh Aidh Al-Qorni dalam sebuah kicauan twitter berkata, “Para sahabat berbagi peran dalam khidmah terhadap Islam. Ada yang bertugas untuk azan, ada yang jadi Imam, ada yang berfatwa, ada yang mengajar, ada yang berdakwah da nada yang berjihad. Mereka tidak berteori, tapi langsung mebuktikan dengan amal nyata.”  

Aidh Al-Qorni

Kicauan Syaikh AIdh Al-Qorni

Sudah menjadi sunnatullah bahwa setiap person memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak ada seorang manusia yang sempurna dan mampu melakukan segala hal dengan kelebihannya. Maka, dari itu Rasulullah mengetahui potensi-potensi sahabatnya dan menempatkan mereka sesuai dengan potensinya.

Sebagai contoh Rasulullah menunjuk Mush’ab bin Umair sebagai duta Islam pertama. Nabi memilih Mush’ab sebagai utusan ke Madinah untuk mengajarkan Islam kepada orang Anshar yang masuk Islam dan berbaiat di bukit Aqabah. Sekaligus, pemuda tampan yang dulu menjadi primadona di Mekkah ini bertugas mengajak penduduk Yatsrib kepada Islam serta mempersiapkan Madinah sebagai tempat hijrah yang agung.

Pertanyaannya adalah mengapa Rasul memilih Mush’ab  bin Umair? Padahal saat itu sebenarnya masih banyak tokoh yang lebih berpengaruh dan lebih dekat hubungan kekeluargaannya dengan Rasul. Nabi Muhammad mengetahui potensi Mush’ab yang memiliki bekal kearifan pikir, kemuliaan, kezuhudan, kejujuran dan kesungguhan hati.

Kalau kita tarik ke belakang, dulunya Mush’ab adalah primadona di masa jahiliyah. Setiap pertemuan dan perkumpulan yang diadakan pasti mengharapkan kedatangannya. Penampilannya yang anggun serta otaknya yang cerdas membuat orang yang bercakap dengannya tertegun dan mudah membukakan hati untuknya.

Kezuhudan dan kesungguhan hati Mush’ab pun tidak perlu diragukan karena mampu meninggalkan gemerlap dunia menuju cahaya Islam. Sekalipun ibunya menggunakan segala cara untuk menggoyahkan hatinya, Mush’ab tetap teguh dan menjawab, “Wahai Bunda, Saya ingin menyampaikan nasihat kepada bunda dan ananda merasa kasihan kepadamu. Saksikanlah bahwa tiada Ilah selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”

Inilah potensi yang dilihat Nabi dan apa yang diharapkan Rasul pun terwujud. Perangai yang halus dan ketenangan Mush’ab dalam berdakwah mampu meluluhkan tiga tokoh besar Yatsrib, Usaid bin Hudhair, Saad bin Muadz serta Saad bin Ubadah. Masuk Islamnya ketiga tokoh ini membuat warga Yastrib mendatangi Mush’ab dan mengucapkan kalimat syahadat. Allahu Akbar!!!

Contoh lain tentu kita tahu ketika orang-orang menanyakan kebaikan kepada Rasul, tetapi sahabat ini justru menanyakan tentang kejahatan karena takut terlibat di dalamnya. Ya, dia adalah Hudzaifah ibn Yaman. Sosok sahabat yang anti kemunafikan dan mampu melihat jejak dan gejala-gejalanya. Setelah Hudzaifah masuk Islam, ia selalu mendampingi Rasul dan selalu turut bersama-sama dalam setiap peperangan yang dipimpinnya, kecuali dalam Perang Badar.

Hudzaifah adalah sahabat yang diberi kepercayaan sebagai pemegang rahasia Rasulullah. Hingga ia digelari oleh para sahabat dengan “Shahibu Sirri Rasulullah (Pemegang Rahasia Rasulullah). Rasulullah memberikan  daftar nama orang munafik di Madinah. Hal itu dilakukan Rasul karena beberapa tantangan yang dihadapi kaum Muslimin. Yaitu hadirnya kaum Yahudi, munafik dan sekutu-sekutunya yang selalu membuat isu, fitnah dan muslihat. Hudzaifah menjadi agen intelijen pribadi Rasul untuk mencermati setiap gerak-gerik dan kegiatan mereka.

Mengapa Rasul memberikan tugas berat itu pada Hudzaifah? Karena Rasulullah menilai dalam pribadi Hudzaifah Ibnul Yaman terdapat tiga keistimewaan yang menonjol. Pertama, cerdas, sehingga dia dapat meloloskan diri dalam situasi yang serba sulit. Kedua, cepat tanggap, berpikir cepat, tepat dan jitu, yang dapat dilakukannya setiap diperlukan. Ketiga, cermat memegang rahasia, dan berdisiplin tinggi, sehingga tidak seorang pun dapat mengorek yang dirahasiakannya.

Bahkan ketika Rasul telah wafat, Amirul Mukminin Umar bin Khattab juga mengandalkan pendapat dan ketajaman pandangan Hudzaifah dalam memilih tokoh dan mengenalinya.

