... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Cerita Keluarga Korban Soal Kronologi Tragedi Tanjung Priok

Foto: Daud Beureuh, salah satu keluargga korban tragedi berrdarah Tanjung Priok 1984.

KIBLAT.NET, Jakarta – Daud Beureuh, salah satu anak dari korban tragedi Tanjung Priok menceritakan awal mula peristiwa berdarah itu terjadi. Ia mengatakan sebab pertamanya adalah pencopotan pamflet di sebuah masjid yang isinya menolak kebijakan pemerintah yang menempatkan Pancasila sebagai asas tunggal.

“Yang memantik peristiwa Tanjung Priok adalah ketika ada satu Babinsa yang dia masuk ke masjid mencopot pamflet dengan air comberan,” katanya saat diskusi publik ‘Peringatan 33 Tahun Tragedi Tanjung Priok’ di kantor Kontras, Jakarta Pusat pada Rabu (13/09).

Daud menjelaskan saat itu banyak masyarakat dan tokoh yang melihat kejadian tersebut, hingga akhirnya terjadilah pembakaran sepeda motor milik Babinsa. Saat itu, lanjut dia, ada empat tokoh yang sebenarnya mendamaikan suasana, namun malah kemudian ditangkap oleh Kodim.

Menurut Daud, empat tokoh tersebut dibawa ke kantor Kodim Jakarta Utara. Karena ada penangkapan tersebut, masyarakat dan tokoh setempat meminta untuk empat orang yang ditangkap agar dibebaskan.

“Tokoh-tokoh Tanjung Priok saat itu Amir Biki dan kawan kawan meminta pembebasan empat orang yang ditangkap dan ditahan. Karena mereka memang tidak bersalah,” ujarnya.

Setelah penangkapan, masyarakat lalu menggelar acara tabligh akbar. Daud menjelaskan, tabligh akbar tersebut seperti mimbar bebas, orasi dan ceramahnya mengkritik kebijakan-kebijakan Orde Baru yang dianggap diskriminatif terhadap rakyatnya.

“Pada saat itu salah satu orator juga telah memberikan satu peringatan kepada Kodim untuk segera membebaskan empat orang yang ditahan karena mereka tidak bersalah,” ungkapnya.

BACA JUGA  Memburu Kader "Radikal", Surat Terbuka untuk Menag

Namun, kata Daud, orasi dari masyarakat tidak dihiraukan. Setelah tabligh akbar selesai massa dengan damai berjalan ke Kodim Jakarta Utara dan Polres Jakarta Utara. Maka dari situlah tragedi berdarah Tanjung Priok terjadi.

“Regu Artileri Pertahanan Udara (Arahanud) yang dipimpin Kapten Sutrisno Mascung dan juga Srianto, ketika masyarakat berjalan dilakukan penembakan di tempat. Saat itu banyak korban meninggal termasuk salah satu tokoh Tanjung Priok, Amir Biki meninggal di tempat. Dan lainnya ada yang hilang dan juga korban luka,” ujarnya.

Selanjutnya, Daud menambahkan, setelah peristiwa Tanjung Priok terjadi, malam hari itu juga Pangdam DKI Jakarta, Try Sutrisno memerintahkan untuk segera membersihkan seluruh tempat.

“Termasuk darah-darah yang berceceran di sekitar lokasi dengan menggunakan mobil ke pemadam kebakaran,” katanya saat menggambarkan kejadian.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Philipina

Cina Kembali Gelontorkan Dana ke Filipina untuk Perang Marawi

Angkatan bersenjata Filipina menerima dana sebesar P65 juta ($ 1,27 juta) dari Cina pada Rabu (13/09). Dana ditujukan untuk pengobatan dan pemulihan pasukan pemerintah yang terluka dalam Perang Marawi.

Jum'at, 15/09/2017 10:20 0

Myanmar

ARSA: Kami Tak Ada Hubungan dengan Kelompok Asing

"Kami tidak berharap keterlibatan kelompok-kelompok tersebut, termasuk di dalamnya Al-Qaidah dan ISIS dan Laskar E-Taliban, dalam konflik Arakan karena hal itu hanya memperparah situasi,” kata pernyataan ARSA pada Kamis (14/09), seperti dilansir Al-Jazeera.

Jum'at, 15/09/2017 09:43 0

Arab Saudi

Asosiasi Ulama Ahlussunnah Kutuk Penangkapan Ulama di Saudi

Asosiasi Ulama Ahlussunnah mengecam penangkapan sejumlah ulama di Arab Saudi oleh otoritas Kerajaan. Ikatan ulama itu mengancam mengadukan kampanye penangkapan itu kepada internasional.

Jum'at, 15/09/2017 08:58 0

Malaysia

Kebakaran Serang Rumah Tahfidz Al-Quran di Malaysia, 23 Santri Tewas

Setidaknya 23 santri dan dua penjaga tewas setelah api melahap gedung Pusat Tahfiz Darul Quran Ittifaqiyah di Kuala Lumpur Malaysia.

Kamis, 14/09/2017 17:13 0

Artikel

Andaikan Kita Seorang Rohingya (2) : Kekejaman Umat Budha Myanmar atas Rohingya Bag.2

Wanita Rohingya telah menjadi korban perkosaan, penganiayaan dan penghinaan oleh pasukan keamanan. Mereka tidak diizinkan untuk memakai jilbab, usia pernikahan mereka dibatasi dan diwajibkan melakukan kontrasepsi paksa.

Kamis, 14/09/2017 15:30 0

Artikel

ARSA, Kelompok Perjuangan untuk Muslim Rohingya

Arakan Rohingya Solidarity Army (ARSA), yang sebelumnya dikenal sebagai Harakah Al-Yaqin pertama kali muncul pada bulan Oktober 2016 saat menyerang 3 pos polisi di kota Maungdaw dan Rathedaung, yang menewaskan sembilan petugas polisi.

Kamis, 14/09/2017 13:12 0

Myanmar

PBB Desak Myanmar Kembalikan Hak Warga Rohingya

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kembali meminta Myanmar untuk menghentikan tindakan militer dan genosida terhadap etnis Rohingya.

Kamis, 14/09/2017 12:52 0

Irak

Israel Dukung Negara Kurdi di Iraq, Turki Menolak

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mendukung berdirinya negara Kurdi yang independen menjelang referendum regional di Iraq utara.

Kamis, 14/09/2017 11:11 0

Opini

Motif Politis dan Agama di Balik Tragedi Rohingya

Sejatinya di balik tragedi Rohingya ada upaya pemusnahan etnis yang kental dengan motif politis dan agama. Sayangnya semua itu ditutupi rapat-rapat dengan dalih takut menjadi provokasi. Kemudian diserulah dengan lantang oleh media bahwa ini konflik kemanusiaan.

Kamis, 14/09/2017 10:24 0

Arab Saudi

Sebab-sebab Ini Diduga Dorong Saudi Tangkapi Ulama dan Aktivis

Selain karena persoalan Qatar, penangkapan ini juga disinyalir untuk mengamankan kekuasaan Raja

Kamis, 14/09/2017 09:42 0

Close