Polisi Akan Periksa Bendahara Saracen Pekan Depan

KIBLAT.NET, Bogor- Kepolisian masih menggulirkan pemeriksaan terkait kelompok terduga penyebar berita Hoax, Saracen. Penyidik Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan terhadap Mirda alias Retno, bendahara kelompok Saracen, sebagai saksi, pekan depan.

“Minggu depan kita panggil lagi untuk datang,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul, di Bogor, Jumat (29/09).

Martinus mengatakan, sebelumnya Retno sudah dipanggil untuk diperiksa pada Rabu (27/09) lalu, namun ia mangkir. Retno tidak hadir tanpa keterangan. Penyidik butuh kesaksian Retno untuk memperjelas dugaan pidana dalam kasus tersebut.

“Sehingga kami bisa lebih lengkapi berkas perkara empat tersangka terkait Jasriadi (ketua Saracen),” kata Martinus.

Martinus mengatakan, sebagai bendahara, Retno diduga mengetahui soal aliran dana dari pihak luar ke kelompok Saracen. Dari laporan hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dari 15 rekening Saracen, ditemukan sejumlah nama.

Penyidik menelusuri nama-nama tersebut untuk mencari tahu hubungan mereka dengan kelompok Saracen. “Kalau memang ada aliran dana, yang seperti apa. Kalau memang tidak ada, tolong dijelaskan,” kata Martinus.

Penyidik juga akan mengkonfirmasi soal dugaan aliran dana Rp 75 juta dari Asma Dewi. Dewi telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penyebaran ujaran kebencian dan konten berbau SARA.

“Ini perkembangannya, sehingga butuh keterangan Retno supaya menjelaskan soal aliran dana yang ada,” kata Martinus.

BACA JUGA  Hidayat Nur Wahid Kritik Pembukaan Layanan Visa Bagi Israel

Selain Retno, penyidik juga akan memeriksa dua orang lainnya, Dwiyadi dan Riandi sebagai saksi. Keduanya diduga merupakan anggota Saracen dan mengetahui aktivitas kelompok itu.

Diketahui, dalam kasus ini, polisi menetapkan empat pengurus Saracen sebagai tersangka. Mereka adalah Mohammad Faisal Todong, Sri Rahayu Ningsih, Jasriadi, dan Mahammad Abdullah Harsono. Mereka diduga terlibat dalam menyebarkan konten ujaran kebencian dan berbau SARA di media sosial sesuai pesanan dengan tarif Rp 72 juta.

Media yang digunakan untuk menyebar konten tersebut antara lain di Grup Facebook Saracen News, Saracen Cyber Team, situs Saracennews.com, dan berbagai grup lain yang menarik minat warganet untuk bergabung. Hingga saat ini diketahui jumlah akun yang tergabung dalam jaringan Grup Saracen lebih dari 800.000 akun.

 

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Syafi’i Iskandar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat