... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Idlib Pasca Perjanjian Astana

Foto: Suasana di pusat kota Idlib

KIBLAT.NET – Raungan sirine pertanda datangnya pesawat tempur Rusia dan rezim Bashar Asad kembali menggema di seluruh Kota Idlib, Suriah, setelah nyaris selama 5 bulan terakhir suara tersebut tak terdengar. Ya, sebelumnya serangan udara ke Kota Idlib dan kota-kota di sekitarnya mereda, akibat dampak dari perjanjian Astana pada awal Mei 2017.

Hanya sepekan setelah Perjanjian Astana terbaru pada 14 September 2017 yang akan membelah Idlib menjadi tiga bagian, dimana salah satu kesepakatan dari perjanjian ini adalah masuknya Turki ke wilayah Idlib yang dikendalikan pihak Pejuang Revolusi, serangan itu kini kembali dilancarkan.

Terhitung sejak 19 September lalu, ketika kelompok Haiah Tahrir Sham (HTS) mulai melancarkan operasi yang hanya berusia dua hari, pesawat-pesawat Rusia langsung menggempur tiga rumah sakit di selatan Idlib sebagai respons keji mereka.

Sangat mengerikan respons biadab yang dilakukan rezim Nushayri Basyar Asad dukungan Rusia dan Iran terhadap kaum Muslimin di Idlib itu. Dalam tiga hari pertama, 19-21 September mereka telah melancarkan 500 serangan udara yang menargetkan rakyat sipil dan kelompok-kelompok pejuang revolusi. Sayangnya semua peristiwa memilukan ini luput dari liputan media internasional, bahkan nyaris tak terdengar gaungnya.

Saat ini, hampir 2 juta warga sipil tinggal di Provinsi Idlib, terutama sejak bergabungnya para pengungsi dari wilayah-wilayah yang selama ini dikepung oleh rezim Assad seperti di Madaya dan Zabadani. Serangan sebanyak 500 kali tentu sangat mematikan bagi rakyat Suriah. Termasuk di antara kebiadaban rezim adalah serangan pesawat tempur Rusia ke sebuah rumah warga pada malam hari, 20 September lalu.

Serangan keji di desa Jarjanaz itu membunuh seluruh anggota keluarga di dalamnya yang berjumlah 5 orang. Pesawat tempur Rusia itu juga menghancurkan sebuah masjid di desa tersebut.

Pada 21 September lalu, pesawat Rusia mengebom desa Qalat al-Mudiq di selatan Idlib, merenggut nyawa 20 warga sipil, dan berbagai pengeboman lainnya di seluruh area Idlib yang menelan korban jiwa belasan warga serta mencederai puluhan lainnya.

Pada 24 September lalu giliran kamp pengungsian Al-Nuur di Selatan Idlib yang digempur oleh pesawat Rusia. Sehari setelahnya, pada 25 September, giliran Kota Jisr Shugour yang digempur puluhan pesawat tempur Rusia sehingga menewaskan 15 warga dan melukai puluhan lainnya.

Sejak tanggal 25 September hingga hari ini, Rabu (27/9/2017), tercatat sebanyak 1.200 serangan udara telah dilancarkan Rusia dan rezim Asad ke berbagai target di seluruh wilayah Idlib, Hama Utara dan sebagian Aleppo.

Semua wilayah yang jadi sasaran serangan itu di bawah kendali kelompok pejuang revolusi. Jumlah korban yang jatuh belum diperoleh secara pasti karena masifnya serangan. Namun rumah sakit kembali menjadi sasaran kebiadaban rezim Bashar Assad dan sekutunya. Hampir sepuluh rumah sakit telah dihancurkan dalam serangan terbaru ini sejak hari pertama.

Di wilayah lain, luka Suriah yang masih menganga kembali berdarah-darah, di saat sisi timur negeri ini dihantam oleh koalisi Amerika dari arah utara serta koalisi Rusia dan rezim dari arah selatan dengan dalih untuk menghalau kelompok ISIS. Wilayah kantong di bagian Selatan semisal Douma dan Ghouta juga terus digempur.

Rakyat pun menyelamatkan diri dan mengungsi ke Idlib. Provinsi di bawah pemerintahan kelompok pejuang revolusi ini telah menjadi penampungan seluruh pengungsi di Suriah kini. Namun sekarang pun kembali dihantam dengan serangan yang membabi buta. Perjanjian Astana terbaru yang mereka sepakati di ambang kegagalan.

