... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Muncul Kekhawatiran Narasi Pancasila Saat Ini Mirip Tafsir Asas Tunggal Orde Baru

Foto: Asas Tunggal Pancasila (Ilustrasi)

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyoroti keberadaan Unit Kerja presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKPPIP), yang dikhawatirkan mengembangkan narasi yang mirip dengan asas tunggal Pancasila

Kekhawatiran itu diungkapkan Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Feri Kusuma. Pandangan tersebut didasarkan pada keberadaan Try Sutrisno yang dianggap bertanggung jawab atas tragedi Tanjung Priok dalam struktur Unit Kerja presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKPPIP).

“Saya sebenarnya semakin khawatir dengan situasi hari ini. Try Sutrisno yang dianggap sebagai orang yang bertanggung jawab tragedi Tanjung Priok, duduk di dewan pengarah Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila,” kata Feri diskusi publik ‘Peringatan 33 Tahun Tragedi Tanjung Priok’ di kantor KontraS, Jakarta Pusat, Rabu (13/09).

Perlu diketahui, Tragedi Tanjung Priok, Jakarta Utara terjadi pada September 1984 di saat Orde Baru kencang menerapkan asas tunggal Pancasila. Saat itu Try Sutrisno, yang kini duduk di dewan pengarah Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila bentukan Presiden Joko Widodo, menjabat sebagai Pangdam Jaya

KontraS pun menilai keberadaan UKPPIP juga menjadi kekhawatiran tersendiri. Jangan-jangan, kata Feri, tujuan narasi tentang Pancasila saat ini tidak jauh berbeda dengan tafsir asas tunggal yang pernah dimainkan orde baru.

“Yaitu untuk melanggengkan kekuasaan dan membungkam orang yang dianggap kritis terhadap kekuasan,” ujarnya.

Dia lantas menyontohkan pembungkaman suara kritis seperti yang dialami seorang jurnalis, Dandy Dwi Laksono. Beberapa waktu lalu dia membuat tulisan yang berisi fakta seputar darurat militer di Aceh di masa Megawati. Tulisan itu kemudian membuatnya dilaporkan ke pihak kepolisian atas tuduhana pencemaran nama baik.

BACA JUGA  Komisi VIII DPR: Presiden Prancis Patut Dikecam

“Itu menjadi shock therapy bagi kita,” paungkasnya

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Malaysia

Kebakaran Serang Rumah Tahfidz Al-Quran di Malaysia, 23 Santri Tewas

Setidaknya 23 santri dan dua penjaga tewas setelah api melahap gedung Pusat Tahfiz Darul Quran Ittifaqiyah di Kuala Lumpur Malaysia.

Kamis, 14/09/2017 17:13 0

Artikel

Andaikan Kita Seorang Rohingya (2) : Kekejaman Umat Budha Myanmar atas Rohingya Bag.2

Wanita Rohingya telah menjadi korban perkosaan, penganiayaan dan penghinaan oleh pasukan keamanan. Mereka tidak diizinkan untuk memakai jilbab, usia pernikahan mereka dibatasi dan diwajibkan melakukan kontrasepsi paksa.

Kamis, 14/09/2017 15:30 0

Artikel

ARSA, Kelompok Perjuangan untuk Muslim Rohingya

Arakan Rohingya Solidarity Army (ARSA), yang sebelumnya dikenal sebagai Harakah Al-Yaqin pertama kali muncul pada bulan Oktober 2016 saat menyerang 3 pos polisi di kota Maungdaw dan Rathedaung, yang menewaskan sembilan petugas polisi.

Kamis, 14/09/2017 13:12 0

Myanmar

PBB Desak Myanmar Kembalikan Hak Warga Rohingya

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kembali meminta Myanmar untuk menghentikan tindakan militer dan genosida terhadap etnis Rohingya.

Kamis, 14/09/2017 12:52 0

Irak

Israel Dukung Negara Kurdi di Iraq, Turki Menolak

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mendukung berdirinya negara Kurdi yang independen menjelang referendum regional di Iraq utara.

Kamis, 14/09/2017 11:11 0

Opini

Motif Politis dan Agama di Balik Tragedi Rohingya

Sejatinya di balik tragedi Rohingya ada upaya pemusnahan etnis yang kental dengan motif politis dan agama. Sayangnya semua itu ditutupi rapat-rapat dengan dalih takut menjadi provokasi. Kemudian diserulah dengan lantang oleh media bahwa ini konflik kemanusiaan.

Kamis, 14/09/2017 10:24 0

Arab Saudi

Sebab-sebab Ini Diduga Dorong Saudi Tangkapi Ulama dan Aktivis

Selain karena persoalan Qatar, penangkapan ini juga disinyalir untuk mengamankan kekuasaan Raja

Kamis, 14/09/2017 09:42 0

Arab Saudi

Saudi Tolak Penyelidikan Internasional Pelanggaran HAM di Yaman

"Kami bekerja sama dengan harapan bisa mencapai solusi pertengahan,” kata Abdel-Aziz al-Wasil, Dubes Saudi di PBB, kepada media.

Kamis, 14/09/2017 08:22 0

Suriah

Rezim Akan Gusur Pemakaman Pejuang Aleppo, Warga Khawatir

Warga Suriah anti rezim Assad mengungkapkan keprihatinan mendalam atas niat rezim memindahkan makam sementara warga dan pejuang di Taman Aleppo ke makam baru di pinggiran utara kota, dekat kota industri Sheikh Najjar, lapor portal Arabi21.com pada Rabu (13/09).

Kamis, 14/09/2017 06:41 0

Afghanistan

Taliban: Tragedi Rohingya Bukti Standar Ganda terhadap Umat Islam

Imarah Islam Afghanistan mengeluarkan pernyataan kedua berkenaan krisis kemanusian yang menimpa etnis Muslim minoritas Rohingya.

Rabu, 13/09/2017 19:23 0

Close