... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kesaksian Tragedi Tanjung Priok, AM. Fatwa: Umat Marah Tentara Menista Mushala (Bagian 3-Habis)

Foto: Mushala As-Sa'adah, Tanjung Priok

KIBLAT.NET, Jakarta – Dalam kesaksiannya, AM. Fatwa menyebut Tragedi Tanjung Priok kental akan permainan intelijen yang menyulut amarah umat Islam. Sembari terus membangkitkan atmosfir perlawanan di Tanjung Priok melalui mubaligh-mubaligh muda yang dakwahnya dinilai kelewat batas, tentara melalui anggota intelijennya juga melakukan provokasi nyata dengan menistakan Mushala As-Sa’adah.

AM. Fatwa mengungkapkan, sekira tanggal 7-8 September 1984, anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) berpangkat Sersan Mayor dengan ditemani dua orang anggotanya melakukan provokasi kepada umat Islam Tanjung Priok. Caranya, dengan menistakan Mushala As-Sa’adah.

“Setelah suasana yang disebabkan mubaligh muda makin mengental, diangkatlah suatu tindakan provokatif dari Sersan Mayor, dan ditemani dua orang yang masuk ke masjid tanpa membuka sepatu, lalu mengahapus pengumuman-pengumuman di mushola itu menggunakan air comberan,” ungkap Fatwa ketika Kiblat.net bertamu ke rumahnya di bilangan Pasar Minggu, pada Rabu (13/09) sore.

“Tindakan para tentara itu provokatif, dan pengumuman (yang dihapus menggunakan air comberan, red) itu biasa ada di tiap masjid, misal anjuran memakai hijab, dan di tiap masjid kan memang ada seperti itu, oleh TNI hal itu yang dinodai,” lanjutnya.

Atas kejadian itu, masyarakat sekitar marah, ungkap Fatwa. Karena kelakuan anggota TNI itu, kemarahan masyarakat yang datang disalurkan dengan cara membakar sepeda motor pelaku penista mushola tersebut.

“Pemuda yang membakar sepeda motor ini lalu dibawa ke Kodim. Dengan alasan itu, Amir Biki mengkoordinir pemuda-pemuda dan massa. Lalu mengeluarkan suatu ultimatum bahwa sebelum pukul 12 malam pada tanggal 12 september, ‘kita harus mengeluarkan tahanan ini dari Kodim,” ungkapnya.

BACA JUGA  MUI: Presiden Prancis Dukung Islamophobia

Amir Biki merupakan salah satu tokoh setempat yang dinilai dapat menghubungkan masyarakat dengan TNI. Fatwa mengungkapkan, peran Amir Biki dalam mengeluarkan ultimatum itu, sebenarnya banyak yang berpendapat bahwa Amir Biki sendiri tidak sadar bahwa itu bagian dari provokasi.

“Seharusnya provokasi ini tidak atau jangan dilawan dengan hal seperti itu, sebab itu bukan menyelesaikan masalah. Dan terjadilah demonstrasi menuju Kodim, dan memang sudah disiapkan pasukan utnuk menghadang mereka, dan Amir Biki sendiri tewas dalam insiden tersebut,” urainya.

Proses pengadilan terhadap pelaku pelanggaran hak asasi manusia di Tanjung Priok pun berlangsung jauh dari adil. AM Fatwa sendiri akhirnya justeru dianggap ikut terlibat sebagai aktor intelektual perlawanan warga dalam peristiwa itu, hingga dijatuhi hukuman penjara.

Versi KontraS

Dalam laporan Kronik Advokasi Priok yang disusun Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), disebutkan bahwa sekira tanggal 7 September 1984, Sertu hermanu, Babinsa Kodim 0502 datang ke Mushala As-Sa’adah. Dia meminta jamaah mencabut pamfletyang menempel di mushola yang mengkritisi penerapan pancasila sebagai sastu-satunya asas, pelarangan pemakaian jilbab terhadap pelajar putri dan Keluarga Berencana.

Pada 8 September 1984, sertu Hermanu kembali mendatangi Mushala As-Sa’adah. Tanpa membuka sepatu, Hermanu masuk Mushola dan memerintahkan rekanya melepas pamflet. Karena susah membuka pamflet, akhirnya Hermanu menyiram dengan air got dan menodongkan pistol kepada jamaah yang di Musholla yang berusaha melarang perbuatanya. Akibat dari perbuatan Hermanu, berita tersebut akhirnya menyebar keseluruh daerah Priok.

