... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ngeri, Rusia Jadikan Suriah Medan Uji Coba Senjata-senjata Ini

KIBLAT.NET, Moskow – Media Sputnik mengakui bahwa pasukan Rusia hanya dalam waktu dua tahun melakukan uji coba 162 senjata di Suriah. Media itu juga mengatakan bahwa tugas angkatan bersenjata Rusia di Suriah adalah tugas terbesar negara di luar negeri.

“Rusia menguji senjata terbaru dalam pertempuran. Dan kira-kira 162 model senjata modern dan yang dikembangkan telah diuji,” kata media itu seperti dikutip Arabi21, Ahad (01/10). Berikut sejumlah senjata yang diujicobakan:

Armada Tempur Udara

Sarana utama untuk mendukung rezim Bashar Assad adalah armada udara. Sejak 2015, pesawat pembom Su-24M dan pesawat tempur Su-25SM telah beroperasi. Pada tahun 2016 Su-35S ditempatkan di pangkalan Hameimim yang kemudian di-upgrade menjadi Su-27. Pada bulan Juni 2017 Rusia mengirim pesawat tempur Su-27M3 dan rudal jarak menengah terbaru kepada Presiden Suriah Bashar Assad.

Rusia menggunakan pesawat sukhoi dalam perang Suriah, termasuk pesawat tempur jenis Su-34 dan Su-300SM. Untuk menghancurkan target darat, angkatan udara Rusia menggunakan rudal anti-tank (PTO), Sturm, sistem anti-tank Vijr dan X-25M-29T. Selain itu, pasukan juga dilengkapi rudal IR-73 / ER-27.

Pasukan Rusia juga menggunakan berbagai jenis bom: (CAP-500 / CAP-500KR) dan bahan peledak (PITAB 500S / FAB-500M / 54V atau FAB250-270 / atau CB 100-120) A atau 2.5 RT / RBK 500 SOB-0.5) dan granat (Agitab 500-300).

Pasukan Rusia juga menggunakan M-8, M-24, M-28, ATS, dan K25-Crocodile. Helikopter terlibat dalam operasi perlindungan, operasi pencarian dan penyelamatan, dan penghancuran sekelompok pasukan dan kendaraan lapis baja, menggunakan PTO dan Ataka dan Fikhr. Tentara dilindungi dari serangan darat dengan menggunakan sistem radio Presiden-S. Selama beroperasi di Suriah, Rusia mengklaim hanya kehilangan empat helikopter.

BACA JUGA  Ancaman Berkelanjutan Pandemi Covid-19: Konflik, Kelaparan, dan Kemiskinan

Pesawat pembom strategis Tu-160 dan T-95S juga digunakan di langit Suriah. Pada tanggal 17 November, bersama dengan T2-M3, dilakukan serangan intensif dengan menggunakan rudal jelajah.

Militer Rusia juga menggunakan pesawat tak berawak (drone) Orlan-10, Enix-3, dan Vorbost angkat berat, dengan total 70 pesawat di Suriah.

Untuk memastikan keamanan penerbangan di wilayah sekitar basis pelabuhan Tartous dan basis udara Hameimim menggunakan stasiun radar, sistem perang elektronik dan pertahanan udara.

Armada Tempur Laut

Salah satu peristiwa terpenting dalam operasi Rusia Suriah adalah penembakan rudal jelajah Kalibr dari laut. Ini pertama kali digunakan pada tanggal 7 Oktober 2015, ketika kapal-kapal armada Laut Kaspia dari 21631 Buyan (Dagestan, Grad Sviheisk, Veliki Ustiug dan Oglic) menembakkan empat rudal.

Rudal tersebut juga diluncurkan dari kapal selam: kapal selam diesel dan listrik Rostov na Dano dari Proyek 636.3 Varshevenka.

Sementara kapal penjelajah angkatan laut Rusia Admiral Kuznetsov digunakan mengangkut pesawat tempur Su-33 dan M-29K. Dan kapal pesiar Moskva digunakan untuk melindungi pangkalan Hameimim, yang dilengkapi dengan 64 rudal dan beriringan dengan kapal penjelajah Varyag.

Armada Tempur Darat

Militer Rusia menggunakan kendaraan tempur jenis Typhoon-K dan Typhoon-O. Selain itu, kendaraan peluncur roket Tus-1 Boratino dan TOS-1A Solentsbjoks memainkan peran penting dalam operasi serangan.

