... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rezim Akan Gusur Pemakaman Pejuang Aleppo, Warga Khawatir

Foto: Kondisi di Aleppo sebelum warga dan pejuang anti rezim menarik diri [Foto: Al-Jazeera]

KIBLAT.NET, Aleppo – Warga Suriah anti rezim Assad mengungkapkan keprihatinan mendalam atas niat rezim memindahkan makam sementara warga dan pejuang di Taman Aleppo ke makam baru di pinggiran utara kota, dekat kota industri Sheikh Najjar, lapor portal Arabi21.com pada Rabu (13/09).

Sebagian besar taman di Aleppo, terutama di lingkungan timur, berubah menjadi makam dalam dua tahun terakhir. Banyaknya orang terbunuh akibat bom yang dijatuhkan pihak rezim dan pertempuran memaksa warga memakamkan kerabat dan teman mereka di taman kota. Makam umum sudah penuh.

Sejumlah sumber warga mengungkapkan kepada Arabi21.com ketakutan mendalam rezim memindahkan makam-makam tersebut sebagai balasan terhadap oposisi. Kekhawatiran lain muncul, akan hilangnya jenazah dan ketidakmungkinan untuk mengidentifikasi tempat pemakaman baru mereka, terlebih pemindahan itu tidak disaksikan oleh kerabat.

Pejabat kelompok oposisi “Dewan Revolusioner Salah al-Din,” Abu Mahiu Kurdi, mengatakan bahwa rezim mungkin akan mengizinkan warga yang kerabatnya dimakamkan di kuburan tersebut mengawal pemindahan setelah mendapat surat keterangan kematian. Akan tetapi, lanjutnya, mayoritas penduduk Aleppo telah meninggalkan kota tersebut sejak akhir 2016 dan tidak mungkin kembali. Sementara mayoritas jenazah kerabat mereka.
Dia menunjukkan bahwa banyak jenazah yang tidak diketahui identitasnya di makam tersebut. Begitu juga dengan jasad para pejuang Suriah yang sudah hancur, dan mungkin tidak akan ditemukan lagi makam mereka.

BACA JUGA  Demontrasi Warga Suriah: Penjajah Rusia Harus Pergi!

Menurut pendapat Kurdi, internasional harus turun menghadang rencana rezim ini sampai ada solusi. Di antaranya, mengizinkan keluarga korban mengidentifikasi kerabat mereka di makam tersebut melalui jalur resmi.

Sementara itu, pengacara Abdel Nasser al-Yusuf, mengungkapkan bahwa pemindahan kuburan tanpa legitimasi undang-undang “bertentangan dengan” hukum dan peraturan yang berlaku, apapun dalihnya.

“Pemindahan ini dapat mengakibatkan hilangnya banyak mayat, dan nasib beberapa dari mereka mungkin tetap berada dalam daftar orang yang hilang,” katanya kepada Arab21.com, Rabu.

Dia menekankan bahwa perlu membentuk sebuah komite untuk menyelidiki dan mengidentifikasi setiap penghuni makam tersebut. Akan tetapi, Yusuf pesimis hal itu terealisasi sementara orang-orang yang memakamkan jenazah-jenazah tersebut tidak diketahui.

Lingkungan timur Aleppo sendiri memiliki lima lokasi pemakaman resmi. Kuburan terbesara berada di lingkungan Al-Kalasah, Al-Ma’adi, Al-Salaheen, Bab Al-Nayrab dan Qadi Askar. Setelah semuanya terisi, oposisi mengubah taman kota menjadi kuburan. Di sisi lain, taman di lingkungan Aleppo barat, yang dikontrol oleh rezim saat itu juga menyaksikan kondisi sama.

Dengan dalih rehabilitasi Aleppo, rezim Suriah bebas melakukan apapun termasuk pemindahan makam dan penghancuran rumah warga yang ditinggalkan. Diduga ada motif lain di balik langkah rezim itu..

Pada akhir 2016, oposisi menarik diri dari seluruh kota Aleppo berdasarkan sebuah kesepakatan dengan rezim, yang disponsori oleh Turki dan Rusia. Rezim dan milisi pendukungnya telah memblokade wilayah tersebut selama berbulan-bulan dan terus menghujaninya dengan bom.