Rakyat Suriah masih dan kembali hidup dalam teror dan bayangan pemusnahan. Belum lepas dari ingatan, betapa biadabnya rezim Basyar Asad ketika mereka membantai rakyat Suriah di Kota Khan Sheikhun dengan gas Sarin yang mematikan.

Semua tragedi ini, seolah luput dan berlalu begitu saja di mata dunia internasional. Tak ada sikap yang jelas setelah 6 tahun lebih Revolusi dan konflik berlangsung di Suriah. Yang ada hanya perundingan semu semata.

Peristiwa yang dialami kaum Muslimin di Suriah sebagaimana juga menimpa Muslim Rohingya di Burma (Myanmar), Palestina, dan penindasan umat Islam di berbagai belahan bumi lainnya berupa pembantaian, pengusiran dan penghancuran yang tiada henti, hanya mendapat respons kecaman tanpa tindakan nyata dari dunia internasional.

Ribuan, puluhan ribu, bahkan ratusan ribu nyawa yang melayang, seolah itu belum cukup untuk membuat warga dunia sadar bahwa sedang terjadi holocaust yang sesungguhnya hari ini terhadap umat Islam.

 

Reporter: Shakirullah
Editor: Fajar Shadiq

 

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Tadabur Surat Al-Buruj Bersama Seorang Rohingya

KIBLAT.NET – Syahdan, ada seorang raja yang mempunyai tukang sihir. Suatu hari, tukang sihir raja...

Sabtu, 30/09/2017 13:57 0

Suriah

Idlib Digempur 10 Hari Tiada Henti, Korban Sipil Capai 140

Serangan udara gabungan rezim Assad dan Rusia dikabarkan telah memakan korban lebih dari 140 warga sipil dalam kurun waktu 10 hari.

Sabtu, 30/09/2017 09:35 0

Somalia

Operasi Mematikan Al-Shabab Kembali Hantam Markas Militer Somalia

Pejuang al-Shabab kembali melakukan penyerangan di pangkalan militer Somalia pada Jumat (29/09). Sasaran operasi tersebut adalah sebuah pangkalan di dekat ibukota Mogadishu dan menewaskan belasan tentara.

Sabtu, 30/09/2017 09:25 0

Indonesia

Presidium Alumni 212 Dukung DPR ‘Bersih-bersih’ PKI

Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Ma'arif mengungkapkan bahwa orang yang hendak menghidupkan kembali faham Komunisme justru dari anggota DPR. Menurutnya, ada anggota DPR yang bangga menjadi anak PKI.

Sabtu, 30/09/2017 08:14 0

Amerika

Pesawat Marinir AS Jatuh di Suriah

Pesawat marinir Amerika Serikat, Jumat (29/09), dilaporkan jatuh di sebuah pangkalan koalisi pimpinan AS di Suriah. Para pejabat AS mengatakan bahwa kecelakan ini terjadi karena kesalahan teknis saat mendarat.

Sabtu, 30/09/2017 07:45 0

Indonesia

DPR: TAP MPRS tentang PKI Sudah Final

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menegaskan bahwa membangkitkan kembali ideologi Komunis merupakan pelanggaran terhadap undang-undang. Sebab, TAP MPRS nomor 25 tahun 1966 sudah tidak bisa diperdebatkan.

Sabtu, 30/09/2017 07:15 0

Suriah

Lagi, 10 Milisi Syiah Hizbullah Tewas di Suriah

sedikitnya ada 10 milisi Syiah yang tewas akibat serangan bom bunuh diri kelompok Daulah pada Jum'at (29/09) di distrik Homs.

Sabtu, 30/09/2017 06:28 0

Indonesia

Presidium Alumni 212: Rezim Jokowi Tak Ramah dengan Umat Islam

Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Ma'arif, mengeluhkan perkembangan kehidupan nasional saat ini. Menurutnya, pemerintahan Jokowi saat ini tidak ramah terhadap umat Islam.

Sabtu, 30/09/2017 06:22 0

Info Event

Hadirilah! Kajian Islam Seputar Rohingya bersama Ustadz Oemar Mita,Lc

Etnis Muslim Rohingya terus menanti uluran tangan saudara-saudaranya dari seluruh dunia.

Jum'at, 29/09/2017 21:00 0

Indonesia

Fadli Zon Berharap Seluruh Fraksi Tolak Perppu Ormas

Perppu itu nantinya akan dibahas dalam sidang paripurna untuk menetapkan kelayakannya menjadi undang-undang.

Jum'at, 29/09/2017 20:35 0