... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AM Fatwa: Pembantaian Tanjung Priok Dosa Politik Soeharto

Foto: AM Fatwa (berpeci) berbincang dengan Kiblat.net, mengisahkan Tragedi Tanjung Priok 12 September 1984, Rabu (13-09-2017)

KIBLAT.NET, Jakarta – Pelaku sejarah korban represifnya rezim Soeharto, AM Fatwa bercerita tentang Tragedi berdarah Tanjung Priok, dimana sedikitnya 400 Muslim dibantai tentara.

Sekretaris Petisi 50 ini bercerita bahwa kemarahan Umat Islam meletus akibat provokasi Intelijen tentara yang menistakan Mushola As-Sa’adah, Tanjung Priok.

“Tindakan provokatif yang dilakukan intel Tentara yaitu dengan menghapus pengumuman Mushola dengan menggunakan air comberan. Pengumuman itu pun hanya yang biasa ada di tiap masjid, misal anjuran memakai hijab, dan di tiap mesjid ada seperti itu, sama TNI hal-hal itu yang dinodai. Ini kan aparat intelijen pada waktu itu, tni itu kan prajurit bagaimana pimpinannya diatas, dan siapa diatas, itu kan Moerdani (Panglima ABRI saat itu, Jenderal Leonardus Benny Moerdani),” ungkapnya pada Kiblat.net baru-baru ini.

Ketika didesak, siapa yang berada dibalik kerusuhan tersebut, AM Fatwa pun mengungkapkan, bahwa peristiwa berdarah itu adalah tanggung jawab politik Soeharto.

“Kalau perintah langsung dari pak Harto (Soeharto, red) saya tidak yakin. Tapi ini kan ada garis politik pak Harto yang harus diamankan oleh bawahan di lapangan tapi dengan cara membuat rekayasa sendiri. Ya otomatis itu pemerintahan Soeharto ya tanggung jawab politik pak Harto” terangnya.

Rezim Soeharto sendiri, lanjut AM Fatwa, memang dikenal represif bagi semua agama. Di awal, ia menyebut bahwa kebijakan asas tunggal Pancasila ditolak oleh seluruh ormas agama pada saat itu, termasuk ormas Kristiani, kemudian karena tekanan dari penguasa, yang masih bertahan hanya sebagian ormas islam yang masih keras menentang kebijakan tersebut.

BACA JUGA  Mendagri: Kita Optimis Pilkada Serentak Tekan Penyebaran Covid-19

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Hunef Ibrahim


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Malaysia

Malaysia Tangkap Tujuh Satpam Terduga Anggota Abu Sayyaf

Inspektur Jenderal Polisi Mohammad Fawzi Haroun mengatakan bahwa orang-orang itu bekerja sebagai penjaga keamanan (Satpam) di perusahaan swasta di ibukota Kuala Lumpur dan negara bagian Selangor.

Jum'at, 22/09/2017 07:43 0

Myanmar

Ratusan Biksu Myanmar Serang Konvoi Bantuan untuk Rohingya

Seorang pejabat kepolisian kota menambahkan bahwa para biksu tersebut menyerang konvoi Palang Merah dengan bom molotov dan melemparkan batu ke polisi.

Jum'at, 22/09/2017 06:58 0

Opini

Wajar Bila Kita Peduli Rohingya

Wajar sendiri menurut KBBI didefinisikan sebagai sebuah kondisi yang menurut keadaan yang ada atau sebagaimana mestinya.

Kamis, 21/09/2017 21:42 0

Myanmar

Amnesty International: Pemimpin Myanmar Tutup Mata Soal Genosida Rohingya

Aung San Suu Kyi dan pemerintah Myanmar telah mengabaikan dan menutup mata atas terjadinya gelombang kekerasan di negara bagian Rakhine.

Kamis, 21/09/2017 18:10 0

Eropa

Kepada Liga Muslim Dunia, Paus Sampaikan “Tak Ada Agama yang Bebas dari Pengikut Ekstremis”

Paus Fransiskus bertemu dengan Pemimpin Liga Muslim Dunia Dr. Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa pada Rabu (20/09). Keduanya saling bertukar pandangan mengenai sejumlah topik, di antaranya kerjasama antara Vatikan dan dunia Islam mengenai isu-isu mengenai perdamaian dan koeksistensi.

Kamis, 21/09/2017 17:29 0

Inggris

Enam Orang Ditangkap Setelah Bom Meledak di Stasiun London

Aparat kepolisian Inggris telah menahan seorang pemuda berusia 17 tahun karena diduga terlibat serangan bom di sebuah kereta api bawah tanah di London pekan lalu. Hingga saat ini, total enam orang ditangkap karena kasus tersebut.

Kamis, 21/09/2017 17:03 0

Rusia

Rusia Diam soal Referendum, Tapi Jalin Kesepakatan Bisnis 4 Miliar Dolar dengan Kurdi Iraq

Rusia menjadi satu-satunya kekuatan besar yang belum meminta orang-orang Kurdi Iraq untuk membatalkan referendum kemerdekaan yang akan dilangsungkan 25 September nanti. Kendati demikian, Rusia dengan cepat menjalin kesepakatan minyak dan gas dengan Kurdi.

Kamis, 21/09/2017 15:02 0

Suriah

Militer AS Duduki Ladang Minyak Terbesar di Deir Zour

Sumber-sumber tersebut menambahkan bahwa pertempuran masing berlangsung di sekitar ladang. Militer AS berupaya membuka jalan bagi milisi Kurdi Pasukan Demokratik Suriah memasuki ladang minyak.

Kamis, 21/09/2017 11:00 0

Manhaj

Ukhuwah Islamiyah di Tengah Fanatisme Kesukuan

Dalam tatanan hidup bangsa Arab, kabilah merupakan ikatan sosial, politik, budaya, bahkan dalam taraf tertentu mirip seperti negara

Kamis, 21/09/2017 09:00 0

Arab Saudi

Universitas Ibnu Saud Saudi Akan “Bersih-Bersih” Akademisi Berpikiran IM

langkah ini "bertujuan melindungi pemikiran yang berkembang, mahasiswa, pelajar dan karyawan universitas dari ide-ide kelompok menyimpang dan tren berbahaya dan merusak."

Kamis, 21/09/2017 08:58 0

Close
CLOSE
CLOSE