... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Cuma Lulusan SD, Tamim Pardede Mengaku Punya 70 Paten Penemuan

Foto: Tamim Pardede menjalani sidang pada Senin (02/10) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

KIBLAT.NET, Jakarta- Pegiat sosial media, Tamim Pardede mengakui bahwa dirinya hanya tamatan Sekolah Dasar (SD). Namun, ia mengklaim memiliki 70 penemuan yang sudah dipatenkan.

“Pendidikan saya SD tapi penemuan yang dipatenkan sudah 70. Saat ini Kementerian lingkungan hidup sendiri yang bakal memperjuangkan 3 temuan saya yang spektakuler untuk didapatkan patennya,” ungkapnya saat ditemui Kiblat.net pada Senin (10/02).

“Kalau mau melihat penelitian saya buka di dokumentasi-dokumentasi resmi yang didokumentasikan oleh televisi Antara,” sambungnya.

Ia mengungkapkan bahwa temuannya yang terakhir merupakan formula yang diaplikasikan di lahan seluas 800 hektar. Padahal, kata dia, sebelumnya formula itu dianggap gagal oleh salah satu perusahaan pupuk ternama di Indonesia.

“800 hektar itu bukan tanah tapi rumput, lahan gambut. Formulanya bentuknya cairan, jadi itu rumput gambut ditanam padi dan hasilnya ternyata melebihi padi yang ditanam di sawah di tanah yang subur,” ujarnya.

Selain itu, penahanan yang dilakukan oleh polisi terhadap dirinya dianggap sebagai kesalahan. Tamim Pardede mengatakan, akibat penahanan ini tidak ada yang mendapat curahan ilmu darinya.

“Karena saya sakit hati dengan institusi itu (Polri.red),” tandasnya.

 

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Mesir

Bela Rohingya, HASM Serang Kedutaan Besar Myanmar di Kairo

Aksi ini dilakukan sebagai respon atas persekusi & genosida brutal rezim Myanmar terhadap Muslim Rohingya.

Selasa, 03/10/2017 12:16 0

Inggris

Universitas Oxford Lucuti Penghargaan dan Gudangkan Lukisan Aung San Suu Kyi

Universitas Oxford, Inggris mencopot lukisan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi yang selama ini terpampang di gerbang utama kampus.

Selasa, 03/10/2017 11:17 0

Amerika

ISIS Klaim Penembakan di Las Vegas, Mirip Kasus di Manila?

ISIS mengaku bertanggung jawab atas penembakan di sebuah konser musik di Las Vegas, dimana seorang pria Amerika berusia 64 tahun membunuh setidaknya 58 orang dan melukai sedikitnya 515 orang.

Selasa, 03/10/2017 10:55 0

Irak

Lagi, Militer AS Tewas di Iraq

Juru bicara Pentagon Jenderal Adrian Rankin Galway mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi pada Ahad (01/10). Ia tidak memberi rincian lebih lanjut.

Selasa, 03/10/2017 07:55 0

Video Kajian

Merajut Persaudaraan Islam & Peduli Rohingya ( Ust. Oemar Mita, Lc )

KIBLAT.NET – Nabi yang paling semangat mempersaudarakan antar umat muslim adalah Nabi Muhammad SAW. Maka...

Selasa, 03/10/2017 07:28 0

Irak

Mufti Iraq: Kezaliman Rezim Sektarian Dorong Kurdi Referendum

Mufti Iraq, Rafi Rifai, mengatakan bahwa ketidakadilan pemerintah "sektarianisme" berturut-turut terhadap Kurdi mendorong mereka menggelar referendum pemisahan diri. Ia menekankan bahwa Iran penguasa de facto Iraq.

Selasa, 03/10/2017 07:14 0

Afrika

Turki Buka Pangkalan Militer di Somalia

Turki secara resmi membuka sebuah pangkalan militer besar di selatan ibukota Somalia, Mogadishu, akhir pekan ini. Seperti dilansir dari BBC, pangkalan itu difokuskan untuk pelatihan militer.

Selasa, 03/10/2017 06:08 0

Palestina

Warga Palestina di Jalur Gaza Antusias Sambut Kedatangan Perdana Menteri untuk Rekonsiliasi

Kedatangan Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah menjadi yang pertama sejak 2015

Senin, 02/10/2017 20:06 0

Iran

Iran Rekrut Anak Usia 14 Tahun untuk Berperang di Suriah

Iran merekrut anak-anak imigran Afghanistan usia 14 tahun untuk bertempur di Suriah. Demikian menurut laporan Human Right Watch (HRW) seperti dikutip Al-Arabiya, Senin (02/10/2017).

Senin, 02/10/2017 17:25 0

Amerika

Peneliti Goucher College: RUU Terorisme Kontraproduktif bagi Indonesia

Chernov Hwang, profesor ilmu politik dan hubungan internasional di Goucher College mengatakan pengesahan RUU akan menimbulkan konsekuensi serius bagi kebebasan, stabilitas, dan posisi Indonesia sebagai negara yang menghormati hak asasi manusia.

Senin, 02/10/2017 15:48 0

Close