1.300 Istri dan Anak-anak Militan ISIS Ditahan Pasukan Iraq

KIBLAT.NET, Tal Afar – Pasukan Iraq menahan lebih dari 1.300 istri dan anak-anak warga negara asing dari para militan kelompok ISIS yang menyerah kepada pasukan Peshmerga Kurdi.

Pasukan Iraq dilaporkan mendesak militan ISIS dari markas mereka di Tal Afar yang dekat dengan wilayah Kurdistan Iraq pada akhir Agustus setelah menghadapi perlawanan sengit di kota Al-Ayadieh.

“Peshmerga menyerahkan 1.333 wanita dan anak-anak dari keluarga kelompok Negara Islam,” kata pejabat senior di Komando Operasi Gabungan Iraq (JOC), Senin (11/09).

“Wanita dan anak-anak menyerah kepada pasukan Kurdi di utara Al-Ayadieh,” imbuh pejabat tersebut, yang berbicara kepada AFP tanpa menyebut nama.

Pasukan Kurdi menyerahkan perempuan dan anak-anak tersebut kepada pasukan Iraq. Namun, mereka semuanya dianggap sebagai militan sehingga masih dalam tahanan mereka.

Istri dan anak-anak itu ditahan di sebuah kamp pengungsi yang dekat dengan Mosul, sekitar 70 kilometer timur Tal Afar. “Sebagian besar berasal dari Turki, sementara banyak lainnya berasal dari negara-negara bekas Soviet, seperti Tajikistan, Azerbaijan dan Rusia,” kata perwira militer dan intelijen Iraq.

Orang Asia termasuk, dan beberapa orang Perancis dan Jerman. Ribuan orang asing telah bergabung dalam kelompok ISIS di Iraq dan Suriah.

“Kami menahan keluarga ISIS di bawah tindakan keamanan yang ketat dan menunggu perintah pemerintah mengenai bagaimana cara menanganinya,” kata Kolonel Angkatan Darat IrakqAhmed al-Taie dari komando operasi Nineveh Mosul kepada Reuters.

Kementerian Luar Negeri Iraq ingin menegosiasikan kembalinya wanita dan anak-anak dengan kedutaan negara terkait. “Kami tidak bisa menyimpan mereka dalam tahanan kami untuk waktu yang lama,” kata seorang pejabat kementerian.

Sumber: The New Arab
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat