... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Dua Shahabat Nabi yang Diangkat Derajatnya dengan Al-Quran

Foto: Mushaf Al-Quran

KIBLAT.NET – Ada seseorang lelaki yang menjumpai Khalifah Umar bin Khattab. Sungguh pada waktu itu jika ada orang yang berselisih maka dia akan pergi menuju Umar, meminta keputusan darinya. Allah  telah memberikan kepada Umar, Al-Faruq sebuah kewibawaan.

Lelaki ini berkata, “Wahai Umar, sungguh aku telah meninggalkan seorang lelaki di Bashrah (Irak) yang membacakan Al-Qur’an dari dadanya.” Artinya, orang yang dimaksud tersebut menyampaikan Al-Qur’an dengan hafalannya dan ia tidak membacakannya dari Mushaf.

Maka Umar pun marah besar, kemarahannya seakan-akan memenuhi jalanan, dia berkata, “Siapa orang itu?”

Lelaki itu menjawab, “Dia bernama Abdullah bin Mas’ud.”

Seketika itu juga, hilanglah kemarahan Umar, rasa marah dengan tiba-tiba menjauh dari dirinya.

Kemudian Umar berkata, “Sesungguhnya aku akan menceritakan padamu sebuah kejadian dimana aku dan Abu Bakar keluar pada malam hari bersama dengan Rasulullah. Kemudian kami berjalan bersama dipayungi rembulan hingga sampai ke Masjid Nabi. Ternyata Abdullah bin Mas’ud sedang berada di dalam masjid membaca Al-Qur’an, maka Nabi  pun mendengarkan bacaannya, terus mendengarkan dan takjub akan bacaannya, hingga Nabi  berkata “Barang siapa yang ingin membaca Al-Qur’an secara tepat seperti saat diturunkan, hendaklah membaca dengan bacaan dari anak yang ibunya seorang budak.”

Abdullah bin Mas’ud tidak tahu dan tidak mendengar ucapan tersebut. Dia terus membaca Al-Qur’an lalu berdoa, maka Nabi  berkata, “Mintalah, kau akan diberi. Mintalah, kau akan diberi.”

Aku pun berkata dalam hatiku, besok aku akan datang lebih awal ke masjid untuk memberi kabar gembira kepada Abdullah bin Mas’ud dengan apa yang Rasulullah ucapkan tentangnya. Ketika aku datang lebih awal dan mendatanginya, aku berkata padanya, “Wahai Abdullah bin Mas’ud, apakah Engkau tahu apa yang Rasulullah katakan tentangmu malam tadi ?” Dia menjawab, “Iya, aku tahu. Sungguh Abu Bakar telah mendahuluimu dan memberitahuku.”

Abdullah bin Mas’ud memiliki keutamaan ketika berhubungan dengan Al-Qur’an. Suatu hari Abdullah bin Mas’ud  duduk bersama Nabi, dan Nabi berkata,

“Wahai Ibnu Mas’ud bacakanlah Al-Qur’an untukku.“

Dia berkata, “Wahai Rasulullah, aku membacakannya untukmu sedangkan Al-Qur’an diturunkan untukmu?”

Maka Nabi berkata, “Sesungguhnya aku suka mendengarkannya dari orang lain.” Lalu Abdullah bin Mas’ud berkata, “Aku membacakan surat An-Nisâ’ hingga sampai pada ayat:

“Maka bagaimanakah apabila kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu.” (QS. An-Nisâ’: 41)

Maka Nabi  berkata, “Cukup.”

Aku mengangkat pandanganku padanya dan ternyata Nabi menangis.  Allah memuliakan Abdullah bin Mas’ud  dengan Al-Qur’an, dan sungguh Allah  akan memuliakan suatu kaum dengan AlQur’an dan menghinakan yang lain dengan kitab ini.

Baca halaman selanjutnya: Suatu hari Nabi duduk dengan...

Halaman Selanjutnya 1 2
... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Myanmar

Cina Jadi Pemasok Senjata Terbesar ke Myanmar

Cina menjadi pemasok senjata terbesar bagi Myanmar, yang diikuti Rusia, Israel, Ukraina dan India. Pesawat dan kapal tempur, kendaraan lapis baja, dan artileri paling banyak dipasok Cina. Sementara Rusia paling banyak memasok rudal.