Begitulah cara Rasulullah menempatkan kelebihan sahabatnya. Tentu terlalu panjang lebar jika kita harus menuliskan semuanya di sini. Contoh masyhur lainnya adalah Khalid bin Walid yang ditugaskan Rasul sebagai panglima tertinggi terakhir pada perang Mu’tah, Zaid bin Tsabit yang diangkat menjadi sekretaris Rasulullah, Bilal bin Rabah dan Abdullah bin Umi Maktum sebagai muadzin Rasulullah dan lainnya.

Esensi penting dalam hal ini adalah para sahabat berjuang menegakkan kalimatullah sesuai dengan pos dan kelebihan masing-masing. Mereka saling bahu membahu dalam perjuangan, tidak saling mencela, tidak merasa lebih dari orang lain justru saling menguatkan. Terbukti Islam telah tersebar ke seluruh Jazirah Arab sebelum Rasul mangkat.

Kolaborasi hebat ini juga tidak berhenti di situ. Islam terus tersebar luas hingga menggerus dua kekuatan besar saat itu, Romawi dan Persia. Kepemimpinan Rasul dilanjutkan para khulafaurrasyidin dan generasi setelahnya.

Baca halaman selanjutnya: Perjuangan di Abad ini...

Halaman Selanjutnya 1 2
... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Rusia Bombardir Idlib, Al-Jaulani Dikabarkan Terluka Parah

Rusia melakukan serangan udara ke benteng Haiah Tahrir Syam (HTS) di provinsi Idlib utara. Kementerian Pertahanan Rusia dan aktivis setempat mengklaim 12 komandan lapangan terbunuh dan Abu Muhammad al-Jaulani terluka parah.

Rabu, 04/10/2017 14:27 0

Prancis

Dua Hari Pasca Serangan “Teror” Marseille, Parlemen Perancis Setujui RUU Terorisme

Parlemen Perancis pada Selasa (03/10/2017) menyetujui sebuah undang-undang anti-teror yang kontroversial. RUU tersebut dimenangkan 415 suara dengan 127 menolak dan 19 abstain.

Rabu, 04/10/2017 13:48 0

News

Musim Hujan, Pemerintah Revitalisasi Gorong-gorong di Pasteur Bandung

Kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) melakukan revitalisasi gorong-gorong di Jl. Dr. Djunjunan (Pasteur) kota Bandung. Upaya ini diharapkan dapat menanggulangi banjir yang kerap melanda daerah tersebut.

Rabu, 04/10/2017 13:03 0

Video News

Konfrontasi PKI dengan Umat Islam (Bag 1) – Beggy Rizkiyansyah

KIBLAT.NET – Isu PKI kembali menjadi perbincangan hangat di negeri ini. Acara nonton bersama film...

Rabu, 04/10/2017 12:53 0

Philipina

Perang Narkoba di Filipina: Hanya Orang Miskin yang Ditembak Mati

Mayoritas orang Filipina percaya bahwa hanya orang miskin yang dibunuh dalam perang narkoba yang digalakkan negara itu. Mereka mendesak agar Presiden Rodrigo Duterte mengungkapkan identitas terduga kasus narkoba dan mengadilinya di pengadilan.

Rabu, 04/10/2017 12:12 0

Indonesia

Pemuda di Bangil Ditangkap Setelah Unggah Meme Kapolri

Seorang pemuda bernama Haidar Aly ditangkap karena mengunggah meme yang memuat gambar Kapolri Tito Karnavian. 

Rabu, 04/10/2017 11:45 0

Libya

Abu Khattala, Mastermind Serangan Bengazhi 2012 atau Hanya Penonton?

Seorang pria Libya yang dituding sebagai dalang serangan tahun 2012 di Benghazi yang membunuh seorang duta besar AS dan tiga stafnya diadili di Washington pada Senin (02/10/2017). Pengacara terdakwa dengan tegas menyatakan bahwa dia hanyalah saksi peristiwa tersebut.

Rabu, 04/10/2017 11:01 0

Belanda

Pasukannya Tewas di Mali, Menhan Belanda Mundur

Menteri Perthanan Belanda, Janine Haines, mengundurkan diri menyusul laporan yang menyoroti tajam kegagalan pasukan di bawah komandonya dalam misi penjaga perdamaian PBB di Mali. Laporan itu menyebabkan Haines dihujani kritik dari berbagai pihak.

Rabu, 04/10/2017 09:57 0

Suriah

Begini Strategi Intelijen untuk Lemahkan Jihadis di Idlib

"Menyangkut Jabhah Nusrah (HTS), mereka bekerja melemahkannya melalui operasi intelijen," kata sumber oposisi kepada Reuters.

Rabu, 04/10/2017 09:14 0

Indonesia

Jonru Akan Ajukan Pra Peradilan

Polisi resmi menahan pegiat media sosial Jonru Ginting terkait kasus peyebaran ujaran kebencian. Penahanan itu dilakukan di Mapolda Metro Jaya pada Jum'at malam (29/09).

Rabu, 04/10/2017 08:33 0