... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kisah Ibu 9 Anak, Jual Becak Keliling Madiun setelah Ditinggal Pergi Suami

Foto: Sri Lestari bersama keenam anaknya setelah ditinggal suami

KIBLAT.NET, Madiun- Di sebuah rumah kecil yang terletak di Mangunharjo, Madiun, Niswadi tinggal bersama istri dan anak-anaknya. Sehari-hari, Niswadi bekerja sebagai tukang becak dengan penghasilan yang tak seberapa.

Permasalahan ekonomi memang menjadi problem bagi Niswadi. Bahkan, meski sudah bekerja ekstra, ia masih belum mampu mencukupi kebutuhan keluarganya sekalipun untuk menyekolahkan anaknya.

Sayangnya, sudah lebih dari tiga pekan lamanya, Niswadi pergi meninggalkan keluarganya. Terlebih lagi, tak ada yang ditinggalkan Niswadi, kecuali becak yang biasa digunakannya untuk bekerja. Bahkan istrinya Sri Lestari (35 tahun), tak mengetahui pasti ke mana suaminya itu pergi.

Informasi berbeda datang dari tetangga Sri sendiri, Dina Pasa yang berproferi sebagai petugas Amil Lembaga Zakat FKAM Madiun. Menurutnya, Niswadi merupakan salah-satu anggota aktif Jemaah Tabligh.

“Niswadi hanya mbecak, itupun kalau di rumah. Sedangkan beliau juga sering keluar kota untuk keperluan Jamaah Tabligh, sehingga kami memberi santunan kepada keluarga yang dirumah. Tahun 2014, masih ada kedua orang tua Sri, dan anaknya masih enam,” tutur Dina kepada Kiblat.net, Kamis (29/09).

Meski tidak rutin, lembaga yang dikelola Dina cukup sering memberi santunan kepada keluarga Niswadi sejak tahun 2014. Karena memang sejak dulu Niswadi dan keluarganya tak berkecukupan.

Selain itu, Dina cukup memahami kondisi ekonomi keluarga Niswadi. Kerap kali, Dina memberi keluarga Niswadi makanan. Ketika memasak, ia melebihkan lauk dan nasi untuk kemudian diberikan kepada keluarga Niswadi.

Rumah Niswadi dan Sri Lestari (sumber: Pemkot Madiun)

Niswadi dan Sri memiliki sembilan orang anak. Anak sulung diasuh oleh saudara Sri yang tinggal di Riau. Anak kedua dan ketiga mendapatkan beasiswa sekolah gratis di Pondok Pesantren Temboro, Magetan, Jawa Timur. Sedangkan keenam anaknya yang lain kini diasuh oleh Sri sendiri. Keterbatasan ekonomi itu pula turut menghambat keenam anaknya ini untuk merasakan duduk di bangku sekolah.

BACA JUGA  Jelang Dua Bulan Kasus Qidam: Progresnya Seperti Siput Berjalan

Untuk mencukupi kebutuhan keluarga saja, Sri biasanya hanya mengandalkan penghasilan “mbecak” suami. Dalam sebulan, Niswadi hanya mampu menghasilkan sekitar 400 ribu rupiah.

Namun kini, kondisi itu diperparah dengan ‘menghilangnya’ Niswadi. Kendati demikian, Sri tak mau pasrah dengan keadaan. Ia berjuang seorang diri untuk menghidupi enam orang anak yang tinggal bersamanya.

Setiap pagi sejak ditinggal suami, Sri keluar berkeliling Kota Madiun, menawarkan kepada orang-orang yang mau membeli becak milik suaminya itu. Meski panas semakin terik, Sri tidak patah semangat. Ia tatap mendorong, menyisiri jalanan dan menjajakan barang peninggalan suaminya itu.

Perihal Niswadi, Dina menuturkan, bahwa suami Sri ini memang menjadi anggota aktif di Jamaah Tabligh. Niswadi juga sering keluar daerah untuk berdakwah di masjid-masjid.

“Dulu, sebelum hilang kabar 3 minggu terakhir ini, Niswadi kadang masih saya lihat ada di Masjid Agung Madiun. Namun sekarang entah kemana. Mungkin juga tidak ada kabarnya karena tidak memiliki ponsel, karena memang keluarga mereka tidak berpunya,” ungkap Dina.

Selain itu, menurut penuturan Sri, sebelumnya, suaminya itu juga pernah pergi keluar daerah paling lama seminggu. Namun, Sri selalu mendapatkan kabar ke mana Niswadi pergi.

“Kadang keluar daerahnya, para jamaah ini kan sampai keluar Jawa Timur dan Jawa Tengah, bahkan ada yang sampai Jakarta. Dan para jamaah juga tidak sedikit yang keluar hingga sebulan sampai tiga bulan,” tuturnya.

BACA JUGA  Imam Masjid yang Tewas di Kabul Pernah Suarakan Diakhirinya Invasi AS

Dina menjelaskan, saat ini Sri berserta ke-6 anaknya akan ditangani oleh Lembaga Amil Zakat Nurul Hayat (NH) Madiun. Kabar yang ia dapatkan, NH juga akan memfasilitasi pendidikan untuk ke-6 anak yang tinggal bersama Sri.

