... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Iran Rekrut Anak Usia 14 Tahun untuk Berperang di Suriah

Foto: Batu nisan tentara anak Afghanistan dikubur di Iran.

KIBLAT.NET, Teheran – Iran merekrut anak-anak imigran Afghanistan usia 14 tahun untuk bertempur di Suriah. Demikian menurut laporan Human Right Watch (HRW) seperti dikutip Al-Arabiya, Senin (02/10/2017).

Dalam sebuah laporan, HRW mengatakan bahwa anak-anak bergabung dalam Brigade Fatemiyoun Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC). “Divisi ini terdiri dari relawan Afghanistan yang didukung oleh Iran, berperang dengan pasukan pemerintah di Suriah,” ujar kelompok hak asasi manusia itu.

Penelitian HRW didasarkan pada foto batu nisan di pemakaman Iran, dimana kombatan yang terbunuh di Suriah telah dikuburkan. Salah satu dari delapan kuburan tersebut menunjukkan seorang anak berusia 14 tahun yang dikuburkan di bagian pemakaman pemakaman Behesht-e-Zahra di kota tersebut.

“Iran harus segera mengakhiri perekrutan tentara anak-anak dan membawa kembali anak Afghanistan yang telah dikirim untuk berperang di Suriah,” kata Direktur HRW Middle East Sarah Leah Whitson.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Iran, ada sekitar 2,5 juta orang Afghanistan yang tinggal di Iran. Banyak yang tidak memiliki dokumen tinggal. Laporan media menyebutkan bahwa Brigade Fatemiyoun mungkin berjumlah 14.000 pejuang yang telah dilatih dan didukung oleh Iran. Dibentuk pada tahun 2013, tidak ada statistik resmi pada grup tersebut.

Seorang warga Afghanistan berusia 29 tahun yang diidentifikasi oleh HRW bernama “Ali” mengungkapkan pengalamannya ketika bergabung dengan brigade tersebut. Kepada para peneliti pada bulan Agustus, dia mengatakan bergabung dengan Brigade Fatemiyoun setelah seorang perekrut menjanjikan kepadanya pembaruan izin tinggal di Iran akan lebih mudah jika dia mau bergabung.

“Mereka tidak pernah meminta saya untuk menunjukkan dokumentasi apapun, tapi mereka ingin memastikan bahwa kita adalah warga negara Afghanistan,” kata Ali kepada Human Rights Watch. “Kami harus berusia di atas 18 tahun untuk direkrut, namun mereka hanya meminta usia kami, bukan dokumentasi.”

Menurut undang-undang internasional (The Rome Statute of the International Criminal Court), rekrutmen untuk anggota militer setidaknya harus berusia 18 tahun. Pelatihan atau perekrutan tentara yang berusia lebih muda dari 15 tahun dianggap sebagai kejahatan perang.

Sumber: Al-Arabiya
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Faktor-faktor Lemahnya Ekonomi Indonesia, Korupsi Teratas

Indonesia menduduki peringkat ke-36 dalam hal daya saing ekonomi menurut rilis World Economic Forum (WEF) tahun 2017. Kendati naik 5 tingkat dari posisi sebelumnya, WEF menyoroti lambannya pertumbuhan ekonomi Indonesia akibat tingkat korupsi yang tinggi.

Senin, 02/10/2017 15:15 0

Indonesia

Komisi I DPR Desak Pemerintah Tuntaskan Polemik Impor Senjata Api

Komisi I DPR mendesak pemerintah melalui Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, segera menuntaskan polemik mengenai impor senjata api kombatan ke instansi non militer.

Senin, 02/10/2017 14:27 0

Indonesia

Kisah Ibu 9 Anak, Jual Becak Keliling Madiun setelah Ditinggal Pergi Suami

Sri tak mau pasrah dengan keadaan. Ia berjuang seorang diri untuk menghidupi enam orang anak yang tinggal bersamanya.

Senin, 02/10/2017 14:03 3

Indonesia

Soal Senjata Kejut Impor, Kakor Brimob: Jangan Dianggap Paling Berbahaya

"Dia tidak mematikan, namanya juga kejut. Jadi jangan dianggap ini yang paling berbahaya dan anti tank,"

Ahad, 01/10/2017 19:53 1

Indonesia

Senjata Polisi Tak Boleh Sama dengan TNI

Polisi memang membutuhkan keberadaan senjata api karena sebagian besar senjata api yang dipegang personilnya tergolong senjata tua

Ahad, 01/10/2017 19:26 0

Indonesia

Warganet Hebohkan Keterangan Polisi Soal Senjata di Bandara Soekarno Hatta

Keterangan Polri berubah-ubah terkaiat senjata yang didatangkan untuk Korps Brimob itu

Ahad, 01/10/2017 17:04 1

Indonesia

Senjata Tertahan di Bandara, IPW: Apa Bagian dari Rencana Polri Beli 20 Ribu Senpi

"Polri perlu menjelaskan, apakah senjata dan amunisi ini bagian dari rencana Polri untuk membeli 20.000 pucuk senjata api,"

Ahad, 01/10/2017 15:02 1

Foto

Di Sinilah Warga Muslim Rohingya (Pernah) Tinggal

KIBLAT.NET, Maungdaw – Amnesty Internasional dan Human Right Watch telah merilis foto satelit titik-titik kebakaran...

Ahad, 01/10/2017 13:02 0

Artikel

Antara Ujian, Rasa Takut dan Kesabaran

Kita tak perlu berputus asa dan terlalu larut dalam kesedihan ketika melihat kelaparan yang mendera anak-anak Suriah, ketakutan yang membayangi muslim Rohingya, kematian anak-anak Palestina setiap harinya, mulai berkurangnya rasa aman dai-dai kita dalam menyampaikan kebenaran di negeri mayoritas muslim ini, serta gagal panennya petani-petani negeri ini yang hampir seratus persen beragama Islam.

Sabtu, 30/09/2017 17:30 0

Suara Pembaca

45 Tahun Persatuan Mahasiswa Patani di Indonesia, Komitmen Cetak Generasi Penerus

Dalam realita perjalanan menumbuhkan sebuah organisasi mahasiswa Patani, yang berkedudukannya di Indonesia itu. Masa awal dilalui, tidak lepas dari serangkaian jejak-jejak perjuangan mereka para pendahulu sebagai perintis jalannya,

Sabtu, 30/09/2017 15:00 0

Close