... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Turki Teken Pembelian Rudal S-400 dari Rusia

Foto: Sistem rudal S-400 milik Rusia

KIBLAT.NET, Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menandatangani kontrak dengan Rusia untuk membeli sistem pertahanan Rudal S-400. Ini merupakan kontrak terbesar yang ditandatangani kedua negara, sebagaimana dikatakan media lokal dan dilansir Al-Jazeera pada Selasa (12/09).

Erdogan mengatakan dalam pernyataan yang diterbitkan oleh beberapa surat kabar lokal, termasuk “Hurriyet” bahwa telah ditandatangani pembelian rudal S-400 dari Rusia.

“Pembayaran dilakukan di awal,” ujar Erdogan.

Ia melanjutkan bahwa negaranya bebas melakukan pembelian senjata sesuai kebutuhan militernya. Kita, kata Erdogan, dipaksa mengambil langkah militer untuk membela keamanan negara.

Pada bagiannya, Moskow mengkonfirmasi penandatanganan kontrak pembelian rudal canggih tersebut. Vladimir Kuzin, penasihat Presiden Vladimir Putin untuk kerja sama militer dan teknis, menekankan bahwa perjanjian sudah tanda tangani dan saat ini dalam proses pengerjaan.

“S 400 adalah salah satu sistem yang paling kompleks, dan terdiri dari kombinasi unsur teknis,” jelas Kuzin kepada media Rusia.

“Saya hanya bisa memastikan bahwa semua keputusan yang dibuat dalam kontrak sangat sesuai dengan kepentingan strategis kami,” imbuh Kozin. Ia mengungkapkan bahwa negaranya memahami reaksi negara-negara Barat yang berusaha menekan Turki.

Fitur sistem Rudal S-400

S-400 akan menambah kuat tentara Turki karena mampu menghancurkan target dari jarak jauh. Sekali tembak, rudal itu bisa menargetkan banyak lokasi. Jarak efektif target mencapai 240 kilometer. Rusia menggunakan senjata ini sejak 2007 lalu.

Sistem ini bisa dilengkapi dengan lima jenis rudal yang berbeda. Di antara rudal itu mampu menghancurkan target radar jarak jauh dan pesawat siluman.

Turki mendekat Rusia setelah menyadari kerja sama dengan Barat tidak menguntungkan. Penyebabnya, Barat mendukung penuh milisi Kurdi PKK di Suriah. Seperti diketahui, Kurdi merupakan ancaman terbesar bagi rezim Turki. Kurdi ingin mendirikan negara di sepanjang perbatasan Turki-Suriah dan sekitarnya.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Feature

“Laskar Radikal” Itu Bekerja Untuk Kemanusiaan

Dari sekian banyak pengguna jalan, Wahhab menuturkan, yang paling banyak memberi donasi untuk Myanmar adalah para driver ojek online.

Selasa, 12/09/2017 21:31 0

Indonesia

Beredar Foto-foto Palsu soal Rohingya, Begini Cara Memastikannya

Foto ini bukanlah tragedi pembantaian. Namun, foto di bawah ini adalah foto situasi ketika umat Buddha di Tibet membantu evakuasi mayat pasca terjadinya gempa di Cina.

Selasa, 12/09/2017 19:09 0

Indonesia

Kuasa Hukum Asma Dewi Akan Ajukan Praperadilan

Mulanya, polisi menangkap Dewi karena mengunggah konten ujaran kebencian dan penghinaan agama dan ras tertentu. Dari pengembangannya, Dewi diduga turut mentransfer uang sebesar Rp 75 juta ke pengurus inti kelompok Saracen.

Selasa, 12/09/2017 17:54 0

Indonesia

Try Sutrisno Jadi Pengarah UKP Pancasila, Keluarga Korban Peristiwa Priok Protes

Langkah Presiden RI Joko Widodo menunjuk Try Sutrisno sebagai salah satu dewan pengarah Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) menuai protes dari keluarga korban peristiwa berdarah Tanjung Priok 12 September 1984.

Selasa, 12/09/2017 17:49 0

Indonesia

Kronologi Penangkapan Asma Dewi, Sosialita yang Diduga Terlibat Saracen

Asma Dewi, ibu rumah tangga dan seorang pengguna media sosial ditangkap karena kasus hate speech dan dugaan keterlibatannya dengan Seracen.

Selasa, 12/09/2017 17:19 0

Indonesia

Potong Gaji Anggota, Fraksi PKS Galang Donasi hingga 250 Juta untuk Rohingya

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggalang dana dari seluruh anggota, staf dan pegawainya di DPR untuk didonasikan kepada Rohingya

Selasa, 12/09/2017 16:47 0

Indonesia

Pembubaran Kegiatan Muhammadiyah di Jepara, Wantim MUI: Ukhuwah Islamiyah Jangan Diabaikan

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Din Syamsuddin menyayangkan pembubaran paksa Daurah Tahfidul Quran Muhammadiyah di Karimunjaya, Jepara. Hal itu ia sampaikan melalui akun Twitter pribadi miliknya.

Selasa, 12/09/2017 15:40 0

Artikel

Andaikan Kita Seorang Rohingya (1) : Sejarah Rohingya

Asal kata Rohingya hingga kini banyak menjadi perdebatan para ahli sejarah. Menurut etimologi, istilah "Rohingya" berasal dari kata Rohang,

Selasa, 12/09/2017 15:10 0

Indonesia

UKP Pancasila: Orang Ateis Itu Boleh, Murtad Pun Boleh

Deputi Bidang Pengkajian dan Materi Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Drs. Anas Saidi mengemukakan bolehnya seseorang menganut Ateis alias tidak bertuhan. Ia berdalih dengan mengutip potongan ayat Al-Qur'an bahwa tidak ada paksaan dalam agama.

Selasa, 12/09/2017 12:40 3

Indonesia

ISAC: Metal Detector saat Aksi Solidaritas Rohingya seperti di Al-Aqsa

Sekertaris Islamic Study and Action Centre (ISAC), Endro Sudarsono mengatakan bahwa pengamanan dalam aksi lebih ketat dari aksi bela Islam yang sebelumnya digelar.

Senin, 11/09/2017 20:20 0