... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Tadabur Surat Al-Buruj Bersama Seorang Rohingya

Foto: Minoritas Muslim Rohingya hidup di bawah penindasan pemerintahan Myanmar

KIBLAT.NET – Syahdan, ada seorang raja yang mempunyai tukang sihir. Suatu hari, tukang sihir raja merasa bahwa dirinya sudah terlalu tua, maka dia pun berkata: ‘Sepertinya aku sudah benar-benar tua, datangkanlah kepadaku seorang pemuda untuk aku warisi ilmu sihirku.’ Maka sang raja pun menuruti permintaan tersebut.

Pada suatu hari dalam perjalanannya menuju tempat tukang sihir, pemuda utusan tersebut bertemu dengan seorang rahib. Pemuda tersebut ternyata tertarik dengan ajaran sang rahib, maka dia pun belajar ilmu agama dari sang rahib. Maka begitulah rutinitas pemuda tersebut, dalam setiap perjalanannya menuju tukang sihir dia selalu mampir ke tempat sang rahib untuk mempelajari ilmu agama.

Pada akhirnya ketika sudah merasa memahami kedua ilmu yang dipelajarinya. Pemuda tersebut membuat sebuah keputusan. Ketika suatu hari menjumpai seekor hewan besar yang menghalangi jalanan, dia pun mengambil batu seraya berkata, “Ya Allah, jikalau ajaran sang Rahib lebih mendatangkan kecintaanmu ketimbang ajaran tukang sihir maka bunuhlah hewan ini agar orang-orang bisa kembali melewati jalan ini.” Maka dia pun melempari hewan tersebut dengan batu, hewan tersebut pun mati dan orang-orang bisa kembali melewati jalan tersebut.

Sang pemuda pun menceritakan hal itu kepada rahib. Maka rahib pun berkata, “Wahai anakku, hari ini kau telah melampauiku, dan mungkin kamu akan disiksa (oleh raja), dan jika kau benar disiksa jangan pernah menyebut-nyebut diriku.”

Waktu pun berlalu, sang pemuda mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan kebutaan serta penyakit kulit. Orang-orang pun berdatangan kepadanya hingga pada suatu hari datanglah anggota majelis kerajaan yang telah buta untuk berobat.

“Aku akan memberimu hadiah yang banyak jika kamu berhasil menyembuhkanku.”

Sang pemuda pun menjawab, “Sungguh aku tidak mampu menyembuhkan siapapun, hanyalah Allah yang mampu memberikan kesembuhan, maka jika kamu beriman kepada Allah maka aku akan berdoa untukmu agar penyakitmu disembuhkan.” Maka anggota majelis kerajaan itu pun beriman kepada Allah dan sembuh dari penyakitnya.

Singkat cerita peristiwa itu pun terdengar oleh raja. Anggota majelis kerajaan tadi dipanggil dan ditanya oleh raja.

“Siapa yang telah mengembalikan penglihatanmu?”

“Tuhanku yang mengembalikannya”

“Adakah di sana tuhan selain diriku?”, raja kembali bertanya.

“Allah adalah Tuhan kita semua”

Maka anggota majelis kerajaan tersebut disiksa hingga mengakui bahwa dia beriman karena ajakan sang pemuda. Lalu pemuda itu pun dipanggil ke istana.

“Wahai anakku, sepertinya ilmu sihirmu sudah mencapai taraf dapat menyembuhkan kebutaan!”

“Sesungguhnya aku tidak menyembuhkan siapapun, hanya Allah yang mampu memeri kesembuhan.” Jawab sang pemuda.

Maka pemuda itu pun disiksa hingga mengakui bahwa dia beriman karena ajaran dari sang rahib. Maka rahib itu pun dipanggil ke istana. Raja memaksa sang rahib untuk murtad dari agamanya namun dia menolak. Maka diambillah gergaji raksasa diletakkan di atas kepala sang rahib lalu membelah badannya menjadi dua. Begitupun dengan anggota majelis kerajaan, dipaksa murtad, menolak lalu digergaji.

Lalu sang pemuda pun dipanggil dan dipaksa untuk murtad namun menolak. Maka sang raja memerintahkan sekelompok orang untuk membawanya ke puncak gunung dan menjatuhkannya ke jurang. Namun ternyata gunung tersebut berguncang hingga menewaskan orang-orang suruhan raja dan menyelamatkan sang pemuda. Lalu raja pun memerintahkan agar pemuda tersebut diikat di sebuah kapal dan ditinggal seorang diri di tengah lautan, namun ternyata di lautan kapal mereka tenggelam dan pemuda tersebut malah menjadi satu-satunya yang selamat.

Pemuda itu pun berkata kepada raja, “Hanya ada satu cara untuk membunuhku, yaitu kamu kumpulkan penduduk negeri di sebuah lembah, kemudian saliblah aku di hadapan mereka, lalu panahlah aku sambil ucapkan, ‘Dengan nama Allah, Tuhan yang disembah pemuda ini.”