Sri juga ditawari modal untuk membuka usaha. Namun, kata Dina, Sri sempat bimbang. Pasalnya, Sri bingung kepada siapa anak-anaknya akan dititipkan selama ia sibuk bekerja. Sedangkan kedua orang tua Sri sudah meninggal dunia.

 

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Syafi’i Iskandar

 

 


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

3 comments on “Kisah Ibu 9 Anak, Jual Becak Keliling Madiun setelah Ditinggal Pergi Suami”

  1. Muslim

    Memberi makan anak istri fardhu ‘ain, berdakwah fardhu kifayah, harus bisa memilih mana yg jadi prioritas

  2. Ari

    Tembok itu di Magetan bkan Magelang

  3. Ini jadi pelajaran bagi kita semua, terutama yg aktif berdakwah. Pastikan dulu kondisi keluarga baik, sebelum pergi mengurus ummat.. Biar tawazun

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Eropa

Hasil Referendum, 90 Persen Penduduk Catalonia Memilih Merdeka

Pemerintah daerah Catalonia mengumumkan kemenangan telah para pendukung referendum dalam pemungutan suara pada Minggu (01/10).

Senin, 02/10/2017 13:51 0

Eropa

6 Hal Perlu Diketahui Mengenai Referendum Catalonia

Wilayah Catalonia di Spanyol yang menganut sistem demokrasi mengadakan referendum kemerdekaan pada tanggal 1 Oktober 2017. Para pemilih akan dihadapkan pada satu pertanyaan, "Apakah Anda ingin Catalonia menjadi negara merdeka dalam bentuk republik?" Dan pemilih hanya akan disediakan jawaban "ya" atau "tidak". 

Senin, 02/10/2017 11:52 0

Arab Saudi

Bangun ‘Kota Baru’ di Taif, Saudi Kucurkan Dana Sebesar 40 Triliun Rupiah

Kota baru ini merupakan perluasan dari  Souq Okaz sebuah pasar yang popular di Taif. Di dalamnya akan dilengkapi dengan pusat wisata budaya, industri, universitas hingga bandara. 

Senin, 02/10/2017 11:19 0

Amerika

Ancaman UU Anti-Syariah di Tengah Kehidupan Muslim AS

Tahun ini, sedikitnya 13 negara bagian di Amerika Serikat telah memperkenalkan undang-undang yang berusaha melarang syariat Islam. Para peneliti mengatakan, Texas dan Arkansas tengah memberlakukan UU anti-Syariah tersebut.

Senin, 02/10/2017 10:45 0

Palestina

Jelang Penyerahan Gaza, Hamas Bebaskan Lima Anggota Fatah

Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) membebaskan lima tahanan Gerakan Fatah pada Ahad (01/10). Di waktu yang sama, Mesir mengirim delegasi ke Jalur Gaza untuk mengawasi pengalihan urusan administratif di Jalur Gaza kepada pemerintahan persatuan Hamas-Fatah.

Senin, 02/10/2017 10:03 0

Afghanistan

Halau Serangan Taliban, Jet Afghanistan Malah Gempur Posisi Rekannya

Lagi-lagi koordinasi buruk di jajaran pasukan nasional Afghanistan memakan korban. Sedikitnya sepuluh personel keamanan Afghanistan tewas, Ahad (01/09), akibat serangan udara salah sasaran di wilayah Helmand, Afghanistan selatan.

Senin, 02/10/2017 09:23 0

Suriah

Dewan Syariat HTS Tunjuk Al-Jaulani Gantikan Abu Jabir

Pemimpin Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS), Abu Jabir Al-Syaikh, mengundurkan diri dari jabatannya. Hal itu sebagaimana disampaikan gerakan yang berbasisi di provinsi Idlib, Suriah, itu dalam pernyataannya resmi tertanggal 1 Oktober 2017.

Senin, 02/10/2017 08:39 0

Suriah

HRW: Iran Rekrut Anak Belasan Tahun Jadi Milisi di Suriah

Dalam sebuah laporan terakhir, Human Rights Watch (HRW) menyatakan bahwa anak-anak Afghanistan di Iran yang berusia 14 tahun telah bertarung di divisi Fatemiyoun.

Senin, 02/10/2017 08:04 0

Suriah

Laporan HAM: Rusia Bunuh 5.233 Sipil Sejak Masuk Suriah

Jaringan HAM Suriah (SNHR) yang berbasis di London memaparkan bahwa ada 1.417 anak dan 886 wanita yang tewas akibat serangan udara tersebut.

Senin, 02/10/2017 07:26 0

Suriah

Lagi, 10 Pasukan Syiah Hizbullah Tewas di Suriah

Sebanyak 10 pasukan Hizbullah tewas dalam sebuah serangan di Homs, Syria

Ahad, 01/10/2017 18:44 0

Close