... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

ARSA Ucapkan Terima Kasih kepada Masyarakat Dunia

Foto: Tim relawan kemanusiaan dari Muhammadiyah Aid mengobati pengungsi Rohingya di Coxs Bazar.

KIBLAT.NET, Rakhine- Gerilyawan Rohingya, Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) mengucapkan terima kasih kepada semua negara, organisasi dan orang-orang yang terlibat membantu mengakhiri krisis kemanusiaan di Rohingya. Ucapan terima kasih itu secara khusus disampaikan kepada PBB dan Bangladesh.

“Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) ingin mengutarakan terima kasih sepenuhnya kepada yang terhormat Sekretaris Jenderal PBB HE. Antonio Guterres atas dasar arahannya pada laporan tentang kekerasan brutal, pelanggaran HAM, pembunuhan sipil dan pemerkosaan, yang (semua itu) dilakukan oleh militer Myanmar terhadap etnis Rohingya penduduk asli Arakan State,” ungkap ARSA melalui rilisnya yang dipublikasikan pada Selasa (03/10) di akun Twitter @Arsa_Official.

“Dan juga kepada Bangladesh atas perhatiannya terhadap tindakan terorisme sistematik, kejahatan perang, genosida, pelanggaran HAM, serta pembersihan etnis yang dilakukan Militer Myanmar terhadap etnis Rohingya penduduk asli Arakan State,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui, PBB menyatakan bahwa Rohingya merupakan etnis paling teraniaya di muka bumi. Apa yang dilakukan oleh rezim militer Myanmar terhadap Rohingya dinyatakan sebagai “textbook example of ethnic cleansing.” Bukti-bukti kekerasan juga dikuatkan oleh para ilmuwan dari Genoside Wacth.

“Militer Myanmar tidak akan berhenti membunuh sipil, membakar pedesaan Rohingya, membatasi gerakan Rohingya, menghalangi bantuan kemanusiaan dari NGO termasuk Badan Pencari Fakta Internasional yang diutus PBB,” tegas ARSA.

Pasca konflik 25 September, Bangladesh diketahui telah banyak penampung pengungsi Rohingya yang lari dari kekerasan di Rakhine. Pengungsi-pengungsi Rohingya juga menerima bantuan kemanusiaan melalui lembaga-lembaga bantuan di sana.

BACA JUGA  Menolak Pengungsi Rohingya Sama dengan Legalkan Pelanggaran HAM

“Kami mengapresiasi Bangladesh dan rakyatnya atas kebaikan dan kedermawanan yang mereka lakukan untuk menampung pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari kejahatan yang dilakukan oleh Militer Burma,” ungkapnya.

Di penghujung rilisnya, ARSA menyatakan akan menerima semua pihak yang ingin mengakhiri konflik kemanusiaan di Rohingya.

“Kami dengan hangat menyambut utusan DK dan Sekjen PBB untuk mengakhiri kekerasan yang menimpa masyarakat sipil etnis Rohingya dan mengembalikan stabilitas daerah. Dengan rendah hati, kami turut melayani bagi yang bekerja sama dengan PBB dan masyarakat internasional yang terlibat dalam mengakhiri krisis kemanusiaan,” pungkasnya.

 

Reporter: Syafi’i Iskandar
Editor: Jon Muhammad


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Tarbiyah Jihadiyah

Berbagi Peran dalam Memperjuangkan Islam

Para sahabat berbagi peran dalam khidmah terhadap Islam. Ada yang bertugas untuk azan, ada yang jadi Imam, ada yang berfatwa, ada yang mengajar, ada yang berdakwah da nada yang berjihad. Mereka tidak berteori, tapi langsung mebuktikan dengan amal nyata.”

Rabu, 04/10/2017 14:46 0

Video News

Konfrontasi PKI dengan Umat Islam (Bag 1) – Beggy Rizkiyansyah

KIBLAT.NET – Isu PKI kembali menjadi perbincangan hangat di negeri ini. Acara nonton bersama film...

Rabu, 04/10/2017 12:53 0

Indonesia

Pemuda di Bangil Ditangkap Setelah Unggah Meme Kapolri

Seorang pemuda bernama Haidar Aly ditangkap karena mengunggah meme yang memuat gambar Kapolri Tito Karnavian. 

Rabu, 04/10/2017 11:45 0

Indonesia

Jonru Akan Ajukan Pra Peradilan

Polisi resmi menahan pegiat media sosial Jonru Ginting terkait kasus peyebaran ujaran kebencian. Penahanan itu dilakukan di Mapolda Metro Jaya pada Jum'at malam (29/09).

Rabu, 04/10/2017 08:33 0

Indonesia

Polisi Sebut Jonru Ditahan karena Akui Perbuatanya

Penyidik Polda Metro Jaya resmi menahan Jonru Ginting terkait kasus ujaran kebencian. Penahanan tersebut dilakukan usai pemeriksaannya sebagai tersangka.

Rabu, 04/10/2017 08:04 0

Indonesia

Diperiksa Berhari-hari, Jonru Dikabarkan Sakit

"Kondisi agak kurang sehat," ujar kuasa hukumnnya, Juju Purwantoro, saat dikonfirmasi, Selasa (02/10).

Rabu, 04/10/2017 07:30 0

Indonesia

Kuasa Hukum Hidayat Optimis Menang Putusan Sela

"JPU melakukan kesalahan dalam penggunaan pasal, dan ini adalah kesalahan fatal," ungkapnya saat ditemui di Pengadilan Negeri kelas 1A, Selasa (03/10).

Rabu, 04/10/2017 06:30 0

Indonesia

Pengacara Hidayat: Jawaban Jaksa Atas Eksepsi Tak Sesuai Fakta

Muhammad Hidayat, warga Bekasi pelapor putra Presiden Jokowi Kaesang Pangarep yang kemudian dijadikan tersangka oleh aparat, menjalani sidang ketiga Selasa sore (03/10). Agenda sidang pembacaan jawaban Jaksa Penuntut Umum atas nota keberatan dakwaan yang disampaikan oleh pengacara Hidayat pada persidangan sebelumnya.

Rabu, 04/10/2017 06:02 0

Indonesia

Ini Isi Eksepsi Muhammad Hidayat

"Apa yang diupload oleh Hidayat ini adalah suatu yang sudah diupload dan sudah milik umum dan tidak ada kepemilikan"

Selasa, 03/10/2017 23:33 0

Indonesia

Definisi Terorisme Belum Selesai, Potensi Abuse of Power

Anggota Panitia Kerja (Panja) RUU Terorisme Nasir Djamil menyebut definisi terorisme belum selesai

Selasa, 03/10/2017 22:52 0

Close