BACA JUGA  Demontrasi Warga Suriah: Penjajah Rusia Harus Pergi!

Sumber: Arabi21.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Hina Islam, Akun Tirtahati Chandra Dilaporkan ACTA ke Polisi

Akun Facebook Tirtahati Chandra (TC) dilaporkan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ke Bareskrim Polri atas dugaan penyebaran ujaran kebencian berunsur SARA.

Rabu, 13/09/2017 21:30 0

Indonesia

Dinilai Cacat, Polisi Diminta Hentikan Kasus Alfian Tanjung

Barang bukti kasus Alfian Tanjung tak tunjukkan adanya pencemaran nama baik

Rabu, 13/09/2017 20:06 0

Indonesia

Pengacara Sebut Ada Pelanggaran HAM dalam Penanganan Kasus Alfian Tanjung

“Penanganan perkara Ustadz Alfian Tanjung oleh Polisi ini sejajar dengan perkara extra ordinary crime atau kejahatan luar biasa"

Rabu, 13/09/2017 18:59 0

Indonesia

PKS: Tak Ada Korelasinya Gerakan Kemanusiaan Rohingya untuk Menjatuhkan Pemerintah

"Kita tidak ingin semangat membantu Rohingya ini didomplengi oleh politik-politik praktis dalam artian isu dikembangkan mengganggu stabilitas. Tidak ada urusan," katanya di Gedung DPR RI, Jakarta pada Selasa (12/09).

Rabu, 13/09/2017 14:34 0

Indonesia

Diplomasi Indonesia soal Rohingya Dinilai Belum Berhasil Sesuai Harapan

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKS, Sukamta menegaskan bahwa genosida terhadap etnis Rohingya yang terjadi di Myanmar adalah fakta. Meskipun selama ini pemerintah Myanmar menyebutkan bahwa kekerasan tersebut dilakukan untuk mengatasi ancaman terorisme.

Rabu, 13/09/2017 13:42 0

Indonesia

Baru Tiba di Indonesia Takaran Mud Asli dari Nabi Muhammad SAW

Kini umat Islam Indonesia tidak lagi bingung atau main kira-kira dengan ukuran mud atau sha’. Karena pada Selasa (13/09) timbangan mud yang sebenarnya telah tiba di Indonesia.

Rabu, 13/09/2017 12:46 3

Indonesia

DPR Janji Bahas Keluhan Masyarakat soal Tingginya Pajak

Anggota Komisi XI DPR RI, Sukiman, mengatakan bahwa Kebebasan Umum Pajak (KUP) akan menjadi pembahasan lembaganya. Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa keluhan masyarakat soal tingginya pajak akan menjadi masukan bagi Komisi XI.

Rabu, 13/09/2017 11:40 0

Foto

Foto-foto Unik Ibadah Haji 1438 Hijriah

Rangkaian ibadah haji tahun 1438 H atau 2017 M telah usai. Para jamaah pun secara berangsur-angsur meninggalkan tanah suci. Mereka yang ikhlas dalam beribadah tentunya akan meraih "gelar" haji yang mabrur. Namun jika noda-noda riya' menyelimuti, hal itu setidaknya menjadi koreksi diri.

Rabu, 13/09/2017 10:40 0

Artikel

Andaikan Kita Seorang Rohingya (2) : Kekejaman Umat Budha Myanmar atas Rohingya Bag.1

"Orang Arakan memperlakukan kami dengan sangat buruk, menghentikan pasokan makanan. Bahkan, seorang Arakan mengatakan kepada kami, “Kami akan menghentikan semua makananmu, dan kamu tahu mengapa? Kami melakukannya agar kalian segera pergi dari sini secepatnya dan secara permanen.

Rabu, 13/09/2017 10:00 0

Feature

“Laskar Radikal” Itu Bekerja Untuk Kemanusiaan

Dari sekian banyak pengguna jalan, Wahhab menuturkan, yang paling banyak memberi donasi untuk Myanmar adalah para driver ojek online.

Selasa, 12/09/2017 21:31 0

Close
CLOSE
CLOSE