... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Militer AS Kembali Hina Islam, Muslim Afghanistan Marah

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET, Kabul – Ratusan warga Muslim Afghanistan di ibukota Kabul, Selasa (12/09), kembali turun ke jalan memprotes selembaran propaganda yang disebarkan militer AS pekan lalu. Kemarahan warga terus berkobar, tak menghiraukan permintaan maaf pasukan asing itu.

Mier Rahman, salah satu demonstran dari distrik Qurrah Bagh, menegaskan bahwa pasukan AS telah menghina Islam. Ia meluapkan kemarahan kepada militer AS.

“Orang-orang Amerika telah menghina Islam dengan cara ini dan keyakinan mereka. Kami tidak akan diam atas ini,” katanya kepada Reuters penuh kemarahan.

Ia melanjutkan, jika AS dan NATO terus melakukan pelecehan terhadap Islam mereka akan mengalami nasib seperti Rusia di Afghanistan.

Militer AS di pangkalan terbesarnya di Afghanistan, Bangram, pekan lalu menyebarkan selembaran berisi propaganda kepada warga sekitar. Pamflet itu dibagi-bagikan kepada warga. Militer AS ingin mengajak warga bekerja sama dan memberitahukan keberadaan anggota Taliban di lingkungan mereka melalui selembaran itu.

Bukan kerja sama yang didapat, upaya itu justru memicu kemarahan. Sebabnya, dalam selembaran itu mengandung pelecehan terhadap kalimat tauhid la ilaha illallah. Militer AS mencantumkan gambar seekor anjing putih di sisihnya bendera putih milik Taliban lengkap dengan tulisan tauhid. Anjing yang di sisinya bendera tauhid itu digambarkan lari dari seekor singa.

Warga pun marah. Mereka menganggap selembaran itu pelecehan terhadap tauhid. Tak hanya warga, walikota Barwan (tempat selembaran tersebut disebar) Muhammad Ashim Al-Manshur mengeluarkan kecaman.

“Perkara ini tidak boleh dibiarkan,” tegas Manshur seperti dilansir portal Midle East Online, pekan lalu.

Komando militer AS di Afghanistan beberapa saat kemudian mengeluarkan pernyataan maaf. Mereka berjanji akan menggelar penyelidikan.

Akan tetapi, permintaan maaf itu tak berlaku bagi para demonstran yang menggelar aksi pada Selasa. Bahkan, mereka siap menyerang pangkalan Bagram jika hal itu diperlukan.

“Minta maaf saya tidak akan mengobati luka jika pelecehan seperti itu terus berulang. Kami akan terus demonstrasi bahkan jika perlu kami menyerang pangkalan Bagram,” tegas Mihrabuddin, salah satu peserta demonstrasi pada Selasa.

Sementara itu, Taliban membelas pelecehan ini dengan serangan bom di pintu masuk pangkalan Bagram pekan ini. Menurut klaim Taliban, 13 tentara AS tewas akibat serangan itu. Dalam pernyataannya, Taliban menegaskan serangan ini reaksi dari pelecehan Islam yang dilakukan militer AS.

Perlu dicatat, ini bukan kali pertama militer AS melakukan tindakan yang memicu kemarahan umat Islam Afghanistan selama keberadaannya di negara tersebut. Militer AS juga pernah membakar mushaf Al-Quran sehingga menyebabkan demonstrasi di mana-mana dan menyebabkan 40 warga meninggal.

Sumber: Midle East Online, Reuters Arabic
Redaktur: Sulhi El-Izzi

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Baru Tiba di Indonesia Takaran Mud Asli dari Nabi Muhammad SAW

Kini umat Islam Indonesia tidak lagi bingung atau main kira-kira dengan ukuran mud atau sha’. Karena pada Selasa (13/09) timbangan mud yang sebenarnya telah tiba di Indonesia.

Rabu, 13/09/2017 12:46 0

Indonesia

DPR Janji Bahas Keluhan Masyarakat soal Tingginya Pajak

Anggota Komisi XI DPR RI, Sukiman, mengatakan bahwa Kebebasan Umum Pajak (KUP) akan menjadi pembahasan lembaganya. Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa keluhan masyarakat soal tingginya pajak akan menjadi masukan bagi Komisi XI.

Rabu, 13/09/2017 11:40 0

Foto

Foto-foto Unik Ibadah Haji 1438 Hijriah

Rangkaian ibadah haji tahun 1438 H atau 2017 M telah usai. Para jamaah pun secara berangsur-angsur meninggalkan tanah suci. Mereka yang ikhlas dalam beribadah tentunya akan meraih "gelar" haji yang mabrur. Namun jika noda-noda riya' menyelimuti, hal itu setidaknya menjadi koreksi diri.

Rabu, 13/09/2017 10:40 0

Artikel

Andaikan Kita Seorang Rohingya (2) : Kekejaman Umat Budha Myanmar atas Rohingya Bag.1

"Orang Arakan memperlakukan kami dengan sangat buruk, menghentikan pasokan makanan. Bahkan, seorang Arakan mengatakan kepada kami, “Kami akan menghentikan semua makananmu, dan kamu tahu mengapa? Kami melakukannya agar kalian segera pergi dari sini secepatnya dan secara permanen.

Rabu, 13/09/2017 10:00 0

Feature

“Laskar Radikal” Itu Bekerja Untuk Kemanusiaan

Dari sekian banyak pengguna jalan, Wahhab menuturkan, yang paling banyak memberi donasi untuk Myanmar adalah para driver ojek online.

Selasa, 12/09/2017 21:31 0

Indonesia

Beredar Foto-foto Palsu soal Rohingya, Begini Cara Memastikannya

Foto ini bukanlah tragedi pembantaian. Namun, foto di bawah ini adalah foto situasi ketika umat Buddha di Tibet membantu evakuasi mayat pasca terjadinya gempa di Cina.

Selasa, 12/09/2017 19:09 0

Indonesia

Kuasa Hukum Asma Dewi Akan Ajukan Praperadilan

Mulanya, polisi menangkap Dewi karena mengunggah konten ujaran kebencian dan penghinaan agama dan ras tertentu. Dari pengembangannya, Dewi diduga turut mentransfer uang sebesar Rp 75 juta ke pengurus inti kelompok Saracen.

Selasa, 12/09/2017 17:54 0

Indonesia

Try Sutrisno Jadi Pengarah UKP Pancasila, Keluarga Korban Peristiwa Priok Protes

Langkah Presiden RI Joko Widodo menunjuk Try Sutrisno sebagai salah satu dewan pengarah Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) menuai protes dari keluarga korban peristiwa berdarah Tanjung Priok 12 September 1984.

Selasa, 12/09/2017 17:49 0

Indonesia

Kronologi Penangkapan Asma Dewi, Sosialita yang Diduga Terlibat Saracen

Asma Dewi, ibu rumah tangga dan seorang pengguna media sosial ditangkap karena kasus hate speech dan dugaan keterlibatannya dengan Seracen.

Selasa, 12/09/2017 17:19 0

Indonesia

Potong Gaji Anggota, Fraksi PKS Galang Donasi hingga 250 Juta untuk Rohingya

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggalang dana dari seluruh anggota, staf dan pegawainya di DPR untuk didonasikan kepada Rohingya

Selasa, 12/09/2017 16:47 0