... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

16 Tahun Proyek “Perang Melawan Terorisme” dan Hasil-Hasilnya

Foto: Terorisme. (Ilustrasi)

KIBLAT.NET – Mantra “perang melawan teror” buatan George W. Bush telah diadopsi secara luas dan menjadi alat pamungkas negara-negara di dunia untuk menutupi brutalisme kejahatan perang yang mereka lakukan, pun atas nama negara. Hasilnya tercermin dalam poin-poin berikut ini:

Produk I: Buku Panduan Kejahatan Perang

Tahukah Anda, ada “buku panduan” yang bisa dijadikan pedoman untuk melakukan kejahatan besar, namun penjahatnya akan terbebas dari segala tuduhan dan tanggung jawab atas perbuatannya itu. (Dan) masih ingat George W. Bush? Seorang pensiunan mantan presiden Amerika yang kini punya aktivitas menyalurkan hobinya dengan melukis wajah para veteran perang, dan juga melukis anjing piaraan di kampung halamannya di negara bagian Texas. George W. Bush bukan penulis “buku panduan” tersebut, namun buku itu mulai dipopulerkan dan dilegitimasi di era pemerintahannya di awal abad ke-21.

Dunia hari ini, dengan berbagai fenomena perang melawan teror yang berdarah-darah yang diperankan oleh Washington dan sekutu-sekutunya, bahkan termasuk oleh negara-negara musuh Amerika beserta aliansinya, mencerminkan adanya satu warisan kebijakan politik. Warisan kebijakan politik yang termanifestasikan dalam satu paket “buku manual” itu kemudian secara sengaja maupun latah diadopsi luas oleh negara-negara untuk menjalankan agenda politik masing-masing dengan label perang melawan terorisme.

Kita lihat bagaimana dunia bungkam menyaksikan genosida brutal terhadap etnis Rohingya karena otoritas Myanmar dengan latah mengatakan mereka melawan teroris. Demikian juga di Suriah, rezim kriminal Bashar Assad hingga hari ini belum juga berhasil diseret ke Mahkamah Internasional setelah menggunakan jurus perang melawan teror seperti dalam “buku panduan” tersebut, padahal secara politik Suriah bukan sekutu Amerika.

BACA JUGA  Sidang Perdata Yusuf Mansur: Penggugat Sudah Melengkapi Bukti-bukti

Produk II: Pembunuhan Ekstra Yudisial

Terorisme adalah “musuh yang berguna”, karena perang melawan terorisme itu tidak harus dideklarasikan, tidak terikat dengan aturan/konvensi perang manapun, dan para kombatan (musuh) juga tidak perlu didefinisikan. Dalam perang tradisional saja yang musuhnya berseragam, terkadang masih ada celah untuk menghindar dari berurusan dengan birokrasi hukum internasional dimana para lawyer mengatakan kalian tidak boleh bunuh ini dan itu. Seharusnya tidak ada konflik yang tidak diatur oleh hukum, paling tidak secara teori hitam di atas putih.

Namun demikian, sebuah taktik tanpa bentuk “perang melawan teror” tidak bisa di-petisi-kan ke Mahkamah Kejahatan Internasional di Den Haag. Dan ketika setiap kekuatan konstitusional-institusional, yaitu negara-negara, memiliki cara pandang yang sama tentang bolehnya membunuh di luar proses hukum atau “extra judicial killing” terhadap para aktor non-negara, maka itu adalah cara yang “cerdas” untuk menyembunyikan kejahatan di balik baju “perang melawan teror”.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Baca halaman selanjutnya: Produk III: Alat untuk...

Halaman Selanjutnya 1 2 3 4 5
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Asia

Dianggap sebagai Ancaman, India Akan Pulangkan Pengungsi Rohingya

Dalam hal ini, komisi yang berpusat di New Delhi tersebut mengatakan bahwa pihaknya menentang deportasi dengan "alasan kemanusiaan". Komisi berpendapat Muslim Rohingya akan menghadapi penganiayaan di Myanmar jika mereka dikirim kembali dari India.

Ahad, 17/09/2017 09:43 0

Indonesia

Prabowo Sebut Bantuan Pemerintah Indonesia untuk Rohingya Sebagai Pencitraan

Prabowo Subianto menyebut bantuan untuk Rohingya sebagai pencitraan

Sabtu, 16/09/2017 21:17 0

Indonesia

Aksi Bela Rohingya, Pemuda Muhmamadiyah: Mencibir Pasti Tak Punya Ukhuwah Islamiyah

“Ketika mencibir ukhuawah islamiyah pastilah dia tak punya ukhuwah islamiyah,"

Sabtu, 16/09/2017 20:50 0

Indonesia

Ikut Aksi Bela Rohingya, Prabowo: Kita Harus Penuh Wibawa Supaya Didengar Myanmar

"Ini kita mau bantu Rohingya kan? Kalau diri sendiri aja tidak beres bagaimana mungkin mau didengar oleh bangsa lain,"

Sabtu, 16/09/2017 20:10 0

Wilayah Lain

Delegasi Indonesia Hadiri Forum Solidaritas Pemuda Islam di Azerbaijan

KIBLAT.NET, Baku – Delegasi Indonesia yang terdiri dari lima orang menghadiri Islamic Youth Solidarity Forum...

Sabtu, 16/09/2017 18:40 0

Indonesia

Dianggap akan Bangkitkan PKI, Lokasi Seminar Sejarah 65 Digerudug Massa

LBH Jakarta rencananya akan menggelar Seminar Sejarah 65 dengan tema Pengungkapan Kebenaran Sejarah 1965/66

Sabtu, 16/09/2017 18:22 0

Analisis

Gerakan Perlawanan Bangsa Rohingya: Sejarah dan Evaluasi

Upaya untuk mengaitkan gerakan perlawanan Rohingya dengan kelompok jihad transnasional, apalagi ISIS, dipandang oleh pejuang Rohingya sebagai sebuah serangan kepada mereka. Bahkan, dinilai sebagai langkah untuk mendelegitimasi perjuangan mereka yang baru saja lahir.

Sabtu, 16/09/2017 17:54 0

Indonesia

Aksi Bela Rohingya Bangkitkan Memori Aksi 212

"Tentu ini juga bisa jadi sebagai wadah ukhuwah antar umat, bahkan serasa reuni 212"

Sabtu, 16/09/2017 17:09 2

Myanmar

Soal Rohingya, PM Bangladesh Seru Dunia Internasional Tekan Myanmar

"Saya meminta masyarakat internasional untuk memberi tekanan pada pemerintah Myanmar untuk mengambil kembali warganegara mereka

Sabtu, 16/09/2017 16:03 0

Indonesia

Komentari Pajak, Penulis Novel Supernova: Harus Diperbaiki

KIBLAT.NET, Jakarta – Penulis novel Supernova, Dewi Lestari turut bersuara soal pajak yang saat ini...

Sabtu, 16/09/2017 15:28 0

Close