BACA JUGA  Masyarakat Diminta Laporkan Faskes yang Naikkan Harga Swab Test

Ketika Hermanu melewati Gg IV Koja. Terjadi krumunan massa yang ingin menyerang Hermanu.Kejadian tersebut dicegah oleh Syarifudin Rambe dan Sofwan dan keduanya membawa Hermanu ke kantor RW. Anggota TNI itu diminta untuk meminta maaf pada masyarakat dan pengurus Musholla. Tetapi Hermanu tidak mau minta maaf dengan alasan menjalankan tugas.

Sementara itu, diluar orang semakin ramai dan ada seseorang yang berteriak “bakar saja motornya” dan terjadi pembakaran motor Hermanu. Dalam patroli polres menangkap M Noor sebagai orang yang bertanggung jawab atas pembakaran motor dan diserahkan malam harinya ke Kodim 0502.

Kodim 0502 juga menangkap Syarifudin Rambe dan Sofwan Sulaiman sebagai orang yang dituduh bertanggung jawab terhadap pembakaran motor. Ah. Sahi juga ditangkap karena sebagai ketua Mushola Assaadah.

Atas penangkapan dan penahanan itu, Amir Biki melobi supaya mereka yang ditahan dibebaskan. Loby yang dilakukan Amir Biki nampaknya tidak diindahkan oleh aparat sampai akhirnya terjadi peristiwa Tanjung Priok Berdarah pada 12 September 1984.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

The Long War Journal: 100 Serangan AS Sasar AQAP Sepanjang 2017

Pada Senin (18/09), laman media The Long War Journal mengeluarkan laporan khusus berupa data statistik jumlah serangan AS per tahun terhadap Al-Qaeda in the Arabiuan Peninsula (AQAP).

Selasa, 19/09/2017 21:09 0

Yaman

Melirik Daya Kenyal AQAP Hadapi Serangan Gencar Amerika

Di samping itu, AQAP tidak perlu mengerahkan banyak sumber daya dan kekuatan militer untuk menguasai kembali suatu wilayah di saat yang tepat. Di sinilah letak fleksibilitas dan kekenyalan AQAP dalam mengelola konflik berdimensi luas yang melibatkan elemen sipil rakyat Yaman, dan juga kekuatan-kekuatan besar aktor negara.

Selasa, 19/09/2017 20:28 0

Turki

Tanggapi Referendum Kurdi, Militer Turki Gelar Latihan di Perbatasan Irak

Sepekan menjelang diadakannya referendum kemerdekaan Kurdi Irak, militer Turki mengerahkan pasukannya untuk menggelar latihan di daerah perbatasan.

Selasa, 19/09/2017 20:12 0

Palestina

Sambut Ajakan Rekonsiliasi Hamas, PM Palestina Akan Kunjungi Jalur Gaza

Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah berencana mengunjungi Gaza dalam waktu dekat

Selasa, 19/09/2017 19:12 0

Asia

Tuding Teroris, India akan Usir 40 Ribu Pengungsi Rohingya

Pemerintah India mengatakan bahwa akan mengusir sekitar 40 ribu pengungsi Rohingya.

Selasa, 19/09/2017 18:11 0

Amerika

Amerika Bangun Pangkalan Militer Rahasia dengan Israel

Pangkalan militer dibangun setelah Israel menyepakati pembelian pesawat F-35 buatan Amerika Serikat.

Selasa, 19/09/2017 16:33 0

Tarbiyah Jihadiyah

Ketika Musuh Islam Mengolok-olok Perjuangan

Hadangan, hambatan, cobaan dan celaan adalah resiko perjuangan. Namun, semua itu bukanlah sebuah halangan bagi umat Islam untuk senantiasa berdakwah di jalan-Nya. Di dalam Al-Quran telah disebutkan bahwa sifat orang yang beriman yang akan didatangkan Allah untuk menggantikan generasi yang melenceng adalah yang tertera pada Al-Maidah ayat 54

Selasa, 19/09/2017 15:30 0

Palestina

Usai Bubarkan Pemerintah Bayangan di Jalur Gaza, Hamas Telepon Abbas

Dalam pembicaraan tersebut, Haniyeh ingin meyakinkan pernyataan yang sebelumnya telah dikeluarkan Hamas.

Selasa, 19/09/2017 15:00 0

Afghanistan

Amerika Serikat Kirim 3.000 Pasukan Tambahan ke Afghanistan

Daari 3.000 pasukan, sebagian besar telah dalam perjalanan menuju Afghanistan

Selasa, 19/09/2017 13:16 0

Video News

Kiblat Review 11 : Kekuatan Ekonomi Umat Islam

KIBLAT.NET – Menurut data tahun 2016, sekitar 85 persen penduduk Indonesia adalah muslim, Meski jumlah...

Selasa, 19/09/2017 12:29 0

Close