Try Sutrisno Jadi Pengarah UKP Pancasila, Keluarga Korban Peristiwa Priok Protes

KIBLAT.NET, Jakarta – Langkah Presiden RI Joko Widodo menunjuk Try Sutrisno sebagai salah satu dewan pengarah Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) menuai protes dari keluarga korban peristiwa berdarah Tanjung Priok 12 September 1984.

“Sampai hari ini kejelasan pertanggungjawaban dari pelaku yang satu-satunya masih hidup sampai sekarang adalah Try Sutrisno. Itupun tidak tersentuh, tidak terseret dan bahkan dilindungi,” kata Wanma Yetty di gedung Amnesty International Indonesia, Menteng, Jakarta Selatan pada Senin (11/09).

Peristiwa Tanjung Priok 33 tahun silam memakan korban tidak kurang 400 orang tewas ketika militer di bawah komando Pangkobkabtib mengumbar tembakan ke arah massa umat Islam. Saat itu, Pangkobkabtib berada di bawah pimpinan Pangab yang saat itu dipimpin LB Moerdani dan Pangdam Jaya di bawah Try Sutrisno.

Yetty mengungkapkan penyesalannya atas keputusan Jokowi tersebut. “Saya menyesalkan kenapa setiap pelaku itu diberi ruang untuk kedudukan yang sangat penting,” ujarnya yang didampingi sejumlah keluarga korban lain.

Di akhir, Yetty juga menyebut nama lain seperti Wiranto, yang diduga terlibat sejumlah pelanggaran HAM masa lalu namun ditunjuk sebagai Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan.

“Apa Jokowi tidak tahu masa lalu?” ucapnya.

Reporter: Reno Alfian
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat