... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ledakan Ranjau Renggut Nyawa 3 Rohingya di Perbatasan Myanmar

Foto: Tentara penjaga perbatasan Myanmar.

KIBLAT.NET – Sedikitnya tiga pengungsi Rohingya dilaporkan tewas dan beberapa lainnya luka-luka akibat terkena ranjau yang meledak di daerah dekat perbatasan Myanmar dengan Bangladesh pada hari Ahad (10/09) kemarin.

Ledakan terjadi di area Naikhongchhari yang masuk wilayah distrik Bandarban, Bangladesh, pada saat para pengungsi itu menyelamatkan diri dari ancaman kekerasan di negara bagian Rakhine, Myanmar. Demikian pernyataan seorang pejabat resmi keamanan yang dikutip oleh Koran Dhaka Tribune.

Pada hari Sabtu pekan lalu, lembaga hak asasi manusia Amnesty Internasional memperingatkan bahwa militer Myanmar telah memasang dan membuat ladang ranjau yang mematikan di perbatasan dengan Bangladesh. Langkah tak berperikemanusiaan ini diambil otoritas Yangon untuk mencegah para pengungsi Muslim Rohingya kembali ke Arakan atau Rakhine State.

Pada hari yang sama, Menteri Penanganan Urusan Bencana Bangladesh, Mofazzal Hossain Chowdhury Maya, mengatakan bahwa negaranya tengah mengalokasikan tanah seluas 2.500 hektar untuk menampung warga Muslim Rohingya yang mengungsi ke wilayahnya. Menurut Chowdhury Maya, “Para pengungsi akan didata menggunakan sistem biometrik”.

Pemerintah AS mengapresiasi langkah Bangladesh tersebut dalam merespon krisis Rohingya. Departemen Luar Negeri AS merilis pernyataan, “Kami menghargai kebaikan pemerintah Bangladesh dalam merespon krisis kemanusiaan ini, dan juga menghargai upaya mereka yang terus menerus untuk memastikan bahwa berbagai bantuan bisa mencapai mereka yang terkena dampak.”

PBB menggambarkan warga Muslim Rohingya sebagai bangsa yang paling teraniaya di dunia yang kini terus mengalami genosida sejak aksi kekerasan meluas pada tahun 2012.

PBB melaporkan adanya pemerkosaan dan pembunuhan masal, termasuk ditemukannya banyak balita dan anak-anak yang tewas akibat pemukulan secara brutal, dan kasus orang hilang. Dari laporan tersebut ditemukan bukti-bukti adanya pelanggaran hak asasi manusia oleh aparat keamanan Myanmar yang mengarah kepada kejahatan terhadap kemanusiaan.

Yang terbaru, kekerasan kembali pecah di negara bagian Rakhine sejak dua pekan lalu ketika pasukan keamanan Myanmar melancarkan operasi militer terhadap warga Muslim Rohingya. Bangladesh yang sudah ditinggali sekitar 400.000 warga Rohingya kembali menghadapi gelombang pengungsian pasca operasi militer tersebut. PBB menyebut sedikitnya 290.000 warga Rohingya yang saat ini sedang berusaha menyelamatkan diri ke Bangladesh. (Rud)

Sumber: World Bulletin
Redaktur: Yasin Muslim

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

ISAC: Metal Detector saat Aksi Solidaritas Rohingya seperti di Al-Aqsa

Sekertaris Islamic Study and Action Centre (ISAC), Endro Sudarsono mengatakan bahwa pengamanan dalam aksi lebih ketat dari aksi bela Islam yang sebelumnya digelar.

Senin, 11/09/2017 20:20 0

Indonesia

Persib Terancam Sanksi karena Koreo Save Rohingya, Netizen Beri Dukungan

Ternyata, bentuk solidaritas untuk Rohingnya tersebut bisa mengancam Persib terkena sanksi. Seperti diketahui bahwa menurut otoritas sepakbola dunia yang mengacu pada Law of The Game FIFA,

Senin, 11/09/2017 19:49 0

Indonesia

Di Selat Singapura, BMH Turun Galang Donasi untuk Muslim Rohingya

Baitul Maal Hidayatulah Perwakilan Kepulauan Riau (KEPRI) tergerak untuk membantu korban kekerasan yang dialami masyarakat Rohingya di Myanmar, Ahad (10/09).

Senin, 11/09/2017 19:17 0

Indonesia

Muncul Usulan Pemutaran Film G30S/PKI, Fadli Zon: Sangat Setuju

Retweet Fadli tersebut menuai apresiasi setuju dari Essa Rioss'zhy dalam akun pribadinya @essa_rios. Karena menurutnya saat ini paham komunis sudah mulai bangkit di negeri ini.

Senin, 11/09/2017 18:46 0

Feature

Surat dari Rohingya: Kami Sedang Menghadapi Kepunahan

Sepanjang hidupku, tepatnya sejak 24 tahun lalu, aku telah menjadi seorang tahanan di sebuah penjara terbuka, Anda tahu? Penjara itu adalah Rakhine State.

Senin, 11/09/2017 17:40 1

Opini

Berkorban untuk Taat

KIBLAT.NET – Masih dalam bulan Zulhijjah. Masih dalam suasana memperingati agungnya pengorbanan Nabi Ibrahim as....

Senin, 11/09/2017 17:31 0

Indonesia

Di Selat Singapura, BMH Turun Aksi Peduli Rohingya

KIBLAT.NET, Batam – Krisis kemanusiaan di Myanmar yang menyebabkan ribuan etnis minoritas Rohingya yang tinggal...

Senin, 11/09/2017 15:14 0

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Beban Pajak, Sebuah Prakondisi Jihad Diponegoro

Pajak yang semakin tinggi membuat rakyat semakin miskin dan menderita. Apalagi ditambah dengan bencana alam gunung meletus dan wabah penyakit kolera yang semakin memperburuk keadaan. Pemerintah lokal dan penjajah Belanda yang mengontrolnya tidak peka dengan penderitaan rakyat, tetapi justru menaikkan pajak dan berbagai jenis bea (pajak) bagi barang-barang dagangan di gerbang-gerbang tol.

Senin, 11/09/2017 14:07 0

Video News

Editorial : Ketika Kaum Terpelajar Menolak Cadar

KIBLAT.NET – Entah kenapa cadar bagi Muslimah kini seolah menjadi barang tabu. Sejumlah negara-negara Eropa...

Senin, 11/09/2017 12:37 0

Video News

Tengku Zulkarnain: Ini yang Bisa Kita Lakukan untuk Rohingya

KIBLAT.NET – Kezaliman terhadap muslim Rahingya mengundang perhatian dunia, terutama kaum muslimin. Termasuk saudara-saudara mereka...

Senin, 11/09/2017 10:40 0