... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

“Laskar Radikal” Itu Bekerja Untuk Kemanusiaan

Foto: Wahhab di Flyover Kalibata, Senin (11/09) malam bersama anggota FPI lainnya tengah menggalang donasi untuk Rohingya.

KIBLAT.NET, Jakarta- Bersama lautan manusia yang kembali ke peraduan. Matahari pun mulai tenggelam. Gelombang kendaraan para pencari nafkah pun menyebabkan kemacetan di beberapa titik di ibu kota.

Di satu dua lampu merah, terlihat beberapa penjaja makanan maupun minuman ringan menggunakan keranjang gendong mencari nafkah. Tak sedikit juga, tempat berkumpulnya para pengendara kendaraan bermotor itu jadi lahan memelas beberapa pengemis.

Namun, pertigaan maupun perempatan yang ramai itu tidak menjadi ladang mencari nafkah bagi Ahmad Wahhab, seorang sukarelawan dari DPC Front Pembela Islam Pancoran.

Tempat berhenti sejenaknya para pengguna jalan itu, ia dan beberapa anggota FPI lainnya gunakan untuk menggaet donatur kemanusiaan untuk Rohingya. Berbekal kardus berukuran sedang dengan print-print-an berwarna harga 300’an, Wahhab menjadi prantara hati nurani para pengendara untuk korban kemanusiaan di Myanmar.

“Dapat wejangan dari imam besar, kami mencari donasi untuk saudara seiman di Rohingya. Mereka yang tengah dibantai Militer Myanmar butuh harta tak seberapa dari kita, Muslim Indonesia,” ungkap Wahhab ketika ditanyai mengapa rela berdiri berjam-jam di lampu merah Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan.

Walau tak seberapa, uang yang didapat dari para pengguna jalan ini, ia harap tetap bisa membantu para korban kekerasan pemerintah Myanmar yang tengah menderita di Rakhine State sana.

Wahhab dan empat anggota lainnya secara rutin selama empat hari terakhir ini mencari donasi untuk Myanmar di daerah Kalibata, mulai lampu merah Makam Pahlawan, hingga Flyover Kalibata City.

Dari sekian banyak pengguna jalan, Wahhab menuturkan, yang paling banyak memberi donasi untuk Myanmar adalah para driver ojek online.

“Sudah empat hari ini mencari donasi sekitar Kalibata, dan pernah terkumpul dalam satu hari-dimulai siang sampai sore sekitar dua juta rupiah,” ungkapnya dengan mata berbinar.

Memang, ketika ditemui, dalam kotak kardus yang baru terisi 1/5 dengan uang, terlihat beberapa lembar uang seratus ribuan.

Apa keuntungannya bagi Wahhab dan kawan-kawan?

Wahhab mengaku tidak mendapat keuntungan apa-apa selain mengharap berkah dan pahala dari Allah SWT. Karena, tuturnya, FPI bukanlah ladang seseorang mencari Materi, namun sebagai amal mencari kehidupan di akhirat kelak.

“Gak dibayar saya melakukan ini mas, murni Lillahi Ta’ala. Ini kerja utama saya, selain saya punya sampingan untuk mencari penghidupan di dunia,” ungkap Wahhab.

Berdasar pantauan penulis, penggalangan dana oleh FPI ini tidak hanya di gelar di Jakarta, di daerah lain seperti Bandung, Sragen, bahkan Madura pun mendapat respon yang positif dari masyarakat setempat.

FPI selama ini dikenal oleh beberapa kelompok sebagai organisasi radikal. Namun di balik stigma negatif itu, organisasi yang telah berdiri sejak 17 Agustus 1998 ini telah banyak berkiprah dalam dunia kemanusiaan.

Terbukti beberapa waktu lalu, ketika para korban agresi militer di Gaza Palestina masih terlunta-lunta hidup di tanah airnya, FPI menyalurkan 500 juta Rupiah yang diperuntukkan pembangunan bank darah di sana.

 
Penulis: Muhammad Jundii

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Setelah Berulang Kali Gagal, Hamas Siap Rekonsiliasi Lagi dengan Fatah

KIBLAT.NET, Yerusalem- Harakah Muqawamah Al-Islamiyah (Hamas) menyatakan siap melakukan rekonsiliasi dengan pemerintahan Presiden Palestina, Mahmoud...

Selasa, 12/09/2017 19:48 0

Indonesia

Beredar Foto-foto Palsu soal Rohingya, Begini Cara Memastikannya

Foto ini bukanlah tragedi pembantaian. Namun, foto di bawah ini adalah foto situasi ketika umat Buddha di Tibet membantu evakuasi mayat pasca terjadinya gempa di Cina.

Selasa, 12/09/2017 19:09 0

Indonesia

Kuasa Hukum Asma Dewi Akan Ajukan Praperadilan

Mulanya, polisi menangkap Dewi karena mengunggah konten ujaran kebencian dan penghinaan agama dan ras tertentu. Dari pengembangannya, Dewi diduga turut mentransfer uang sebesar Rp 75 juta ke pengurus inti kelompok Saracen.

Selasa, 12/09/2017 17:54 0

Indonesia

Try Sutrisno Jadi Pengarah UKP Pancasila, Keluarga Korban Peristiwa Priok Protes

Langkah Presiden RI Joko Widodo menunjuk Try Sutrisno sebagai salah satu dewan pengarah Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) menuai protes dari keluarga korban peristiwa berdarah Tanjung Priok 12 September 1984.

Selasa, 12/09/2017 17:49 0

Indonesia

Kronologi Penangkapan Asma Dewi, Sosialita yang Diduga Terlibat Saracen

Asma Dewi, ibu rumah tangga dan seorang pengguna media sosial ditangkap karena kasus hate speech dan dugaan keterlibatannya dengan Seracen.

Selasa, 12/09/2017 17:19 0

Indonesia

Potong Gaji Anggota, Fraksi PKS Galang Donasi hingga 250 Juta untuk Rohingya

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggalang dana dari seluruh anggota, staf dan pegawainya di DPR untuk didonasikan kepada Rohingya

Selasa, 12/09/2017 16:47 0

Inggris

Parah, Pria Ini Gunakan Anjing Buasnya untuk Serang Muslim

Hakim menyatakan bahwa Wendland menggunakan anjingnya sebagai senjata untuk melakukan serangan. Ia melukai seorang Muslim, sedang seorang muslimah lainnya mengalami ketakutan yang luar biasa akibat anjing itu.

Selasa, 12/09/2017 16:10 0

Indonesia

Pembubaran Kegiatan Muhammadiyah di Jepara, Wantim MUI: Ukhuwah Islamiyah Jangan Diabaikan

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Din Syamsuddin menyayangkan pembubaran paksa Daurah Tahfidul Quran Muhammadiyah di Karimunjaya, Jepara. Hal itu ia sampaikan melalui akun Twitter pribadi miliknya.

Selasa, 12/09/2017 15:40 0

Artikel

Andaikan Kita Seorang Rohingya (1) : Sejarah Rohingya

Asal kata Rohingya hingga kini banyak menjadi perdebatan para ahli sejarah. Menurut etimologi, istilah "Rohingya" berasal dari kata Rohang,

Selasa, 12/09/2017 15:10 0

Mesir

Imam Besar Al-Azhar Minta Negara Muslim Jatuhkan Sanksi ke Myanmar

Imam Besar Universitas Al-Azhar Mesir melayangkan kecaman terkait genosida etnis Muslim Rohingya di Myanmar.

Selasa, 12/09/2017 14:25 0