... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Genosida Rohingya Belum Usai, Akses Internasional ke Rakhine Ditutup

Foto: Pembakaran rumah Muslim Rohingya di Rakhine, Myanmar.

KIBLAT.NET, Rakhine – Aksi kekerasan yang mengarah kepada genosida atau pembersihan etnis terhadap Muslim Rohingya oleh para nasionalis Buddhis dan tentara Myanmar masih terus berlangsung hingga saat ini. Peristiwa biadab tak berperikemanusiaan yang tidak bisa diterima masyarakat internasional itu terutama terjadi di Maungdaw, Buthidaung, dan Rathidaung yang merupakan wilayah mayoritas Muslim.

Sejak hari Jumat pekan lalu, lebih dari 20.000 warga Muslim Rohingya dilaporkan telah memasuki wilayah Bangladesh tanpa “ijin” meskipun pemerintah Bangladesh sendiri telah menerapkan kebijakan untuk mengantisipasi masuknya manusia secara ilegal tersebut. Sementara puluhan ribu pengungsi Rohingya lainnya masih terus berdatangan menyeberangi perbatasan Myanmar-Bangladesh yang penuh resiko, termasuk menghadapi ancaman ranjau darat.

Salah satu sumber terpercaya mengatakan, selama enam hari terakhir ini lebih dari 60 desa-desa Rohingya di negara bagian Rakhine dibakar aparat militer Myanmar. Sementara penduduknya menyelamatkan diri dan mengungsi ke negara tetangga, Bangladesh.

Jumlah korban yang tewas keseluruhan tidak diketahui secara pasti karena pihak militer Yangon masih keras kepala dan tidak mengijinkan akses bagi lembaga-lembaga pengawas internasional maupun lembaga non-pemerintah yang akan memasuki dan menyalurkan bantuan ke wilayah tersebut. (Rud)

Sumber: World Bulletin
Redaktur: Yasin Muslim

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

UKP Pancasila: Orang Ateis Itu Boleh, Murtad Pun Boleh

Deputi Bidang Pengkajian dan Materi Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Drs. Anas Saidi mengemukakan bolehnya seseorang menganut Ateis alias tidak bertuhan. Ia berdalih dengan mengutip potongan ayat Al-Qur'an bahwa tidak ada paksaan dalam agama.

Selasa, 12/09/2017 12:40 3

Indonesia

ISAC: Metal Detector saat Aksi Solidaritas Rohingya seperti di Al-Aqsa

Sekertaris Islamic Study and Action Centre (ISAC), Endro Sudarsono mengatakan bahwa pengamanan dalam aksi lebih ketat dari aksi bela Islam yang sebelumnya digelar.

Senin, 11/09/2017 20:20 0

Indonesia

Persib Terancam Sanksi karena Koreo Save Rohingya, Netizen Beri Dukungan

Ternyata, bentuk solidaritas untuk Rohingnya tersebut bisa mengancam Persib terkena sanksi. Seperti diketahui bahwa menurut otoritas sepakbola dunia yang mengacu pada Law of The Game FIFA,

Senin, 11/09/2017 19:49 0

Indonesia

Di Selat Singapura, BMH Turun Galang Donasi untuk Muslim Rohingya

Baitul Maal Hidayatulah Perwakilan Kepulauan Riau (KEPRI) tergerak untuk membantu korban kekerasan yang dialami masyarakat Rohingya di Myanmar, Ahad (10/09).

Senin, 11/09/2017 19:17 0

Indonesia

Muncul Usulan Pemutaran Film G30S/PKI, Fadli Zon: Sangat Setuju

Retweet Fadli tersebut menuai apresiasi setuju dari Essa Rioss'zhy dalam akun pribadinya @essa_rios. Karena menurutnya saat ini paham komunis sudah mulai bangkit di negeri ini.

Senin, 11/09/2017 18:46 0

Feature

Surat dari Rohingya: Kami Sedang Menghadapi Kepunahan

Sepanjang hidupku, tepatnya sejak 24 tahun lalu, aku telah menjadi seorang tahanan di sebuah penjara terbuka, Anda tahu? Penjara itu adalah Rakhine State.

Senin, 11/09/2017 17:40 1

Opini

Berkorban untuk Taat

KIBLAT.NET – Masih dalam bulan Zulhijjah. Masih dalam suasana memperingati agungnya pengorbanan Nabi Ibrahim as....

Senin, 11/09/2017 17:31 0

Indonesia

Di Selat Singapura, BMH Turun Aksi Peduli Rohingya

KIBLAT.NET, Batam – Krisis kemanusiaan di Myanmar yang menyebabkan ribuan etnis minoritas Rohingya yang tinggal...

Senin, 11/09/2017 15:14 0

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Beban Pajak, Sebuah Prakondisi Jihad Diponegoro

Pajak yang semakin tinggi membuat rakyat semakin miskin dan menderita. Apalagi ditambah dengan bencana alam gunung meletus dan wabah penyakit kolera yang semakin memperburuk keadaan. Pemerintah lokal dan penjajah Belanda yang mengontrolnya tidak peka dengan penderitaan rakyat, tetapi justru menaikkan pajak dan berbagai jenis bea (pajak) bagi barang-barang dagangan di gerbang-gerbang tol.

Senin, 11/09/2017 14:07 0

Video News

Editorial : Ketika Kaum Terpelajar Menolak Cadar

KIBLAT.NET – Entah kenapa cadar bagi Muslimah kini seolah menjadi barang tabu. Sejumlah negara-negara Eropa...

Senin, 11/09/2017 12:37 0