... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Editorial: Manuver 5000 Senjata

Foto: Panglima TNI Gatot Nurmantyo

KIBLAT.NET – Panglima TNI tengah berada di puncak pertunjukkan. Momentum forum purnawirawan mempertemukan ia dengan sejumlah jenderal kawakan. Sebut saja nama-nama beken seperti, Try Sutrisno, Prabowo Subianto, Agum Gumelar, Widodo AS, Luhut Panjaitan hingga mantan Kepala BIN Sutiyoso. Di situ, ia utarakan. Ada upaya sebuah institusi non militer berupaya mengimpor 5000 pucuk senjata api.

Karuan, ucapannya itu menggelinding menjadi bola salju yang tebal. Ada yang berpendapat tak sepatutnya Panglima buka informasi intelejen selain kepada presiden. Suara-suara lain mengatakan, Panglima tengah berpolitik. Publik pun bertanya-tanya. Institusi mana yang hendak membangun kekuatan setara 4 batalion tempur itu?

Dari keheningan, tiba-tiba muncul sesosok Menkopolhukam. Wiranto menolak adanya impor senjata, yang ada ialah pengadaan 500 pucuk senjata dari institusi Badan Intelejen Negara. Tak lama, Kapolri pun mengakui adanya pesanan 5000 senjata ringan untuk mempersenjatai Polantas dan Sabhara. Seolah tak ingin ketinggalan, BNN pun tersangkut kabar pemesanan ribuan senjata dari Rusia, namun isu telah dibantah.

Tak sulit menerka apa yang hendak disampaikan oleh Panglima kepada koleganya. “Cerai-beraikan kekuatan musuhmu, buat mereka mengungkap jati diri mereka sendiri.” Begitu kata sang begawan strategi dari Cina, Sun Tzu. Ia membaca ada semacam eskalasi kesiapsiagaan dilakukan sangat gencar akhir-akhir ini. Pembelian senjata dalam jumlah besar, dengan daya penghancuran yang massif tentu mengundang tanda tanya, dan Panglima berhasil membuat mereka semua berbicara di depan media.

Sesungguhnya, Panglima TNI pun bakal tak mengira. Pada akhirnya ia mendapat serangan bertubi dari kelompok LSM penolak militer. Maka di sinilah kredibilitas kedua pihak diuji. Apa yang sebenarnya menjadi kepentingan masyarakat, itulah yang seharusnya diperjuangkan aparatur negara. Apa yang sepatutnya menjadi kekhawatiran bangsa, itulah yang dipertaruhkan sebagai kepentingan nasional.

Kini kita hitung-hitungan. Mana yang lebih mengkhawatirkan? Ambisi Panglima untuk berpolitik atau intelejen yang mahir menembak? Polantas bersenjata atau ancaman pseudo-terorisme yang semakin hari kian menambah pundi-pundi petugas? Mari kita kembalikan semuanya sesuai dengan kewenangan dan landasan konstitusi yang mengikat masing-masing institusi.

Jangan lupa pula, mari kita rawat ingatan tentang korban-korban penembakan brutal aparat yang lalai, juga korban-korban yang diambil nyawanya tanpa adanya ketukan palu hakim di pengadilan!

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Mali

JNIM Lancarkan Serangan Besar di Utara Mali

Jamaah Nusrah al-Islam wal Muslimin (JNIM) afiliasi al-Qaidah di Afrika Barat & Sahel erilis video pernyataan bertanggung jawab atas sejumlah serangan multi-target terhadap pasukan PBB di kota Kidal di bagian utara Mali

Selasa, 26/09/2017 20:26 0

Indonesia

Kata Warga Soal Aksi Bu RW Bubarkan Konser Campursari: Bagus, Tapi…

Sebuah video pembubaran pentas dangdut campursari Desa Sonorejo, Sukoharjo yang dilakukan oleh Siti Aminah beredar luas

Selasa, 26/09/2017 19:41 0

Indonesia

DPR: Ada Kesan Tidak Solid Antara Panglima TNI dan Menkopolhukam

Politisi Aceh Nasir Djamil memberikan komentar soal perbedaan pendapat antara Panglima TNI dan Menkopolhukam terkait isu '5.000 senjata'.

Selasa, 26/09/2017 19:10 0

Indonesia

Jenderal Gatot Diberitakan Pemimpin Terburuk TNI, Warganet Bereaksi

“Enggak apa-apa terburuk versi Metromini, yang penting beliau adalah Panglima TNI terbaik versi umat islam,”

Selasa, 26/09/2017 18:22 0

Indonesia

Kepatutan BIN Beli Senjata Api Dipertanyakan

Sebagaimana diketahui, Badan Intelijen Negara (BIN) membeli 517 senjata api dari PT Pindad. Dalam hal ini, PT Pindad juga membenarkan adanya pemesanan senjata yang dilakukan oleh Badan Intelijen Negara.

Selasa, 26/09/2017 18:00 0

Irak

Abaikan Ancaman, Etnis Kurdi Bondong-bondong Ikuti Referendum

Hasil referendum diharapkan suara "ya" untuk mendukung kemerdekaan Kurdistan menjadi suara mayoritas. Referendum yang tidak mengikat ini bertujuan untuk memberikan mandat kepada presiden Kurdistan Massoud Barzani untuk menegosiasikan pemisahan diri.

Selasa, 26/09/2017 17:30 0

Indonesia

Muncul Polling Media TV Paling Partisan di Twitter, Begini Hasilnya

KIBLAT.NET, Jakarta – Di jagad Twitter muncul polling media televisi yang dinilai paling partisan dan...

Selasa, 26/09/2017 17:11 0

Indonesia

Komisi III DPR: Polantas Bisa Saja Dipersenjatai, Asal..

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil tidak mempermasalahkan jika Polisi Lalu Lintas (Polantas) turut dipersenjatai. Menurutnya, sehari-hari polisi bisa saja berhadapan dengan orang yang akan berbuat kejahatan.

Selasa, 26/09/2017 16:54 0

Indonesia

Nobar Film PKI, Warga Padati Lapangan Tenis Makodim Sukoharjo

Lapangan tenis Makodim 0726/Sukoharjo dipenuhi ratusan warga yang mengikuti acara nonton bareng film pengkhianatan G30S/PKI pada Sabtu (23/09). Sebelumnya, undangan nobar disebar melalui pesan WhatsApp kepada masyarakat sekitar Makodim.

Selasa, 26/09/2017 16:37 0

Indonesia

Isu 5.000 Pucuk Senjata, Fadli Zon Singgung Angkatan Kelima

Soal Angkatan Kelima ini juga sempat disinggung oleh politisi Partai Bulan Bintang MS Kaban lewat akun twitternya, 22 September lalu. "Pesan senjata 5000 pucuk catut nama Presiden kata panglima TNI. Wah 5000 pucuk bisa 9 batalyon infantri siapa nih yg mau bikin angkatan ke V,"

Selasa, 26/09/2017 16:06 0