... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Setelah Berulang Kali Gagal, Hamas Siap Rekonsiliasi Lagi dengan Fatah

Foto: Lambang Hamas (sumber: Hamas.ps)

KIBLAT.NET, Yerusalem- Harakah Muqawamah Al-Islamiyah (Hamas) menyatakan siap melakukan rekonsiliasi dengan pemerintahan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas tanpa ada prasyarat. Pernyataan ini muncul setelah adanya pertemuan delegasi tingkat tinggi Hamas dan intelijen Mesir di Kairo, pekan lalu.

Ismail Haniyeh dan Yahya Al-Sinwar, Perdana Menteri Hamas di Gaza turut hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka membahas tentang meningkatkan hubungan Mesir-Hamas. Selain itu, pertemua juga bertujuan untuk mengurangi blokade wilayah yang dilakukan Mesir dan Israel sejak 10 tahun lalu.

Sebelumnya, Hamas telah menuntut Abbas untuk mengakhiri serangkaian kebijakan yang merugikan masyarakat Gaza. Hamas juga telah berjanji akan mempertimbangkan tatap muka dengan Fatah untuk membahas kesepakatan rekonsiliasi.

Otoritas Palestina yang dipimpin Mahmoud Abbas yang berbasis di Tepi Barat telah memutuskan saluran listrik di Gaza dan mengurangi gaji puluhan ribu petugas masyarakat dalam upaya untuk memaksa Hamas untuk membubarkan Komite yang dibentuk untuk menjalankan wilayah Gaza.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, Hamas menyatakan siap untuk membubarkan Komite. Situs web Al-Resala, yang dekat dengan Hamas, melaporkan bahwa Mesir telah menghubungi Azzam Al-Ahmad, senior Fatah, dalam upaya mempertemukan Fatah dan Hamas. Sedangkan, Pusat Komite Fatah pada hari Selasa masih mempertimbangkan apakah akan mengirim Ahmad ke Kairo.

Sejak tahun musim panas 2007, faksi-faksi Palestina pecah setelah Hamas secara demokratis terpilih dalam pemilu yang diadakan beberapa bulan sebelumnya. Hamas akhirnya mengambil alih Gaza setelah terjadi perseteruan antara kedua belah pihak. Sejumlah rekonsiliasi telah dicoba, namun semua itu dianggap gagal.

 

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Syafi’i Iskandar

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Beredar Foto-foto Palsu soal Rohingya, Begini Cara Memastikannya

Foto ini bukanlah tragedi pembantaian. Namun, foto di bawah ini adalah foto situasi ketika umat Buddha di Tibet membantu evakuasi mayat pasca terjadinya gempa di Cina.

Selasa, 12/09/2017 19:09 0

Indonesia

Kuasa Hukum Asma Dewi Akan Ajukan Praperadilan

Mulanya, polisi menangkap Dewi karena mengunggah konten ujaran kebencian dan penghinaan agama dan ras tertentu. Dari pengembangannya, Dewi diduga turut mentransfer uang sebesar Rp 75 juta ke pengurus inti kelompok Saracen.

Selasa, 12/09/2017 17:54 0

Indonesia

Try Sutrisno Jadi Pengarah UKP Pancasila, Keluarga Korban Peristiwa Priok Protes

Langkah Presiden RI Joko Widodo menunjuk Try Sutrisno sebagai salah satu dewan pengarah Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) menuai protes dari keluarga korban peristiwa berdarah Tanjung Priok 12 September 1984.

Selasa, 12/09/2017 17:49 0

Indonesia

Kronologi Penangkapan Asma Dewi, Sosialita yang Diduga Terlibat Saracen

Asma Dewi, ibu rumah tangga dan seorang pengguna media sosial ditangkap karena kasus hate speech dan dugaan keterlibatannya dengan Seracen.

Selasa, 12/09/2017 17:19 0

Indonesia

Potong Gaji Anggota, Fraksi PKS Galang Donasi hingga 250 Juta untuk Rohingya

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggalang dana dari seluruh anggota, staf dan pegawainya di DPR untuk didonasikan kepada Rohingya

Selasa, 12/09/2017 16:47 0

Indonesia

Pembubaran Kegiatan Muhammadiyah di Jepara, Wantim MUI: Ukhuwah Islamiyah Jangan Diabaikan

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Din Syamsuddin menyayangkan pembubaran paksa Daurah Tahfidul Quran Muhammadiyah di Karimunjaya, Jepara. Hal itu ia sampaikan melalui akun Twitter pribadi miliknya.

Selasa, 12/09/2017 15:40 0

Artikel

Andaikan Kita Seorang Rohingya (1) : Sejarah Rohingya

Asal kata Rohingya hingga kini banyak menjadi perdebatan para ahli sejarah. Menurut etimologi, istilah "Rohingya" berasal dari kata Rohang,

Selasa, 12/09/2017 15:10 0

Indonesia

UKP Pancasila: Orang Ateis Itu Boleh, Murtad Pun Boleh

Deputi Bidang Pengkajian dan Materi Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Drs. Anas Saidi mengemukakan bolehnya seseorang menganut Ateis alias tidak bertuhan. Ia berdalih dengan mengutip potongan ayat Al-Qur'an bahwa tidak ada paksaan dalam agama.

Selasa, 12/09/2017 12:40 3

Indonesia

ISAC: Metal Detector saat Aksi Solidaritas Rohingya seperti di Al-Aqsa

Sekertaris Islamic Study and Action Centre (ISAC), Endro Sudarsono mengatakan bahwa pengamanan dalam aksi lebih ketat dari aksi bela Islam yang sebelumnya digelar.

Senin, 11/09/2017 20:20 0

Indonesia

Persib Terancam Sanksi karena Koreo Save Rohingya, Netizen Beri Dukungan

Ternyata, bentuk solidaritas untuk Rohingnya tersebut bisa mengancam Persib terkena sanksi. Seperti diketahui bahwa menurut otoritas sepakbola dunia yang mengacu pada Law of The Game FIFA,

Senin, 11/09/2017 19:49 0