... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

ASEAN Ingin Bahas Krisis Rohingya, Myanmar Keberatan

Foto: Pengungsi Rohingya [foto: Reuters]

KIBLAT.NET, Naypyidaw – Pemerintah Myanmar dilaporkan telah memblokir diskusi tentang keadaan Muslim Rohingya pada pertemuan anggota parlemen Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara pekan depan.

Dalam hal ini, seorang pejabat Filipina menjelaskan bahwa pihak Naypyidaw merasa keberatan jika harus membahas permasalahan genosida etnis Rohingya.

“Myanmar keberatan. Jadi, pasti kita tidak dapat menempatkan ini di antara isu-isu yang harus dibahas dalam pleno,” ujar Artemio Adesa pada Selasa (12/09).

Meskipun pemerintah Myanmar merasa keberatan, Adasa mengatakan bahwa “mungkin ada beberapa kesepakatan bilateral mengenai krisis Rohingya”.

Hal ini dikarenakan, ketua majelis anggota parlemen ASEAN membolehkan negara-negara anggota untuk membuat perjanjian bilateral terpisah di luar kerangka majelis.

Pekan depan, Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) akan bertemuan di Manila untuk membahas beberapa isu yang ada, termasuk krisis Rohingya.

Sumber: Anadolu Agency
Redaktur: Dio Alifullah

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Feature

“Laskar Radikal” Itu Bekerja Untuk Kemanusiaan

Dari sekian banyak pengguna jalan, Wahhab menuturkan, yang paling banyak memberi donasi untuk Myanmar adalah para driver ojek online.

Selasa, 12/09/2017 21:31 0

Indonesia

Beredar Foto-foto Palsu soal Rohingya, Begini Cara Memastikannya

Foto ini bukanlah tragedi pembantaian. Namun, foto di bawah ini adalah foto situasi ketika umat Buddha di Tibet membantu evakuasi mayat pasca terjadinya gempa di Cina.

Selasa, 12/09/2017 19:09 0

Indonesia

Kuasa Hukum Asma Dewi Akan Ajukan Praperadilan

Mulanya, polisi menangkap Dewi karena mengunggah konten ujaran kebencian dan penghinaan agama dan ras tertentu. Dari pengembangannya, Dewi diduga turut mentransfer uang sebesar Rp 75 juta ke pengurus inti kelompok Saracen.

Selasa, 12/09/2017 17:54 0

Indonesia

Try Sutrisno Jadi Pengarah UKP Pancasila, Keluarga Korban Peristiwa Priok Protes

Langkah Presiden RI Joko Widodo menunjuk Try Sutrisno sebagai salah satu dewan pengarah Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) menuai protes dari keluarga korban peristiwa berdarah Tanjung Priok 12 September 1984.

Selasa, 12/09/2017 17:49 0

Indonesia

Kronologi Penangkapan Asma Dewi, Sosialita yang Diduga Terlibat Saracen

Asma Dewi, ibu rumah tangga dan seorang pengguna media sosial ditangkap karena kasus hate speech dan dugaan keterlibatannya dengan Seracen.

Selasa, 12/09/2017 17:19 0

Indonesia

Potong Gaji Anggota, Fraksi PKS Galang Donasi hingga 250 Juta untuk Rohingya

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggalang dana dari seluruh anggota, staf dan pegawainya di DPR untuk didonasikan kepada Rohingya

Selasa, 12/09/2017 16:47 0

Indonesia

Pembubaran Kegiatan Muhammadiyah di Jepara, Wantim MUI: Ukhuwah Islamiyah Jangan Diabaikan

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Din Syamsuddin menyayangkan pembubaran paksa Daurah Tahfidul Quran Muhammadiyah di Karimunjaya, Jepara. Hal itu ia sampaikan melalui akun Twitter pribadi miliknya.

Selasa, 12/09/2017 15:40 0

Artikel

Andaikan Kita Seorang Rohingya (1) : Sejarah Rohingya

Asal kata Rohingya hingga kini banyak menjadi perdebatan para ahli sejarah. Menurut etimologi, istilah "Rohingya" berasal dari kata Rohang,

Selasa, 12/09/2017 15:10 0

Indonesia

UKP Pancasila: Orang Ateis Itu Boleh, Murtad Pun Boleh

Deputi Bidang Pengkajian dan Materi Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Drs. Anas Saidi mengemukakan bolehnya seseorang menganut Ateis alias tidak bertuhan. Ia berdalih dengan mengutip potongan ayat Al-Qur'an bahwa tidak ada paksaan dalam agama.

Selasa, 12/09/2017 12:40 3

Indonesia

ISAC: Metal Detector saat Aksi Solidaritas Rohingya seperti di Al-Aqsa

Sekertaris Islamic Study and Action Centre (ISAC), Endro Sudarsono mengatakan bahwa pengamanan dalam aksi lebih ketat dari aksi bela Islam yang sebelumnya digelar.

Senin, 11/09/2017 20:20 0