... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Saudi Tolak Penyelidikan Internasional Pelanggaran HAM di Yaman

Foto: Pejuang pro pemerintah Yaman dukungan koalisi Saudi

KIBLAT.NET, Jenewa – Duta Besar Saudi untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa mengatakan, Rabu (13/09), bahwa waktu saat ini tidak tepat untuk menggelar penyelidikan internasional independen terhadap pelanggaran hak asasi manusia di Yaman sebagaimana yang diminta Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Kami bekerja sama dengan harapan bisa mencapai solusi pertengahan,” kata Abdel-Aziz al-Wasil, Dubes Saudi di PBB, kepada media.

“Kami tidak keberatan dengan penyelidikan itu sendiri. Kami sedang berdiskusi tentang waktu dan apakah sudah saatnya membentuk sebuah komisi internasional dalam menghadapi kesulitan di lapangan,” imbuhnya.

Al-Wasil berharap PBB mendukung sikap Saudi untuk kesekian kali. Menurutnya, dewan lokal lebih utama yang menggelar penyelidikan itu karena mereka bisa menembus seluruh daerah dan menjalin komunikasi dengan pihak-pihak di seluruh Yaman.

Duta Besar mengatakan bahwa masyarakat internasional harus memfokuskan upayanya untuk memungkinkan pekerja kemanusiaan menjangkau mereka yang membutuhkan.

Belanda dan Kanada mendukung resolusi Dewan HAM PBB yang menyerukan penyelidikan internasional, namun Duta Besar Saudi Abdel Aziz al-Wasall mengatakan akan lebih baik untuk membentuk sebuah komisi penyelidikan lokal Yaman.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Zeid bin Raad al-Hussein, telah lama menyerukan penyelidikan internasional independen mengenai konflik Yaman. Ia menenilai, komisi nasional Yaman tidak memenuhi syarat untuk menyelidiki.

Selama dua tahun terakhir, Dewan Hak Asasi Manusia yang beranggotakan 47 negara telah menolak permintaan Belanda untuk digelar penyelidikan internasional. Mereka mendukung posisi Saudi dengan membentuk komite Yaman.

BACA JUGA  Alhamdulillah, Arab Saudi Izinkan Umrah Mulai 4 Oktober

Koalisi yang dipimpin oleh Saudi membentuk sebuah tim untuk menyelidiki korban sipil. Koalisi mengatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya menyimpulkan bahwa serangkaian serangan udara mematikan sebagian besar dapat dibenarkan.

Sumber: France24.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Hina Islam, Akun Tirtahati Chandra Dilaporkan ACTA ke Polisi

Akun Facebook Tirtahati Chandra (TC) dilaporkan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ke Bareskrim Polri atas dugaan penyebaran ujaran kebencian berunsur SARA.

Rabu, 13/09/2017 21:30 0

Indonesia

Dinilai Cacat, Polisi Diminta Hentikan Kasus Alfian Tanjung

Barang bukti kasus Alfian Tanjung tak tunjukkan adanya pencemaran nama baik

Rabu, 13/09/2017 20:06 0

Indonesia

Pengacara Sebut Ada Pelanggaran HAM dalam Penanganan Kasus Alfian Tanjung

“Penanganan perkara Ustadz Alfian Tanjung oleh Polisi ini sejajar dengan perkara extra ordinary crime atau kejahatan luar biasa"

Rabu, 13/09/2017 18:59 0

Indonesia

PKS: Tak Ada Korelasinya Gerakan Kemanusiaan Rohingya untuk Menjatuhkan Pemerintah

"Kita tidak ingin semangat membantu Rohingya ini didomplengi oleh politik-politik praktis dalam artian isu dikembangkan mengganggu stabilitas. Tidak ada urusan," katanya di Gedung DPR RI, Jakarta pada Selasa (12/09).

Rabu, 13/09/2017 14:34 0

Indonesia

Diplomasi Indonesia soal Rohingya Dinilai Belum Berhasil Sesuai Harapan

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKS, Sukamta menegaskan bahwa genosida terhadap etnis Rohingya yang terjadi di Myanmar adalah fakta. Meskipun selama ini pemerintah Myanmar menyebutkan bahwa kekerasan tersebut dilakukan untuk mengatasi ancaman terorisme.

Rabu, 13/09/2017 13:42 0

Indonesia

Baru Tiba di Indonesia Takaran Mud Asli dari Nabi Muhammad SAW

Kini umat Islam Indonesia tidak lagi bingung atau main kira-kira dengan ukuran mud atau sha’. Karena pada Selasa (13/09) timbangan mud yang sebenarnya telah tiba di Indonesia.

Rabu, 13/09/2017 12:46 3

Indonesia

DPR Janji Bahas Keluhan Masyarakat soal Tingginya Pajak

Anggota Komisi XI DPR RI, Sukiman, mengatakan bahwa Kebebasan Umum Pajak (KUP) akan menjadi pembahasan lembaganya. Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa keluhan masyarakat soal tingginya pajak akan menjadi masukan bagi Komisi XI.

Rabu, 13/09/2017 11:40 0

Foto

Foto-foto Unik Ibadah Haji 1438 Hijriah

Rangkaian ibadah haji tahun 1438 H atau 2017 M telah usai. Para jamaah pun secara berangsur-angsur meninggalkan tanah suci. Mereka yang ikhlas dalam beribadah tentunya akan meraih "gelar" haji yang mabrur. Namun jika noda-noda riya' menyelimuti, hal itu setidaknya menjadi koreksi diri.

Rabu, 13/09/2017 10:40 0

Artikel

Andaikan Kita Seorang Rohingya (2) : Kekejaman Umat Budha Myanmar atas Rohingya Bag.1

"Orang Arakan memperlakukan kami dengan sangat buruk, menghentikan pasokan makanan. Bahkan, seorang Arakan mengatakan kepada kami, “Kami akan menghentikan semua makananmu, dan kamu tahu mengapa? Kami melakukannya agar kalian segera pergi dari sini secepatnya dan secara permanen.

Rabu, 13/09/2017 10:00 0

Feature

“Laskar Radikal” Itu Bekerja Untuk Kemanusiaan

Dari sekian banyak pengguna jalan, Wahhab menuturkan, yang paling banyak memberi donasi untuk Myanmar adalah para driver ojek online.

Selasa, 12/09/2017 21:31 0

Close
CLOSE
CLOSE