Pada awal bulan September 2017, perusahaan alat-alat tempur Rusia menyatakan telah menguji kendaraan tempur baru jenis tank “Terminator” di Suriah.

Sumber: Arabi21
Redaktur: Ibas Fuadi

BACA JUGA  Kena Denda Gegara Jual Semangka Pakai Mobil Lambhorgini

 


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Foto

Di Sinilah Warga Muslim Rohingya (Pernah) Tinggal

KIBLAT.NET, Maungdaw – Amnesty Internasional dan Human Right Watch telah merilis foto satelit titik-titik kebakaran...

Ahad, 01/10/2017 13:02 0

Artikel

Antara Ujian, Rasa Takut dan Kesabaran

Kita tak perlu berputus asa dan terlalu larut dalam kesedihan ketika melihat kelaparan yang mendera anak-anak Suriah, ketakutan yang membayangi muslim Rohingya, kematian anak-anak Palestina setiap harinya, mulai berkurangnya rasa aman dai-dai kita dalam menyampaikan kebenaran di negeri mayoritas muslim ini, serta gagal panennya petani-petani negeri ini yang hampir seratus persen beragama Islam.

Sabtu, 30/09/2017 17:30 0

Suara Pembaca

45 Tahun Persatuan Mahasiswa Patani di Indonesia, Komitmen Cetak Generasi Penerus

Dalam realita perjalanan menumbuhkan sebuah organisasi mahasiswa Patani, yang berkedudukannya di Indonesia itu. Masa awal dilalui, tidak lepas dari serangkaian jejak-jejak perjuangan mereka para pendahulu sebagai perintis jalannya,

Sabtu, 30/09/2017 15:00 0

Indonesia

Berpotensi Bangkrutkan Negara, PLTU Batubara Didesak untuk Dibatalkan

Pembangunan PLTU batubara juga berpotensi membangkrutkan keuangan negara. Sebelumnya, WALHI juga telah mengirimkan surat kepada Menteri Keuangan pada tanggal 6 Februari 2017 untuk tidak memberikan jaminan pembiayaan

Sabtu, 30/09/2017 14:30 0

Analisis

Idlib Pasca Perjanjian Astana

Hanya sepekan setelah Perjanjian Astana terbaru pada 14 September 2017 yang akan membelah Idlib menjadi tiga bagian, dimana salah satu kesepakatan dari perjanjian ini adalah masuknya Turki ke wilayah Idlib yang dikendalikan pihak Pejuang Revolusi, serangan itu kini kembali dilancarkan.

Sabtu, 30/09/2017 14:04 0

Artikel

Tadabur Surat Al-Buruj Bersama Seorang Rohingya

KIBLAT.NET – Syahdan, ada seorang raja yang mempunyai tukang sihir. Suatu hari, tukang sihir raja...

Sabtu, 30/09/2017 13:57 0

Indonesia

Presidium Alumni 212 Dukung DPR ‘Bersih-bersih’ PKI

Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Ma'arif mengungkapkan bahwa orang yang hendak menghidupkan kembali faham Komunisme justru dari anggota DPR. Menurutnya, ada anggota DPR yang bangga menjadi anak PKI.

Sabtu, 30/09/2017 08:14 0

Indonesia

DPR: TAP MPRS tentang PKI Sudah Final

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menegaskan bahwa membangkitkan kembali ideologi Komunis merupakan pelanggaran terhadap undang-undang. Sebab, TAP MPRS nomor 25 tahun 1966 sudah tidak bisa diperdebatkan.

Sabtu, 30/09/2017 07:15 0

Indonesia

Presidium Alumni 212: Rezim Jokowi Tak Ramah dengan Umat Islam

Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Ma'arif, mengeluhkan perkembangan kehidupan nasional saat ini. Menurutnya, pemerintahan Jokowi saat ini tidak ramah terhadap umat Islam.

Sabtu, 30/09/2017 06:22 0

Info Event

Hadirilah! Kajian Islam Seputar Rohingya bersama Ustadz Oemar Mita,Lc

Etnis Muslim Rohingya terus menanti uluran tangan saudara-saudaranya dari seluruh dunia.

Jum'at, 29/09/2017 21:00 0

Close