... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

ISIS Klaim Penembakan di Las Vegas, Mirip Kasus di Manila?

Foto: Penembakan di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat.

KIBLAT.NET, Las Vegas – ISIS mengaku bertanggung jawab atas penembakan di sebuah konser musik di Las Vegas, dimana seorang pria Amerika berusia 64 tahun membunuh setidaknya 58 orang dan melukai sedikitnya 515 orang.

Media Amaq, tempat ISIS menyebarkan propaganda dalam klaimnya mengatakan bahwa pria bersenjata itu telah masuk Islam beberapa bulan yang lalu sebelum melakukan serangan.

“Serangan Las Vegas dilakukan oleh seorang tentara ISIS dan dia melakukannya sebagai tanggapan atas seruan untuk menargetkan negara-negara koalisi,” kata media itu merujuk pada koalisi pimpinan AS yang memerangi kelompok tersebut di Timur Tengah.

Kendati demikian, pejabat AS mengatakan sejauh ini tidak ada bukti keterkaitan pria bersenjata itu dengan kelompok militan internasional manapun. Badan keamanan Amerika sedang memeriksa klaim tersebut.

Dikutip Reuters, Senin (02/10/2017), ISIS mengidentifikasi penyerang Las Vegas itu sebagai “Abu Abd al-Bar al-Ameriki.” Sementara pihak berwenang AS mengatakan pria bersenjata itu adalah Stephen Paddock yang tinggal di sebuah rumah jaga di Mesquite, Nevada.

Pria itu memiliki lebih dari 10 senapan dan melepaskan tembakan ke konser musik country Las Vegas pada hari Minggu malam dari jendela lantai 32. “Ia bunuh diri sebelum polisi memasuki kamar hotel yang ditembaknya,” kata polisi.

Dua pejabat senior pemerintah AS mengatakan kepada Reuters bahwa nama Paddock tidak ada dalam database teroris yang dicurigai. “Diyakini bahwa Paddock memiliki sejarah gangguan psikologis,” kata seorang pejabat.

BACA JUGA  Kini, Trump Sebut Ancaman Kurdi di Suriah Lebih Besar dari ISIS

Kasus Penembakan di Manila

Pada bulan Juni 2017 lalu, ISIS mengeluarkan klaim serupa atas serangan di sebuah kasino di Manila, Filipina dengan korban tewas lebih dari 30 orang.

Kantor Berita ISIS, Amaq, mengeluarkan dua klaim terkait serangan itu. “Pejuang mengeksekusi serangan Manila,” kata organisasi itu dalam sebuah laman di media sosial.

Sebuah pernyataan terpisah lain yang dikeluarkan oleh ISIS beberapa saat kemudian sedikit berbeda. ISIS mengidentifikasi pelaku sebagai “saudara tunggal” yang dikenal sebagai Abul Khayr al-Arkhabili.

“Dia menyerang sebuah kumpulan orang-orang Kristen yang berperang di Resorts World Manila di Filipina, membunuh atau melukai 100 orang dan akhirnya terbunuh,” kata organisasi tersebut.

Sementara itu, polisi Manila menggambarkan serangan itu sebagai usaha perampokan yang gagal. Pria bersenjata tak dikenal itu bunuh diri mati setelah menembaki perwira bersenjata dan menyebabkan malapetaka di kasino.

“Dia berbaring di tempat tidur, menutupi dirinya dengan selimut tebal dan menyiram bensin,” kata Ronald dela Rosa, kepala polisi nasional kepada wartawan. “Senapan mesin dan pistol berkaliber kecil diamankan dengan penyerang.” Dela Rosa menambahkan pria bersenjata itu mencuri koin judi, menyalakan layar TV dan menuang bensin ke meja judi bensin.

Ernesto Abella, juru bicara Presiden Rodrigo Duterte, mengamini pernyataan polisi pada sebuah konferensi pers. “Semua indikasi menunjuk pada tindakan kriminal oleh individu yang tampaknya terganggu secara emosional,” kata Abella.

