... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Laporan HAM: Rusia Bunuh 5.233 Sipil Sejak Masuk Suriah

Foto: Pangkalan militer Rusia di Khmeimim, Suriah.

KIBLAT.NET, Damaskus – Sebuah LSM Suriah menyatakan, sekitar 5.233 warga sipil telah meninggal sejak Rusia memulai seramngan udara pada tahun 2015.

Dalam hal ini, Jaringan HAM Suriah (SNHR) yang berbasis di London memaparkan bahwa ada 1.417 anak dan 886 wanita yang tewas akibat serangan udara tersebut.

Selain itu, Organisasi HAM ini juga menyebut sebagian besar serangan udara Rusia telah menargetkan daerah yang dikuasai pasukan oposisi Suriah.

“Sebagian besar telah mengarah ke daerah oposisi Suriah dan hanya 15 persen serangan Rusia yang menargetkan daerah yang diduduki kelompok Daulah di Suriah,” katanya pada Ahad (01/10).

Menurut SNHR, Rusia juga telah menggunakan amunisi tandan sebanyak 212 kali di Suriah, dengan alasan bahwa sebagian besar serangan telah terjadi di provinsi barat laut Idlib.

Akibat serangan yang sangat intens ini, angkatan bersenjata Rusia di Suriah telah memaksa 2,3 juta warga sipil untuk meninggalkan rumah mereka.

Perlu diketahui, tentara Rusia mulai melakukan penyerangan di Suriah sejak tahun 2015 silam dengan dalih menggempur kelompok Daulah.

Akan tetapi menurut data-data yang ada, pasukan Rusia telah menargetkan pasukan oposisi Suriah dan warga sipil dalam operasinya di Suriah. [hun]

Sumber: Anadolu Agency
Redaktur: Dio Alifullah


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Soal Senjata Kejut Impor, Kakor Brimob: Jangan Dianggap Paling Berbahaya

"Dia tidak mematikan, namanya juga kejut. Jadi jangan dianggap ini yang paling berbahaya dan anti tank,"

Ahad, 01/10/2017 19:53 1

Indonesia

Senjata Polisi Tak Boleh Sama dengan TNI

Polisi memang membutuhkan keberadaan senjata api karena sebagian besar senjata api yang dipegang personilnya tergolong senjata tua

Ahad, 01/10/2017 19:26 0

Indonesia

Warganet Hebohkan Keterangan Polisi Soal Senjata di Bandara Soekarno Hatta

Keterangan Polri berubah-ubah terkaiat senjata yang didatangkan untuk Korps Brimob itu

Ahad, 01/10/2017 17:04 1

Indonesia

Senjata Tertahan di Bandara, IPW: Apa Bagian dari Rencana Polri Beli 20 Ribu Senpi

"Polri perlu menjelaskan, apakah senjata dan amunisi ini bagian dari rencana Polri untuk membeli 20.000 pucuk senjata api,"

Ahad, 01/10/2017 15:02 1

Foto

Di Sinilah Warga Muslim Rohingya (Pernah) Tinggal

KIBLAT.NET, Maungdaw – Amnesty Internasional dan Human Right Watch telah merilis foto satelit titik-titik kebakaran...

Ahad, 01/10/2017 13:02 0

Artikel

Antara Ujian, Rasa Takut dan Kesabaran

Kita tak perlu berputus asa dan terlalu larut dalam kesedihan ketika melihat kelaparan yang mendera anak-anak Suriah, ketakutan yang membayangi muslim Rohingya, kematian anak-anak Palestina setiap harinya, mulai berkurangnya rasa aman dai-dai kita dalam menyampaikan kebenaran di negeri mayoritas muslim ini, serta gagal panennya petani-petani negeri ini yang hampir seratus persen beragama Islam.

Sabtu, 30/09/2017 17:30 0

Suara Pembaca

45 Tahun Persatuan Mahasiswa Patani di Indonesia, Komitmen Cetak Generasi Penerus

Dalam realita perjalanan menumbuhkan sebuah organisasi mahasiswa Patani, yang berkedudukannya di Indonesia itu. Masa awal dilalui, tidak lepas dari serangkaian jejak-jejak perjuangan mereka para pendahulu sebagai perintis jalannya,

Sabtu, 30/09/2017 15:00 0

Indonesia

Berpotensi Bangkrutkan Negara, PLTU Batubara Didesak untuk Dibatalkan

Pembangunan PLTU batubara juga berpotensi membangkrutkan keuangan negara. Sebelumnya, WALHI juga telah mengirimkan surat kepada Menteri Keuangan pada tanggal 6 Februari 2017 untuk tidak memberikan jaminan pembiayaan

Sabtu, 30/09/2017 14:30 0

Analisis

Idlib Pasca Perjanjian Astana

Hanya sepekan setelah Perjanjian Astana terbaru pada 14 September 2017 yang akan membelah Idlib menjadi tiga bagian, dimana salah satu kesepakatan dari perjanjian ini adalah masuknya Turki ke wilayah Idlib yang dikendalikan pihak Pejuang Revolusi, serangan itu kini kembali dilancarkan.

Sabtu, 30/09/2017 14:04 0

Artikel

Tadabur Surat Al-Buruj Bersama Seorang Rohingya

KIBLAT.NET – Syahdan, ada seorang raja yang mempunyai tukang sihir. Suatu hari, tukang sihir raja...

Sabtu, 30/09/2017 13:57 0

Close