... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ini Isi Eksepsi Muhammad Hidayat

Foto: Abdullah Al Katiri

KIBLAT.NET, Bekasi – Persidangan kasus ujaran kebencian dengan terdakwa Muhammad Hidayat terus bergulir, dan telah melewati agenda eksepsi. Pengacara mengungkapkan ada dua poin utama dalam nota keberatan.

Sidang eksepsi Muhammad Hidayat S, warga Bekasi pelapor anak Presiden Joko Widodo Kaesang Pangarep berlangsung Rabu (27/09/2017) lalu. Tim penasihat hukum Hidayat saat itu membacakan nota keberatan dengan dua poin utama.

“Poin-poin yang kami sampaikan jelas bahwa ada dakwaan Jaksa menggunakan pasal 31 ayat 2 UU ITE, padahal apa yang diupload oleh Hidayat ini adalah suatu yang sudah diupload dan sudah milik umum dan tidak ada kepemilikan,” Ketua Tim Advokasi Muhammad Hidayat (TAMHI) Abdullah Al Katiri saat ditemui di Pengadilan Negeri Kelas 1A Bekasi, Selasa (03/10).

“Siapapun juga boleh kalau mau merubah di situ, jadi boleh saja,” imbuhnya.

Ketika ditanya perihal konten yang diupload oleh Hidayat, Al Katiri menerangkan bahwa dalam video tersebut, kliennya hanya melontarkan kalimat tanya ‘Apa Bukan Elo Provokatornya Jendral?’. Menurutnya, dalam hukum hal tersebut bukanlah sebuah pernyataan.

“Kalau di dalam hukum, kalimat tanya belum merupakan pernyataan. Dan kalau kalimat pertanyaan itu masih belum masuk delik,” tandas Al Katiri.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Lebanon

Syiah Lebanon Bungkus Perayaan Asyura dengan Donor Darah

Pada hari Ahad (01/10) ribuan orang Lebanon dari segala usia berkumpul dalam sebuah prosesi Syiah dalam rangka meratap wafatnya Hussein bin Ali

Selasa, 03/10/2017 22:16 0

Suriah

Delapan Militan Syiah Hizbullah Dilaporkan Jadi Korban Jet Rusia

Sedikitnya delapan gerilyawan Syiah Hizbullah Lebanon dan enam militer Suriah tewas di dekat kota Humaima di provinsi Homs timur pada Senin kemarin (02/10). Belakangan diketahui, mereka tewas akibat serangan salah sasaran jet tempur Rusia.

Selasa, 03/10/2017 21:14 0

Amerika

Penembakan di Las Vegas, Adik Pelaku, Polisi hingga FBI Bantah Klaim ISIS

ISIS mengklaim bahwa serangan yang terjadi di Las Vegas oleh Stephen Paddock adalah perbuatan salah satu anggotanya tanpa memberikan bukti apapun.

Selasa, 03/10/2017 20:49 0

Amerika

Diklaim ISIS, Begini Sosok Penyerang Konser Musik di Las Vegas

Ayah mereka adalah Patrick Benjamin Paddock, seorang perampok bank yang berada dalam daftar orang paling dicari Federal Bureau of Investigation (FBI) di tahun 1960an. Riwayat hidup Patrick pada dasarnya tidak diketahui oleh anak-anaknya.

Selasa, 03/10/2017 14:47 0

Mesir

Bela Rohingya, HASM Serang Kedutaan Besar Myanmar di Kairo

Aksi ini dilakukan sebagai respon atas persekusi & genosida brutal rezim Myanmar terhadap Muslim Rohingya.

Selasa, 03/10/2017 12:16 0

Inggris

Universitas Oxford Lucuti Penghargaan dan Gudangkan Lukisan Aung San Suu Kyi

Universitas Oxford, Inggris mencopot lukisan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi yang selama ini terpampang di gerbang utama kampus.

Selasa, 03/10/2017 11:17 0

Amerika

ISIS Klaim Penembakan di Las Vegas, Mirip Kasus di Manila?

ISIS mengaku bertanggung jawab atas penembakan di sebuah konser musik di Las Vegas, dimana seorang pria Amerika berusia 64 tahun membunuh setidaknya 58 orang dan melukai sedikitnya 515 orang.

Selasa, 03/10/2017 10:55 0

Irak

Lagi, Militer AS Tewas di Iraq

Juru bicara Pentagon Jenderal Adrian Rankin Galway mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi pada Ahad (01/10). Ia tidak memberi rincian lebih lanjut.

Selasa, 03/10/2017 07:55 0

Video Kajian

Merajut Persaudaraan Islam & Peduli Rohingya ( Ust. Oemar Mita, Lc )

KIBLAT.NET – Nabi yang paling semangat mempersaudarakan antar umat muslim adalah Nabi Muhammad SAW. Maka...

Selasa, 03/10/2017 07:28 0

Irak

Mufti Iraq: Kezaliman Rezim Sektarian Dorong Kurdi Referendum

Mufti Iraq, Rafi Rifai, mengatakan bahwa ketidakadilan pemerintah "sektarianisme" berturut-turut terhadap Kurdi mendorong mereka menggelar referendum pemisahan diri. Ia menekankan bahwa Iran penguasa de facto Iraq.

Selasa, 03/10/2017 07:14 0

Close