BACA JUGA  Takmir Masjid Beberkan Alasan UGM Tolak Ustadz Abdul Somad

Sementara itu Kepala Polisi Manila, Albayalde mengatakan bahwa penyerang kemungkinan orang asing. “Dia terlihat bule, dia berbicara bahasa Inggris, dia besar dan dia berkulit putih, jadi dia mungkin orang asing,” kata Albayalde. “Ini entah dia kalah di kasino dan ingin menutup kerugiannya atau dia benar-benar gila,” imbuhnya.

Sumber: Al-Jazeera, Reuters
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pengacara: Kasus Tamim Pardede untuk Membungkam Kebebasan Berpendapat

Selain itu, Sulistyowati juga merasa janggal dengan Berita Acara Perkara (BAP) milik saksi fakta pelapor. Sebab, seluruh isi BAP sama, antara satu dengan yang lain.

Selasa, 03/10/2017 10:11 0

Video Kajian

Merajut Persaudaraan Islam & Peduli Rohingya ( Ust. Oemar Mita, Lc )

KIBLAT.NET – Nabi yang paling semangat mempersaudarakan antar umat muslim adalah Nabi Muhammad SAW. Maka...

Selasa, 03/10/2017 07:28 0

Indonesia

Tamim Pardede: Bebaskan Saya atau Vonis Mati Saja

Tamim Pardede menegaskan bahwa ia hanya meminta keadilan dalam persidangan yang ia jalani.

Senin, 02/10/2017 23:04 0

Indonesia

Sebut Jokowi Antek Komunis, Tamim Pardede: Saya Tidak Menghina Tapi Mengingatkan

Tamim Pardede menegaskan bahwa ucapannya yang menyebut 'Jokowi antek komunis' bukan sebuah hinaan. Melainkan, kalimat tersebut dianggap sebagai peringatan.

Senin, 02/10/2017 22:24 0

Indonesia

Dianggap Tak Bertanggungjawab Soal Perkara Pardede, Hakim ‘Semprot’ Polisi

Ketua Majelis Hakim, Haruno Patriadi menegaskan kepada kepolisian untuk kooperatif. Sebab, sudah dua kali sidang, pihak kepolisian selaku saksi pelapor mangkir.

Senin, 02/10/2017 22:11 0

Indonesia

Faktor-faktor Lemahnya Ekonomi Indonesia, Korupsi Teratas

Indonesia menduduki peringkat ke-36 dalam hal daya saing ekonomi menurut rilis World Economic Forum (WEF) tahun 2017. Kendati naik 5 tingkat dari posisi sebelumnya, WEF menyoroti lambannya pertumbuhan ekonomi Indonesia akibat tingkat korupsi yang tinggi.

Senin, 02/10/2017 15:15 0

Indonesia

Komisi I DPR Desak Pemerintah Tuntaskan Polemik Impor Senjata Api

Komisi I DPR mendesak pemerintah melalui Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, segera menuntaskan polemik mengenai impor senjata api kombatan ke instansi non militer.

Senin, 02/10/2017 14:27 0

Indonesia

Kisah Ibu 9 Anak, Jual Becak Keliling Madiun setelah Ditinggal Pergi Suami

Sri tak mau pasrah dengan keadaan. Ia berjuang seorang diri untuk menghidupi enam orang anak yang tinggal bersamanya.

Senin, 02/10/2017 14:03 3

Indonesia

Soal Senjata Kejut Impor, Kakor Brimob: Jangan Dianggap Paling Berbahaya

"Dia tidak mematikan, namanya juga kejut. Jadi jangan dianggap ini yang paling berbahaya dan anti tank,"

Ahad, 01/10/2017 19:53 1

Indonesia

Senjata Polisi Tak Boleh Sama dengan TNI

Polisi memang membutuhkan keberadaan senjata api karena sebagian besar senjata api yang dipegang personilnya tergolong senjata tua

Ahad, 01/10/2017 19:26 0

Close