... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Mufti Iraq: Kezaliman Rezim Sektarian Dorong Kurdi Referendum

Foto: oleh Anggota Komisi Agung untuk Fatwa di Iraq, Abdul-Wahab al-Ani saat membanyakan pertanyaan Syaikh Rafi Rifai

KIBLAT.NET, Anbar – Mufti Iraq, Rafi Rifai, mengatakan bahwa ketidakadilan pemerintah “sektarianisme” berturut-turut terhadap Kurdi mendorong mereka menggelar referendum pemisahan diri. Ia menekankan bahwa Iran penguasa de facto Iraq.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Senin (02/10), Syaikh Rifai mengatakan bahwa pemerintah sektarian yang memerintah Iraq saat ini telah menyalakan api kebencian antara etnis dan menghancurkan bangunan nasionalisme dan sosial. Yang memerintah Iraq saat ini benar-benar agen Iran bagian sistem Wilayatul Faqih (pemerintahan yang diyakini Syiah), yang dikomando oleh Qassem Soleimani dan kroni-kroninya dari milisi dan komplotan bersenjata Syiah.

Dia menambahkan bahwa “ketidakadilan berakar” mendorong beberapa pihak Arab Sunni untuk menuntut wilayah sendiri, kecuali para politisi Sunni yang terlibat dalam pemerintah. Mereka meminta wilayah sendiri untuk mengejar kekuasaan. Sementara Kurdi, mereka menuntut merdeka sepaya bebas dari rezim zalim.

Menurut pernyataan yang dibacakan oleh Anggota Komisi Agung untuk Fatwa di Iraq, Abdul-Wahab al-Ani, seandaianya bukan karena persaudaraan etnis sesama Kurdi, Iraq akan penuh dengan pengungsi. Kurdi sendiri telah menampung sebanyak dua juta pengungsi.

“Apakah hari ini mereka masih ingin mengepung orang-orang Kurdi dan memerangi ekonominya dengan menutup perbatasan dan jalur udara, karena mereka menyambut para pengungsi? ” katanya bertanya-tanya.

Pernyataan ini keluar sepakan setelah suku Kurdi yang tinggal di wilayah otonom Kurdistan di Suriah utara menggelar referendum kemerdekaan. Kendati mendapat tekanan dari banyak pihak, Kurdistan ters melanjutkan referendum.

BACA JUGA  Tiga Demonstran Tewas Dalam Demo Anti-Iran di Karbala, Irak Selatan

Suku kurdi sendiri merupakan etnis terbesar di dunia dengan anggota 30 juta. Akan tetapi, mereka tidak memiliki negara. Mayoritas mereka terpencar di empat negara: Turki, Iran, Suriah dan Iraq.

Kendati mayoritas Muslim Sunni, latar belakang aliran keagamaan mereka berbeda-beda. Ada yang Islamis dan ada yang nasionalis. Namun kebayakan dari mereka nasionalis.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Tamim Pardede: Bebaskan Saya atau Vonis Mati Saja

Tamim Pardede menegaskan bahwa ia hanya meminta keadilan dalam persidangan yang ia jalani.

Senin, 02/10/2017 23:04 0

Indonesia

Sebut Jokowi Antek Komunis, Tamim Pardede: Saya Tidak Menghina Tapi Mengingatkan

Tamim Pardede menegaskan bahwa ucapannya yang menyebut 'Jokowi antek komunis' bukan sebuah hinaan. Melainkan, kalimat tersebut dianggap sebagai peringatan.

Senin, 02/10/2017 22:24 0

Indonesia

Dianggap Tak Bertanggungjawab Soal Perkara Pardede, Hakim ‘Semprot’ Polisi

Ketua Majelis Hakim, Haruno Patriadi menegaskan kepada kepolisian untuk kooperatif. Sebab, sudah dua kali sidang, pihak kepolisian selaku saksi pelapor mangkir.

Senin, 02/10/2017 22:11 0

Indonesia

Seorang Pria di Las Vegas Lancarkan Tembakan ke Arah Konser Musik, 50 Tewas

50 orang tewas dan ratusan orang terluka dalam aksi penembakan yang terjadi di Las Vegas, Amerika Serikat

Senin, 02/10/2017 19:19 0

Indonesia

Faktor-faktor Lemahnya Ekonomi Indonesia, Korupsi Teratas

Indonesia menduduki peringkat ke-36 dalam hal daya saing ekonomi menurut rilis World Economic Forum (WEF) tahun 2017. Kendati naik 5 tingkat dari posisi sebelumnya, WEF menyoroti lambannya pertumbuhan ekonomi Indonesia akibat tingkat korupsi yang tinggi.

Senin, 02/10/2017 15:15 0

Indonesia

Komisi I DPR Desak Pemerintah Tuntaskan Polemik Impor Senjata Api

Komisi I DPR mendesak pemerintah melalui Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, segera menuntaskan polemik mengenai impor senjata api kombatan ke instansi non militer.

Senin, 02/10/2017 14:27 0

Indonesia

Kisah Ibu 9 Anak, Jual Becak Keliling Madiun setelah Ditinggal Pergi Suami

Sri tak mau pasrah dengan keadaan. Ia berjuang seorang diri untuk menghidupi enam orang anak yang tinggal bersamanya.

Senin, 02/10/2017 14:03 3

Indonesia

Soal Senjata Kejut Impor, Kakor Brimob: Jangan Dianggap Paling Berbahaya

"Dia tidak mematikan, namanya juga kejut. Jadi jangan dianggap ini yang paling berbahaya dan anti tank,"

Ahad, 01/10/2017 19:53 1

Indonesia

Senjata Polisi Tak Boleh Sama dengan TNI

Polisi memang membutuhkan keberadaan senjata api karena sebagian besar senjata api yang dipegang personilnya tergolong senjata tua

Ahad, 01/10/2017 19:26 0

Indonesia

Warganet Hebohkan Keterangan Polisi Soal Senjata di Bandara Soekarno Hatta

Keterangan Polri berubah-ubah terkaiat senjata yang didatangkan untuk Korps Brimob itu

Ahad, 01/10/2017 17:04 1

Close