... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sebab-sebab Ini Diduga Dorong Saudi Tangkapi Ulama dan Aktivis

KIBLAT.NET, Riyadh – Kantor berita Reuters mengidentifikasi sejumlah alasan di balik kampanye penangkapan ulama dan pemikir Arab Saudi oleh Kerajaan. Sampai saat ini, puluhan ulama dan pemikir ditahan tanpa penjelasan resmi dari pemerintah Riyadh.

Dalam laporannya beberapa waktu lalu, kantor berita yang bermarkas di Inggris itu mengatakan bahwa kampanye ini bersamaan dengan spekulasi luas bahwa Raja Salman bin Abdul Aziz ingin menyerahkan kursi raja ke anaknya Pangeran Muhammad bin Salman. Putra Mahkota itu hari ini sudah mendominasi dalam kebijakan ekonomi, diplomatik dan internal pemerintahan Saudi.

Alasan selanjutnya, kata Reuters, kampanye penangkapan itu terkait dengan perselisihan yang berkembang antara Arab Saudi dan sekutunya di satu sisi, dan Qatar di sisi lain.

Faktor lain, munculnya seruan aktivis oposisi Saudi yang hidup di pengasingan untuk menggelar demonstrasi pada Jumat besok memprotes keluarga Kerajaan. Mereka menyebut aksi itu dengan Gerakan 15 September.

Reuters menambahkan, keluarga Alu Su’ud (penguasa Saudi) melihat gerakan Islam ancaman terbesar kekuasaannya. Mereka menjadikan gerakan Islam musuh utama.

Terkait tuduhan legal yang diarahkan kepada ulama dan aktivis, pihak berwenang Saudi menuduh mereka mata-mata dan memiliki hubungan dengan gerakan di luar negeri, di antaranya Ikhwanul Muslimin yang masuk dalam daftar teroris Saudi. Tuduhan lainnya, mereka dianggap mendapat dana dan mendukung dua negara (yang tidak disebutkan namanya) dengan tujuan membahayakan dan mengacau keamanan Saudi.

Dalam hal ini, Dinas Keamanan Saudi mengaku pihaknya memantau aktivitas orang-orang yang bekerja untuk kepentingan asing, untuk menyerang Saudi dan kepentingannya. Orang-orang yang terlibat kemudian ditangkap dalam waktu bersamaan. Mereka terdiri dari warga Saudi dan asing. Saat ini tengah dilakukan penyelidikan.

Sementara itu, sumber portal Al-Khalij Al-Jadid mengungkapkan bahwa penangkapan terhadap ulama terjadi karena mereka menolak mengikuti arahan Kantor Kerajaan untuk menyerang Qatar. Para ulama itu didatangi langsung oleh utusan Kerajaan namun mereka tetap menolak.

Sumber: Reuters, Al-Khalid Al-Jadid
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Hina Islam, Akun Tirtahati Chandra Dilaporkan ACTA ke Polisi

Akun Facebook Tirtahati Chandra (TC) dilaporkan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ke Bareskrim Polri atas dugaan penyebaran ujaran kebencian berunsur SARA.

Rabu, 13/09/2017 21:30 0

Indonesia

Dinilai Cacat, Polisi Diminta Hentikan Kasus Alfian Tanjung

Barang bukti kasus Alfian Tanjung tak tunjukkan adanya pencemaran nama baik

Rabu, 13/09/2017 20:06 0

Indonesia

Pengacara Sebut Ada Pelanggaran HAM dalam Penanganan Kasus Alfian Tanjung

“Penanganan perkara Ustadz Alfian Tanjung oleh Polisi ini sejajar dengan perkara extra ordinary crime atau kejahatan luar biasa"

Rabu, 13/09/2017 18:59 0

Indonesia

PKS: Tak Ada Korelasinya Gerakan Kemanusiaan Rohingya untuk Menjatuhkan Pemerintah

"Kita tidak ingin semangat membantu Rohingya ini didomplengi oleh politik-politik praktis dalam artian isu dikembangkan mengganggu stabilitas. Tidak ada urusan," katanya di Gedung DPR RI, Jakarta pada Selasa (12/09).

Rabu, 13/09/2017 14:34 0

Indonesia

Diplomasi Indonesia soal Rohingya Dinilai Belum Berhasil Sesuai Harapan

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKS, Sukamta menegaskan bahwa genosida terhadap etnis Rohingya yang terjadi di Myanmar adalah fakta. Meskipun selama ini pemerintah Myanmar menyebutkan bahwa kekerasan tersebut dilakukan untuk mengatasi ancaman terorisme.

Rabu, 13/09/2017 13:42 0

Indonesia

Baru Tiba di Indonesia Takaran Mud Asli dari Nabi Muhammad SAW

Kini umat Islam Indonesia tidak lagi bingung atau main kira-kira dengan ukuran mud atau sha’. Karena pada Selasa (13/09) timbangan mud yang sebenarnya telah tiba di Indonesia.

Rabu, 13/09/2017 12:46 3

Indonesia

DPR Janji Bahas Keluhan Masyarakat soal Tingginya Pajak

Anggota Komisi XI DPR RI, Sukiman, mengatakan bahwa Kebebasan Umum Pajak (KUP) akan menjadi pembahasan lembaganya. Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa keluhan masyarakat soal tingginya pajak akan menjadi masukan bagi Komisi XI.

Rabu, 13/09/2017 11:40 0

Foto

Foto-foto Unik Ibadah Haji 1438 Hijriah

Rangkaian ibadah haji tahun 1438 H atau 2017 M telah usai. Para jamaah pun secara berangsur-angsur meninggalkan tanah suci. Mereka yang ikhlas dalam beribadah tentunya akan meraih "gelar" haji yang mabrur. Namun jika noda-noda riya' menyelimuti, hal itu setidaknya menjadi koreksi diri.

Rabu, 13/09/2017 10:40 0

Artikel

Andaikan Kita Seorang Rohingya (2) : Kekejaman Umat Budha Myanmar atas Rohingya Bag.1

"Orang Arakan memperlakukan kami dengan sangat buruk, menghentikan pasokan makanan. Bahkan, seorang Arakan mengatakan kepada kami, “Kami akan menghentikan semua makananmu, dan kamu tahu mengapa? Kami melakukannya agar kalian segera pergi dari sini secepatnya dan secara permanen.

Rabu, 13/09/2017 10:00 0

Feature

“Laskar Radikal” Itu Bekerja Untuk Kemanusiaan

Dari sekian banyak pengguna jalan, Wahhab menuturkan, yang paling banyak memberi donasi untuk Myanmar adalah para driver ojek online.

Selasa, 12/09/2017 21:31 0

Close