... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KontraS: Pengadilan Tragedi Tanjung Priok Belum Usai, Banyak Fakta Ditutupi

Foto: Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS)

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyatakan pengadilan tragedi berdarah Tanjung Priok tahun 1984 belum usai, yang dalam prosesnya banyak sekali fakta-fakta yang ditutupi

Seperti diungkapkan Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Feri Kusuma prosesnya pengadilan kasus Tanjung Priok jauh dari pengadilan yang adil. “Jauh dari pemenuhan hak hak korban. Hampir semua pelaku itu bebas,” katanya kepada Kiblat.net di Gedung KontraS, Jakarta pada Rabu (13/09).

Dia menegaskan pengadilan tragedi Tanjung Priok adalah pengadilan yang tidak memberikan sesuaI dengan proses peradilan sendiri. Sebab, masih ada fakta yang disembunyikan.

“Pengadilan berlangsung dengan banyak sekali fakta-fakta yang ditutupi. Misalnya tidak semua para pelaku dibawa ke pengadilan. Dan sampai hari ini jumlah korban masih simpang-siur,” tegas pria asal Aceh ini.

Para pelaku, kata dia, di persidangan tingkat pertama bersalah. Namun, kemudian saat diproses di pengadilan tingkat selanjutnya mereka mengajukan banding, dan divonis bebas.

“Jadi pengadilan ini hanya semacam asal ada untuk menunjukkan ke dunia internasional bahwa Indonesia melakukan penegakan hukum pada sebuah peristiwa. Tapi dalam prosesnya memang tidak memberikan rasa keadian para korban,” tegasnya.

Akhirnya, lanjut Feri, proses hukum itu sama sekali tidak akan berjalan. Hasil penelitian Komnas HAM tidak akan ditindak lanjuti. “Begitu juga dengan upaya yang lain seperti proses non yudisial semakin sulit,” tadasnya.

BACA JUGA  Fraksi PKS Nilai Keputusan Politik Pemerintah Oligarkis dan Minim Diskusi

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Malaysia

Kebakaran Serang Rumah Tahfidz Al-Quran di Malaysia, 23 Santri Tewas

Setidaknya 23 santri dan dua penjaga tewas setelah api melahap gedung Pusat Tahfiz Darul Quran Ittifaqiyah di Kuala Lumpur Malaysia.

Kamis, 14/09/2017 17:13 0

Artikel

Andaikan Kita Seorang Rohingya (2) : Kekejaman Umat Budha Myanmar atas Rohingya Bag.2

Wanita Rohingya telah menjadi korban perkosaan, penganiayaan dan penghinaan oleh pasukan keamanan. Mereka tidak diizinkan untuk memakai jilbab, usia pernikahan mereka dibatasi dan diwajibkan melakukan kontrasepsi paksa.

Kamis, 14/09/2017 15:30 0

Artikel

ARSA, Kelompok Perjuangan untuk Muslim Rohingya

Arakan Rohingya Solidarity Army (ARSA), yang sebelumnya dikenal sebagai Harakah Al-Yaqin pertama kali muncul pada bulan Oktober 2016 saat menyerang 3 pos polisi di kota Maungdaw dan Rathedaung, yang menewaskan sembilan petugas polisi.

Kamis, 14/09/2017 13:12 0

Myanmar

PBB Desak Myanmar Kembalikan Hak Warga Rohingya

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kembali meminta Myanmar untuk menghentikan tindakan militer dan genosida terhadap etnis Rohingya.

Kamis, 14/09/2017 12:52 0

Irak

Israel Dukung Negara Kurdi di Iraq, Turki Menolak

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mendukung berdirinya negara Kurdi yang independen menjelang referendum regional di Iraq utara.

Kamis, 14/09/2017 11:11 0

Opini

Motif Politis dan Agama di Balik Tragedi Rohingya

Sejatinya di balik tragedi Rohingya ada upaya pemusnahan etnis yang kental dengan motif politis dan agama. Sayangnya semua itu ditutupi rapat-rapat dengan dalih takut menjadi provokasi. Kemudian diserulah dengan lantang oleh media bahwa ini konflik kemanusiaan.

Kamis, 14/09/2017 10:24 0

Arab Saudi

Sebab-sebab Ini Diduga Dorong Saudi Tangkapi Ulama dan Aktivis

Selain karena persoalan Qatar, penangkapan ini juga disinyalir untuk mengamankan kekuasaan Raja

Kamis, 14/09/2017 09:42 0

Arab Saudi

Saudi Tolak Penyelidikan Internasional Pelanggaran HAM di Yaman

"Kami bekerja sama dengan harapan bisa mencapai solusi pertengahan,” kata Abdel-Aziz al-Wasil, Dubes Saudi di PBB, kepada media.

Kamis, 14/09/2017 08:22 0

Suriah

Rezim Akan Gusur Pemakaman Pejuang Aleppo, Warga Khawatir

Warga Suriah anti rezim Assad mengungkapkan keprihatinan mendalam atas niat rezim memindahkan makam sementara warga dan pejuang di Taman Aleppo ke makam baru di pinggiran utara kota, dekat kota industri Sheikh Najjar, lapor portal Arabi21.com pada Rabu (13/09).

Kamis, 14/09/2017 06:41 0

Afghanistan

Taliban: Tragedi Rohingya Bukti Standar Ganda terhadap Umat Islam

Imarah Islam Afghanistan mengeluarkan pernyataan kedua berkenaan krisis kemanusian yang menimpa etnis Muslim minoritas Rohingya.

Rabu, 13/09/2017 19:23 0

Close
CLOSE
CLOSE