... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Usir Etnis Rohingya, Myanmar Gunakan Taktik “Bumi Hangus”

Foto: Penampakan satelit menunjukkan wilayah Rakhine, Myanmar sebelum dan sesudah dibakar.

KIBLAT.NET, Rakhine – Taktik bumi hangus digunakan oleh pasukan Myanmar yang dibantu oleh penganut Buddha Rakhine untuk mengusir etnis Muslim Rohingya dari kampung halamannya. Amnesty International menjelaskan bahwa mereka membakar seluruh desa Rohingya dan menembaki orang-orang yang mencoba melarikan diri.

Menurut data satelit terbaru yang termuat dalam foto dan video dari lapangan, Amnesty pada Kamis (14/09) mengatakan setidaknya ada 80 kebakaran berskala besar di daerah-daerah yang didiami di negara bagian Rakhine utara sejak 25 Agustus.

“Buktinya tidak terbantahkan -pasukan keamanan Myanmar sedang menetapkan negara bagian Rakhine utara terbakar dalam sebuah kampanye tertarget untuk mendorong orang-orang Rohingya keluar dari Myanmar,” kata Tirana Hassan, Direktur Penanggulangan Krisis Amnesty International. “Jangan salah, ini adalah pembersihan etnis,” imbuhnya.

Sedikitnya 370.000 warga Rohingya diperkirakan telah melarikan diri dari Negara Bagian Rakhine ke negara tetangga Bangladesh karena serangan militer besar-besaran setelah pejuang dari Arakan Rohingya Solidarity Army (ARSA) menyerang sejumlah pos polisi.

Amnesty mengatakan bahwa pihaknya menguatkan adanya taktik bumi hangus dengan menganalisis foto-foto yang diambil dari seberang Sungai Naf di Bangladesh. Dari situ, kebakaran hebat terjadi di dalam Myanmar.

Amnesty mengatakan bahwa di beberapa daerah, pemerintah daerah memperingatkan bahwa rumah mereka akan dibakar. Hal ini menjadi sebuah indikasi yang jelas bahwa serangan tersebut disengaja dan direncanakan.

Seorang saksi mata dari desa Pan Kyiang di kota Rathedaung menggambarkan bagaimana pada pagi hari tanggal 4 September, militer datang dengan pejabat desa. “Dia mengatakan pada pukul 10 pagi hari ini kami sebaiknya pergi, karena semuanya akan dibakar,” ungkapnya.

Ketika keluarganya sedang berkemas, dia melihat ‘bola api’ memukul rumahnya. Pada saat itulah mereka melarikan diri dengan panik. Penduduk desa yang bersembunyi di sawah juga menyaksikan tentara membakar rumah dengan menggunakan peluncur roket.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Khutbah Jumat : Menjadi Hamba Allah Seutuhnya (Ust. Mohammad Nabil)

KIBLAT.NET – Sesungguhnya tujuan diciptakannya manusia adalah tiada lain kecuali untuk beribadah kepadaNya. Lantas, bagaimanakah...

Jum'at, 15/09/2017 13:26 0

Artikel

Andaikan Kita Seorang Rohingya (3) : Bangladesh, Tetangga yang Mengacuhkan

Bangladesh merupakan salah satu negara termiskin di dunia. Sebagai negara yang berbatasan langsung, memiliki persamaan agama dan penampilan fisik, Bangladesh adalah tempat yang dipilih oleh Rohingya untuk mencari perlindungan.

Jum'at, 15/09/2017 13:16 0

Opini

Mengakhiri Tragedi Korban Narkoba

Pekan ini terjadi hal yang mencengangkan bagi dunia pemuda bangsa ini. Tepatnya Rabu 13 September 2017 di Kota Kendari sebanyak 30 orang yang terdiri dari dewasa hingga remaja harus mendapatkan perawatan oleh pihak rumah sakit.

Jum'at, 15/09/2017 12:12 0

Indonesia

Cerita Keluarga Korban Soal Kronologi Tragedi Tanjung Priok

Daud Beureuh, salah satu anak dari korban tragedi Tanjung Priok menceritakan awal mula peristiwa berdarah itu terjadi. Ia mengatakan sebab pertamanya adalah pencopotan pamflet di sebuah masjid yang isinya menolak kebijakan pemerintah yang menempatkan Pancasila sebagai asas tunggal.

Jum'at, 15/09/2017 10:51 0

Indonesia

Keluarga Korban Tragedi Tanjung Priok Belum Dapat Keadilan

"Sampai hari ini, korban dan keluarga korban tidak mendapat keadilan dan kepastian hukum," katanya dalam diskusi di kantor KontraS, Jakarta pada Rabu (13/09).

Jum'at, 15/09/2017 08:11 0

Indonesia

Kroni Orba di Pemerintahan, Kasus Tanjung Priok Akan Terhambat

Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) mengkritisi adanya Tri Sutrisno yang duduk di lingkaran pemerintahan. Padahal, ia dianggap bertanggung jawab terhadap tragedi Tanjung Priok.

Jum'at, 15/09/2017 06:44 0

Indonesia

KontraS: Penegakan Hukum Kasus Tanjung Priok Bagian Penerapan Nilai Pancasila

"Saya sudah empat kali diundang ke kantor Staf Presiden untuk membahas bagaimana mencari trobosan kasus pelanggaran HAM. Tapi sampai hari ini hanya rapat, rapat, dan rapat. Tidak ada hasil"

Kamis, 14/09/2017 20:13 0

Indonesia

Muncul Kekhawatiran Narasi Pancasila Saat Ini Mirip Tafsir Asas Tunggal Orde Baru

Narasi Pancasila saat ini dikhawatirkan untuk melanggengkan kekuasaan dan membungkam orang yang dianggap kritis terhadap kekuasan

Kamis, 14/09/2017 19:38 0

Indonesia

KontraS: Pengadilan Tragedi Tanjung Priok Belum Usai, Banyak Fakta Ditutupi

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyatakan pengadilan tragedi...

Kamis, 14/09/2017 18:42 0

Indonesia

Bang Japar: Asma Dewi Tak Terkait Saracen

"Dari pasal-pasal di atas kami melihat tidak ada kaitannya dengan Saracen. Dimana kaitannya, kami tidak menemukan kaitannya"

Kamis, 14/09/2017 18:12 0

Close
CLOSE
CLOSE