Andaikan Kita Seorang Rohingya (2) : Kekejaman Umat Budha Myanmar atas Rohingya Bag.2

  1. Penangkapan yang Sewenang-wenang, Penyiksaan dan Extra-Judicial Killing

Sementara Arakan ditutup dari luar, pihak berwenang Burma telah melakukan penyiksaan dan pembunuhan tanpa henti di Arakan terutama terhadap para pemuda. Lebih dari 100 warga Rohingya tidak bersalah tewas pada tahun 2009 di berbagai belahan Arakan. Ratusan Rohingya dipenjara dan mengalami penyiksaan tidak manusiawi. Mereka juga digunakan sebagai perisai manusia dan dipaksa dengan todongan senjata untuk bertindak sebagai penjaga terhadap serangan pemberontak. Kerja paksa yang memperlakukan Rohingya sebagai ternak manusia semakin meningkat. Mereka menjadi sasaran pemukulan parah dan pembunuhan acak.

Di Bawah Bayang-bayang Kematian
Di Bawah Bayang-bayang Kematian

Perwakilan parlemen asal Rohingya yang terpilih pada pemilu tahun 1990, U Kyaw Min alias Mr Mohamed Shomshul Anwarul Hoque, 55, ditangkap oleh pihak berwenang untuk alasan yang tidak diketahui. Dia adalah anggota komite eksekutif Partai Demokrat Nasional Hak Asasi Manusia (NDPHR), satu-satunya partai politik Rohingya dengan kursi pemenang dalam Pemilu 1990. Dia juga anggota dari Komite Perwakilan Rakyat Parlemen (CRPP). Dia diciduk dari rumah Rangoon nya oleh agen militer Burma pada tanggal 17 Maret 2005. Agen Polisi Khusus pergi ke rumahnya sekitar tengah malam dan menyuruhnya untuk mengikuti mereka dan kemudian ia dibawa pergi dengan mobil polisi. Anggota keluarganya tidak mampu melacak keberadaannya.

  1. Penyiksaan atas Wanita dan Orang Tua

Wanita Rohingya telah menjadi korban perkosaan, penganiayaan dan penghinaan oleh pasukan keamanan. Mereka tidak diizinkan untuk memakai jilbab, usia pernikahan mereka dibatasi dan diwajibkan melakukan kontrasepsi paksa. Banyak wanita Rohingya dipaksa menikah oleh pasukan keamanan dan kemudian meninggalkan mereka begitu saja. Perempuan Rohingya dipaksa untuk tinggal di kamp-kamp militer dimana mereka menjadi korban pemerkosaan dan penghinaan. Ada banyak contoh kasus dimana perempuan diperkosa di rumah mereka, di depan anak-anak atau orang tua mereka.

BACA JUGA  Mencegah Kemungkaran
Muslim Rohingya
Muslim Rohingya

Tokoh agama dan tetua Rohingya semakin disiksa dan dilecehkan. Kadang-kadang jenggot mereka dicukur dan dipaksa mengeluarkan fatwa yang mengijinkan praktek-praktek yang tidak islami. Pembangunan masjid dilarang sejak tahun 2000 di negara bagian Arakan, sementara beberapa masjid dan madrasah yang ada justru diruntuhkan oleh Na Sa Ka.

Bersambung ke edisi selanjutnya…

Redaktur : Dhani El_Ashim

Dikutip dari Syamina edisi Juni 2013

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat