... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Andaikan Kita Seorang Rohingya (2) : Kekejaman Umat Budha Myanmar atas Rohingya Bag.2

Foto: Nestapa Muslim Rohingya

KIBLAT.NET – Tiga Belas Fakta Kekejaman dan Penindasan Umat Budha Myanmar atas Rohingya

  1. Perampasan Tanah, Pengusiran, dan Penghancuran Rumah

Penyitaan tanah dari penduduk Rohingya di negara bagian Rakhine Utara berkaitan dengan pembentukan “desa model”, perluasan kamp Na Sa Ka, militer dan kamp polisi, serta untuk membangun perkebunan bagi pasukan keamanan dan juga bagi para pemukim baru.

Sebuah desa model biasanya dibangun untuk 100 rumah untuk 100 keluarga. Setiap keluarga menerima empat hektar tanah, sepasang lembu dan rumah. Desa model ini dibangun di atas tanah yang disita dari penduduk Rohingya. Rumah dan pusat kesehatan dalam desa model tersebut dibangun dengan kerja paksa yang dilakukan oleh Rohingya.  Sebagian besar warga desa model tidak mengolah lahan yang dialokasikan untuk mereka tersebut, dan justru menyewakannya pada para petani Rohingya—yang pada beberapa kasus adalah pemilik asli dari tanah tersebut sebelum disita. Meskipun menurut aturan pemerintah yang berlaku sejak tahun 1997 melarang praktik penyewaan lahan desa model tersebut, namun sampai sekarang praktik tersebut masih berlangsung.

Pengungsi Rohingya

Pengungsi Rohingya

Kebijakan tersebut membuat para penduduk Rohingya kehilangan kesempatan untuk mempertahankan mata pencaharian mereka, karena sawah dan peternakan mereka dirampas. Etnis Rohingya dari desa-desa terdekat sering dipaksa untuk membangun rumah-rumah dan fasilitas lainnya tanpa dibayar. Selain itu, mereka juga harus menyediakan bahan bangunan.

BACA JUGA  Pasal Sangkar Besi Bagi Aktivis: Suatu Analisis Yuridis

Pembangunan dan perluasan kamp-kamp militer terutama untuk Na Sa Ka juga menyebabkan penyitaan tanah. Selain itu, Na Sa Ka juga menyita lahan Rohingya untuk tujuan komersial, terutama untuk membangun tambak udang dan sawah yang hasilnya disetorkan kepada Na Sa Ka. Rohingya tidak pernah menerima kompensasi sedikit pun atas pekerjaan tersebut, dan mereka dipaksa bekerja di bidang yang sama dengan yang disita dari mereka.

Baru-baru ini populasi Rohingya diusir dan dipaksa untuk membongkar rumah mereka. Mereka memulai dengan 40 rumah. Mereka menangkap delapan belas kepala keluarga dan beberapa wanita yang melakukan protes dan menolak perintah pengusiran tersebut, kemudian mengirim mereka ke penjara. Setelah pembongkaran, pihak pemilik rumah sekeluarga tidak diberi tempat alternatif untuk tinggal. Hal ini memaksa Rohingya menjadi semakin tak bertanah, terlantar, untuk akhirnya kelaparan menyeberangi perbatasan ke Bangladesh.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Baca halaman selanjutnya: Pemerasan dan Pajak yang...

Halaman Selanjutnya 1 2 3
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

PSHK: Pembubaran Melalui Perppu Ormas Mirip Era Orba

Direktur Riset Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Rizky Argama, mengatakan banyak kesalahan dalam Perppu No 02 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Salah satunya adanya pembubaran secara sepihak tanpa melalui proses pengadilan.

Kamis, 14/09/2017 15:05 0

Indonesia

33 Tahun Berlalu, ICMI Minta Kasus Tragedi Tanjung Priok Dituntaskan

Kasus pelanggaran HAM tragedi Tanjung Priok harus kita segera selesaikan supaya tidak terus menghantui masa kini dan masa depan,"

Kamis, 14/09/2017 14:24 0

Myanmar

PBB Desak Myanmar Kembalikan Hak Warga Rohingya

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kembali meminta Myanmar untuk menghentikan tindakan militer dan genosida terhadap etnis Rohingya.

Kamis, 14/09/2017 12:52 0

Irak

Israel Dukung Negara Kurdi di Iraq, Turki Menolak

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mendukung berdirinya negara Kurdi yang independen menjelang referendum regional di Iraq utara.

Kamis, 14/09/2017 11:11 0

Opini

Motif Politis dan Agama di Balik Tragedi Rohingya

Sejatinya di balik tragedi Rohingya ada upaya pemusnahan etnis yang kental dengan motif politis dan agama. Sayangnya semua itu ditutupi rapat-rapat dengan dalih takut menjadi provokasi. Kemudian diserulah dengan lantang oleh media bahwa ini konflik kemanusiaan.

Kamis, 14/09/2017 10:24 0

Arab Saudi

Sebab-sebab Ini Diduga Dorong Saudi Tangkapi Ulama dan Aktivis

Selain karena persoalan Qatar, penangkapan ini juga disinyalir untuk mengamankan kekuasaan Raja

Kamis, 14/09/2017 09:42 0

Arab Saudi

Saudi Tolak Penyelidikan Internasional Pelanggaran HAM di Yaman

"Kami bekerja sama dengan harapan bisa mencapai solusi pertengahan,” kata Abdel-Aziz al-Wasil, Dubes Saudi di PBB, kepada media.

Kamis, 14/09/2017 08:22 0

Suriah

Rezim Akan Gusur Pemakaman Pejuang Aleppo, Warga Khawatir

Warga Suriah anti rezim Assad mengungkapkan keprihatinan mendalam atas niat rezim memindahkan makam sementara warga dan pejuang di Taman Aleppo ke makam baru di pinggiran utara kota, dekat kota industri Sheikh Najjar, lapor portal Arabi21.com pada Rabu (13/09).

Kamis, 14/09/2017 06:41 0

Indonesia

Hina Islam, Akun Tirtahati Chandra Dilaporkan ACTA ke Polisi

Akun Facebook Tirtahati Chandra (TC) dilaporkan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ke Bareskrim Polri atas dugaan penyebaran ujaran kebencian berunsur SARA.

Rabu, 13/09/2017 21:30 0

Indonesia

Dinilai Cacat, Polisi Diminta Hentikan Kasus Alfian Tanjung

Barang bukti kasus Alfian Tanjung tak tunjukkan adanya pencemaran nama baik

Rabu, 13/09/2017 20:06 0

Close