... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KontraS: Penegakan Hukum Kasus Tanjung Priok Bagian Penerapan Nilai Pancasila

Foto: Kepala Divisi Pemantauan Impunitas Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Feri Kusuma dalm diskusi 33 tahun Tragedi Tanjung Priok, Rabu (13-09-2017)

KIBLAT.NET, Jakarta- Sudah tigapuluh tiga tahun, tragedi berdarah Tanjung Priok belum juga dituntaskan. Dalam hal ini, Kepala Divisi Pemantauan Impunitas Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Feri Kusuma menegaskan penegakan hukum dlam kasus itu merupakan bagian dari penerapan nilai Pancasila.

“Permintaan pertanggung jawaban dari peristiwa itu (Tanjung Priok.red), adalah bagian dari penegakan hukum karena kita negara hukum. Maka esensi negara hukum adalah pengakan hak asasi manusia,” ujarnya kepada Kiblat.net di kantor KontraS, Jakarta pada Rabu (13/09).

Oleh sebab itu ia menghimbau kepada pihak-pihak yang terlibat untuk berani bertanggung jawab. Sebab, para korban masih menunggu kepastian hukum.

“Di sinilah diuji sejauh mana kesatrianya para pelaku terdahulu dan institusinya hari ini. Maka kepolsian, TNI maupun intelejen membuka diri untuk mengharagai posisi para korban. Tidak mudah bagi para korban melakukan proses hidup mereka yang panjang tanpa kepastian hukum,” ucapnya.

Ia juga mempertanyakan bagaimana Indonesia disebut berideologi pancasila tapi tidak ada keadilan. Ia menegaskan bahwa ketika kemanuisaan yang adil dan beradab tidak bisa dimaknai oleh aparatur negara.

“Jika kita bicara bagaimana agar nilai Pancasila hidup di masyarakat, yang harus terdahulu dilakukan adalah pejabat negaranya harus memberikan teladan bagaimana menerapkan nilai Pancasila,” tegasnya

Menurutnya, salah satu hambatan utama untuk menyesaikan pelanggatan HAM berat masa lalu adalah ketidakmauan negara terutama pemerintah dan aktor terdahulu untuk membuka diri. Jadi, kata dia, usaha dari para korban dengan berbagai cara hari ini terhambat.

BACA JUGA  Adian Husaini: Masa Depan Kejayaan Pendidikan Indonesia di Tangan Pesantren

“Saya sudah empat kali diundang ke kantor Staf Presiden untuk membahas bagaimana mencari trobosan kasus pelanggaran HAM. Tapi sampai hari ini hanya rapat, rapat, dan rapat. Tidak ada hasil,” tandasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Malaysia

Kebakaran Serang Rumah Tahfidz Al-Quran di Malaysia, 23 Santri Tewas

Setidaknya 23 santri dan dua penjaga tewas setelah api melahap gedung Pusat Tahfiz Darul Quran Ittifaqiyah di Kuala Lumpur Malaysia.

Kamis, 14/09/2017 17:13 0

Artikel

Andaikan Kita Seorang Rohingya (2) : Kekejaman Umat Budha Myanmar atas Rohingya Bag.2

Wanita Rohingya telah menjadi korban perkosaan, penganiayaan dan penghinaan oleh pasukan keamanan. Mereka tidak diizinkan untuk memakai jilbab, usia pernikahan mereka dibatasi dan diwajibkan melakukan kontrasepsi paksa.

Kamis, 14/09/2017 15:30 0

Artikel

ARSA, Kelompok Perjuangan untuk Muslim Rohingya

Arakan Rohingya Solidarity Army (ARSA), yang sebelumnya dikenal sebagai Harakah Al-Yaqin pertama kali muncul pada bulan Oktober 2016 saat menyerang 3 pos polisi di kota Maungdaw dan Rathedaung, yang menewaskan sembilan petugas polisi.

Kamis, 14/09/2017 13:12 0

Myanmar

PBB Desak Myanmar Kembalikan Hak Warga Rohingya

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kembali meminta Myanmar untuk menghentikan tindakan militer dan genosida terhadap etnis Rohingya.

Kamis, 14/09/2017 12:52 0

Irak

Israel Dukung Negara Kurdi di Iraq, Turki Menolak

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mendukung berdirinya negara Kurdi yang independen menjelang referendum regional di Iraq utara.

Kamis, 14/09/2017 11:11 0

Opini

Motif Politis dan Agama di Balik Tragedi Rohingya

Sejatinya di balik tragedi Rohingya ada upaya pemusnahan etnis yang kental dengan motif politis dan agama. Sayangnya semua itu ditutupi rapat-rapat dengan dalih takut menjadi provokasi. Kemudian diserulah dengan lantang oleh media bahwa ini konflik kemanusiaan.

Kamis, 14/09/2017 10:24 0

Arab Saudi

Sebab-sebab Ini Diduga Dorong Saudi Tangkapi Ulama dan Aktivis

Selain karena persoalan Qatar, penangkapan ini juga disinyalir untuk mengamankan kekuasaan Raja

Kamis, 14/09/2017 09:42 0

Arab Saudi

Saudi Tolak Penyelidikan Internasional Pelanggaran HAM di Yaman

"Kami bekerja sama dengan harapan bisa mencapai solusi pertengahan,” kata Abdel-Aziz al-Wasil, Dubes Saudi di PBB, kepada media.

Kamis, 14/09/2017 08:22 0

Suriah

Rezim Akan Gusur Pemakaman Pejuang Aleppo, Warga Khawatir

Warga Suriah anti rezim Assad mengungkapkan keprihatinan mendalam atas niat rezim memindahkan makam sementara warga dan pejuang di Taman Aleppo ke makam baru di pinggiran utara kota, dekat kota industri Sheikh Najjar, lapor portal Arabi21.com pada Rabu (13/09).

Kamis, 14/09/2017 06:41 0

Afghanistan

Taliban: Tragedi Rohingya Bukti Standar Ganda terhadap Umat Islam

Imarah Islam Afghanistan mengeluarkan pernyataan kedua berkenaan krisis kemanusian yang menimpa etnis Muslim minoritas Rohingya.

Rabu, 13/09/2017 19:23 0

Close