Senin, 18/09/2017 13:13 0

Manhaj

Kaum Jahiliyah-pun Anti Terhadap Kezaliman

Kezaliman. Apa pun bentuknya, pasti berlawanan dengan fitrah hidup manusia. Rasa kemanusiaan akan terusik ketika kezaliman terjadi di hadapan mata. Terlebih ketika kezaliman itu menimpa sosok yang memiliki hubungan dengan dirinya. Hanya jiwa yang sakit saja yang tak tersentak hatinya saat kezaliman merajalela di sekitarnya.

Senin, 18/09/2017 13:06 0

Indonesia

Ribuan Warga Sipil Afghanistan Dipersenjatai untuk Lawan Taliban

Pemerintah Afghanistan berencana mempersenjatai dan melatih 20.000 warga sipil untuk membantu dalam perang melawan Taliban dan ISIS. Pada 2010, AS juga pernah membentuk pasukan semisal, yang menyisakan sejumlah pelanggaran HAM.

Senin, 18/09/2017 12:35 0

Video News

Editorial : Demi Dana Haji, Kemabruran Jangan Dinodai

KIBLAT.NET – Jokowi resmi melantik anggota BPKH (Badan Pelaksana pengelolaan Dana Haji) di Istana Negara,...

Senin, 18/09/2017 12:01 0

Suriah

Intelijen Suriah Interogasi Setiap Warganya yang Pulang Haji

Dinas intelijen Suriah Far’u Filisthin (Cabang Palestina, memanggil seluruh jamaah haji yang baru pulang dari Arab Saudi. Mereka digiring ke kantor-kantor cabang tersebut sesaat setelah memasuki wilayah Suriah melalui Lebanon

Senin, 18/09/2017 10:07 0

Irak

Lagi, Jet Tempur Irak Beroperasi di Wilayah Suriah

Korps Intelijen Falcons Irak mengatakan bahwa pesawat-pesawat Irak meluncurkan serangkaian serangan udara di dalam wilayah Suriah. Operasi ini menargetkan enam lokasi Daulah Islamiyah (ISIS) di kota Al-Mayadin, dan diklaim menewaskan puluhan anggota ISIS.

Senin, 18/09/2017 08:24 0

Malaysia

Bermula dari Saling Ejek, Rumah Tahfidz Malaysia Ternyata Sengaja Dibakar

Kebakaran yang terjadi di bangunan asrama Pusat Tahfidz Darul Qural Ittifaqyah, Kuala Lumpur, Malaysia rupanya puncak dari saling ejek antara tujuh remaja dan sekumpulan santri.

Ahad, 17/09/2017 17:14 0

Iran

Kombatan Syiah Afghanistan dan Pakistan di Suriah, Senjata Masa Depan Iran

Ribuan Syiah dari Afghanistan dan Pakistan direkrut oleh Iran untuk bertempur membantu pasukan Presiden Bashar Assad di Suriah. Mereka terpikat oleh iming-iming perumahan, gaji bulanan hingga $ 600 (hampir Rp 8 juta) dan kesempatan bekerja di Iran ketika mereka kembali.

Ahad, 17/09/2017 16:08 0

Palestina

Israel Paksa Guru Gunakan Kurikulum Zionis, Imam Al-Aqsha: Haram Mengajarkannya

Dalam hal ini, Mufti Masjid Al-Aqsha Syaikh Ikrema Sabri menegaskan bahwa mengajarkan buku-buku Israel di sekolah-sekolah Palestina di Yerusalem adalah haram, Pusat Informasi Palestina melaporkan.

Ahad, 17/09/2017 15:10 0

Indonesia

Ke Jokowi, Amin Rais Ingatkan Indonesia Punya Tugas Konstitusional Hapus Penindasan di Muka Bumi

Mantan Wakil Ketua MPR Amin Rais yang turut hadir dalam Aksi Bela Rohingya 169, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia mepunyai tugas konstitusional untuk menghentikan kekerasan yang ada di atas muka bumi.

Ahad, 17/09/2017 14:25 0