Maka sang raja pun melakukannya, dan ketika anak panah menembus dadanya sang pemuda pun menghembuskan nafas terakhirnya. Setelah menyaksikan adegan tersebut, para penduduk negeri yang hadir beramai-ramai menyatakan keimanannya kepada Allah Tuhan sang pemuda.

Raja pun menjadi marah besar, dia pun memerintahkan agar dibuatkan parit besar dengan api yang menyala-nyala. Dan setiap orang yang menolak murtad akan dilempar ke dalam parit. Tak disangka sebagian besar penduduk memilih dilempar ke parit ketimbang kembali murtad hingga tiba giliran seorang wanita yang sedang menggendong bayinya. Ketika tiba di mulut parit wanita tersebut mulai diselimuti ketakutan dan keraguan. Namun siapa sangka bayi dalam gendongannya tiba-tiba dapat berbicara, “Bersabarlah wahai ibuku, sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran.”

Kisah tersebut ditulis dengan apik oleh Ibnul Arabi dalam kitab tafsirnya Ahkamul Quran, kisah tersebut berkaitan dengan tafsir surat Al Buruj ayat yang keempat. Beliau menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan ashabul uhdud adalah raja dan para pembesarnya yang menggali parit serta menyaksikan orang-orang beriman dilempar ke dalamnya.

Baca halaman selanjutnya: Kisah Ashabul Ukhdud dan...

Halaman Selanjutnya 1 2
... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Idlib Digempur 10 Hari Tiada Henti, Korban Sipil Capai 140

Serangan udara gabungan rezim Assad dan Rusia dikabarkan telah memakan korban lebih dari 140 warga sipil dalam kurun waktu 10 hari.

Sabtu, 30/09/2017 09:35 0

Somalia

Operasi Mematikan Al-Shabab Kembali Hantam Markas Militer Somalia

Pejuang al-Shabab kembali melakukan penyerangan di pangkalan militer Somalia pada Jumat (29/09). Sasaran operasi tersebut adalah sebuah pangkalan di dekat ibukota Mogadishu dan menewaskan belasan tentara.

Sabtu, 30/09/2017 09:25 0

Indonesia

Presidium Alumni 212 Dukung DPR ‘Bersih-bersih’ PKI

Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Ma'arif mengungkapkan bahwa orang yang hendak menghidupkan kembali faham Komunisme justru dari anggota DPR. Menurutnya, ada anggota DPR yang bangga menjadi anak PKI.

Sabtu, 30/09/2017 08:14 0

Amerika

Pesawat Marinir AS Jatuh di Suriah

Pesawat marinir Amerika Serikat, Jumat (29/09), dilaporkan jatuh di sebuah pangkalan koalisi pimpinan AS di Suriah. Para pejabat AS mengatakan bahwa kecelakan ini terjadi karena kesalahan teknis saat mendarat.

Sabtu, 30/09/2017 07:45 0

Indonesia

DPR: TAP MPRS tentang PKI Sudah Final

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menegaskan bahwa membangkitkan kembali ideologi Komunis merupakan pelanggaran terhadap undang-undang. Sebab, TAP MPRS nomor 25 tahun 1966 sudah tidak bisa diperdebatkan.

Sabtu, 30/09/2017 07:15 0

Suriah

Lagi, 10 Milisi Syiah Hizbullah Tewas di Suriah

sedikitnya ada 10 milisi Syiah yang tewas akibat serangan bom bunuh diri kelompok Daulah pada Jum'at (29/09) di distrik Homs.

Sabtu, 30/09/2017 06:28 0

Indonesia

Presidium Alumni 212: Rezim Jokowi Tak Ramah dengan Umat Islam

Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Ma'arif, mengeluhkan perkembangan kehidupan nasional saat ini. Menurutnya, pemerintahan Jokowi saat ini tidak ramah terhadap umat Islam.

Sabtu, 30/09/2017 06:22 0

Info Event

Hadirilah! Kajian Islam Seputar Rohingya bersama Ustadz Oemar Mita,Lc

Etnis Muslim Rohingya terus menanti uluran tangan saudara-saudaranya dari seluruh dunia.

Jum'at, 29/09/2017 21:00 0

Indonesia

Fadli Zon Berharap Seluruh Fraksi Tolak Perppu Ormas

Perppu itu nantinya akan dibahas dalam sidang paripurna untuk menetapkan kelayakannya menjadi undang-undang.

Jum'at, 29/09/2017 20:35 0

Asia

Muhammadiyah Aid: Pengungsi Rohingya Alami Penyakit Kulit hingga Gangguan Pernapasan

Faktor lingkungan dan minimnya fasilitas umum menyebabkan para pengungsi mengidap berbagai macam penyakit

Jum'at, 29/09/2017 20:13 0