... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

ARSA: Kami Tak Ada Hubungan dengan Kelompok Asing

Foto: ARSA

KIBLAT.NET, Arakan – Arakan Rohingya Solidarity Army (ARSA) menegaskan bahwa gerakannya tidak terkait dengan Organisasi Al-Qaedah ataupun Daulah Islamiyah (ISIS). Mereka juga menolak seluruh organisasi “teroris” di wilayah Arakan, yang hanya akan meningkatkan kampanye militer pasukan Myanmar.

“Kami tidak memiliki hubungan dengan satu faksi pun dari kelompok perlawanan yang melintasi perbatasan. Begitu juga kami tidak berharap keterlibatan kelompok-kelompok tersebut, termasuk di dalamnya Al-Qaidah dan ISIS dan Laskar E-Taliban, dalam konflik Arakan karena hal itu hanya memperparah situasi,” kata pernyataan ARSA pada Kamis (14/09), seperti dilansir Al-Jazeera.

ARSA mendesak negara-negara kawasan untuk mencegah kelompok-kelompok ini memasuki Arakan. Mereka juga mengatakan siap bekerja sama dengan keamanan negara tetangga untuk menghadapi pejuang di kawasan dan menghadang mereka masuk ke Arakan.

Pernyataan itu menambahkan bahwa konflik Arakan lahir karena penderitaan kemanusiaan. ARSA prihatin tentang kondisi sekitar empat ratus ribu Rohingya yang melarikan diri akibat kampanye militer Myanmar sejak 25 Agustus lalu.

ARSA kembali menegaskan bahwa gencatan senjata sepihak yang diumumkannya selama sebulan bertujuan memberi akses lembaga-lembaga kemanusiaan menyalurkan bantuan kepada warga Rohingya.

Pemerintah Myanmar sendiri menolak gencatan yang diajukan ARSA tersebut. Juru bicara Aung San Suu Kyi menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan bernegosiasi dengan “teroris”, sebutan untuk ARSA.

ARSA melakukan perlawanan militer setelah sekian lama militer Myanmar dengan dibantu ekstremis Budha mengusir dan membantai warga Rohingya. Gerakan bersenjata ini untuk membela diri dari kampanye brutal militer. Namun rezim Myanmar menyebut mereka sebagai gerakan “teroris”.

BACA JUGA  Muslim Rohingya Hidup dalam Penjara Terbuka di Myanmar

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Keluarga Korban Tragedi Tanjung Priok Belum Dapat Keadilan

"Sampai hari ini, korban dan keluarga korban tidak mendapat keadilan dan kepastian hukum," katanya dalam diskusi di kantor KontraS, Jakarta pada Rabu (13/09).

Jum'at, 15/09/2017 08:11 0

Indonesia

Kroni Orba di Pemerintahan, Kasus Tanjung Priok Akan Terhambat

Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) mengkritisi adanya Tri Sutrisno yang duduk di lingkaran pemerintahan. Padahal, ia dianggap bertanggung jawab terhadap tragedi Tanjung Priok.

Jum'at, 15/09/2017 06:44 0

Indonesia

KontraS: Penegakan Hukum Kasus Tanjung Priok Bagian Penerapan Nilai Pancasila

"Saya sudah empat kali diundang ke kantor Staf Presiden untuk membahas bagaimana mencari trobosan kasus pelanggaran HAM. Tapi sampai hari ini hanya rapat, rapat, dan rapat. Tidak ada hasil"

Kamis, 14/09/2017 20:13 0

Indonesia

Muncul Kekhawatiran Narasi Pancasila Saat Ini Mirip Tafsir Asas Tunggal Orde Baru

Narasi Pancasila saat ini dikhawatirkan untuk melanggengkan kekuasaan dan membungkam orang yang dianggap kritis terhadap kekuasan

Kamis, 14/09/2017 19:38 0

Indonesia

KontraS: Pengadilan Tragedi Tanjung Priok Belum Usai, Banyak Fakta Ditutupi

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyatakan pengadilan tragedi...

Kamis, 14/09/2017 18:42 0

Indonesia

Bang Japar: Asma Dewi Tak Terkait Saracen

"Dari pasal-pasal di atas kami melihat tidak ada kaitannya dengan Saracen. Dimana kaitannya, kami tidak menemukan kaitannya"

Kamis, 14/09/2017 18:12 0

Indonesia

“Korban Pelanggaran HAM Diperhatikan Hanya untuk Kepentingan Politik”

Asmin mengaku kerap menemukan fenomena tersebut, dimana menjelang pemilu semua calon berlomba-lomba mencari nama baik dari masyarakat, terutama dari korban tragedi. Namun setelah pemilu berlalu, perhatian mereka juga berlalu.

Kamis, 14/09/2017 18:11 0

Indonesia

Forum Aktivis HAM Desak Jokowi Evaluasi Pelanggaran HAM Atas Nama Pancasila

Dalam pandangan Usman, Presiden perlu mengerahkan seluruh mandat sekaligus sumber daya UKP-PIP untuk melakukan evaluasi total atas gambaran tragedi kemanusiaan tersebut.

Kamis, 14/09/2017 16:36 0

Indonesia

Viral Foto Bupati Purbalingga Masuk Got, Warganet: Meniru Gaya Siapa?

Sejumlah foto Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH memperlihatkan dirinya sedang memeriksa kondisi saluran air tengah viral di sosial media

Kamis, 14/09/2017 16:07 0

Indonesia

Temui DPR, Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Myanmar Tutupi Kasus Rohingya

Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Myanmar bertandang ke DPR RI dalam rangka studi banding

Kamis, 14/09/2017 15:36 0

Close
CLOSE
CLOSE