Bela Rohingya, HASM Serang Kedutaan Besar Myanmar di Kairo

KIBLAT.NET, Kairo- Kelompok bersenjata di Mesir, Hasm, pada hari Ahad (01/10) menyatakan bertanggung jawab atas serangan terhadap kedutaan Myanmar di Kairo yang terjadi pada hari sebelumnya. Aksi ini dilakukan sebagai respon atas persekusi dan genosida brutal rezim Myanmar terhadap Muslim Rohingya.

“Serangan bom ini dilakukan sebagai peringatan kepada kantor kedutaan kaum para pembunuh, eksekutor terhadap wanita dan anak-anak Muslim di negara bagian Rakhine. Ini juga sebagai bentuk solidaritas kepada anak-anak generasi Muslim yang tertindas,” kata pernyataan tersebut.

Hanya dalam waktu dua bulan sejak Agustus 2017, operasi militer oleh aparat keamanan Myanmar telah menyebabkan lebih dari 500.000 Muslim Rohingya menyelamatkan diri dan mengungsi ke Bangladesh. Negara bagian Rakhine yang memiliki garis pantai terpanjang di Myanmar telah menjadi daerah konflik kekerasan persekusi militer terhadap warga Muslim Rohingya yang kemudian memicu sebentuk perlawanan bersenjata pemuda-pemuda Rohingya.

Hasm adalah singkatan dari Harakah Sawa’id Misr atau Gerakan Bersenjata Mesir. Secara resmi kelompok ini mengumumkan diri via Facebook pada Juli 2016 lalu bersamaan dengan klaim bertanggung jawab mereka atas pembunuhan seorang Mayor Polisi bernama Mahmud Abdul Hamid. Kelompok ini mengatakan, “Kami bersumpah kepada Allah dan rakyat Mesir untuk tidak akan meletakkan senjata sampai umat kita yang besar ini terbebas dari penindasan & kezaliman oleh mesin pembunuh militer dan milisi-milisi pengkhianat pendukungnya.”

Berikutnya di bulan September tahun lalu, Hasm mengklaim bertanggung jawab atas penembakan mantan Mufti Agung Ali Gomaa oleh dua orang militan, meski gagal. Serangan lainnya termasuk bom di dekat sebuah klub polisi, eksekusi terhadap jaksa, pembunuhan seorang polisi, dan serangan bom yang menyasar hakim. Pada bulan Desember, serangan bom Hasm menghantam pos pemerikasaan polisi di Giza dekat piramida menewaskan 6 polisi dan melukai 3 lainnya.

Meskipun pemerintah Mesir menduga ada hubungan antara Ikhwanul Muslimin dengan Hasm, namun keterkaitan ini masih diperdebatkan. Demikian juga para analis belum menemukan benang merah koneksitasnya secara definitif. Serangan terbaru Hasm kali ini mengindikasikan adanya perubahan strategi. Sebelumnya, belum ada catatan kelompok tersebut menyerang target asing di Mesir.(Syaf)

 

Sumber: The Long War Journal
Redaktur: Yasin Muslim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat